Archive for » March, 2009 «

Hehe, seneng banget! Dapat award lagi dari teman blogger.

Nah, hari ini akan posting award lagi. Kali ini sekaligus dua award yang diposting biar selesai hutangnya.

Yang pertama adalah FABULOUS Award yang saya dapat dari Kha beserta dengan pe-er yang harus dikerjakan. Sebelumnya sih sudah pernah dapat dari Brigadista (tapi tanpa pe-er) hehe…

Bagaimana sih FABULOUS Award ini? Yuk kita lihat…

Saya sih bersyukur banget dapat award ini karena berarti masih ada yang menilai kalau blog Anakboncel ini “Fabulous”. Hehe… semoga yang memberi award tidak bosan mampir yah setelah melempar award ini.

Apa saja sih persyaratan yang harus dipenuhi untuk menampilkan award ini di blog kamu?

Check it out!

  1. Put the logo on your blog or post
  2. Nominate at least 10 blogs which you think are FABULOUS
  3. Be sure to link to your nominees within your post
  4. Let them know that they have received this award by commenting on their blog
  5. Share the love and link to this post and to the person from whom you received your award

Kemudian, award yang kedua, saya dapatkan dari Loly (sebenarnya ini pe-er yang masih terhutang sama Brigadista juga). Namanya FRIENDLY BLOGGER 2009 Award. Nah ini dia gambar awardnya…

Hehe, terima kasih banyak yah Lol!

Tapi, ada pe-er yang juga harus dikerjakan untuk award ini. Apa saja sih persyaratannya? Yuk, kita lihat di bawah ini:

  1. Ambil foto terbaru kamu, lebih baik sekarang juga di foto khusus untuk ngambil award ini.
  2. Jangan ganti baju, jangan rapikan rambut, pakaian dan yang lainnya pokoknya langsung foto
  3. Posting fotonya gak pake di edit segala macem
  4. Posting juga instruksinya, bareng sama postingan foto
  5. Tag 10 orang buat ngelakuin hal yang sama seperti ini…

Hehe, ini fotonya. Dibuat setelah bangun dari tidur di hari ulang tahun saya. Tepatnya tanggal 28 Maret 2009. Harap maklum kalau rambutnya masih acak-acakan.

Maaf juga fotonya barengan sama anak. Soalnya biasa deh kalau ada mamanya, Dira pasti nempel terus. Mana kena lampu blitz dia langsung tutup mata.

Nah, sambungan dari award di atas yang diberikan oleh Loly adalah award berikut:

Hehe, award yang ini saya juga sudah pernah terima dari Waragham dan diposting di sini. Tapi tak ada salahnya saya tuliskan lagi persyaratannya berikut:

  1. Meletakkan logo/award di blog kamu
  2. Meletakkan link dari blog yang telah memberikan award
  3. Berikan ke Blog lain
  4. Buat link blog lain yang telah memberi kamu award
  5. Tinggalkan pesan di blog mereka

Nah, sekarang tinggal pusing mau anugerahkan award lagi ke siapa. Boleh yah saya gabung semua award di atas… Hehe, yang menerima silahkan pilih deh mau posting award yang mana pun.

Dan, setelah tercenung sejenak mencari wangsit, akhirnya saya memutuskan kalau award di atas akan saya anugerahkan kepada 7 blogger (kurang 3 blogger lagi niy… nanti menyusul deh…)

Dan, yang beruntung mendapatkan FABULOUS Award ini adalah:

  1. Dhie, biar saya baru mampir hari ini, saya langsung suka “isi”nya. Senang deh sama orang yang bisa mengekspresikan hati dan pikirannya lewat kata-kata indah.
  2. Risti, yang lagi jadi pengunjung setia blog Anakboncel dan sering membawa cerita lucu di “Simple Home”nya
  3. Fanny Sang Cerpenis, kreativitasnya membuat cerita pendek bermutu harus diacungi 2 jempol
  4. Kha, ambil award yang kedua yah Kha. Dah lama tak mampir ke Anakboncel nih…
  5. Mbak Ade, temanku tersayang sekaligus mantan bos yang punya semangat besar dengan bisnis dBCnya walau nun jauh di Amrik.
  6. Mbak Fanda, ambil yang FABULOUS Award yah mbak. Coz your blog’s content is so fabulous and keeps me amazed.
  7. Kang Lil, yang juga sedang jadi pengunjung setia Anakboncel… hehe thanks for dropping by so often.
  8. Bersambung (sedang dalam proses pemikiran hehe)… 9 dan 10.

Nanti kalau sudah ada ide, baru awardnya saya lempar lagi buat 3 orang blogger lainnya. Nyicil ceritanya nih…

Category: Award  Tags:  6 Comments

Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah…

Akhirnya level Oriflamenya sampai 12% juga setelah berdiam diri di level 9% selama 6 bulan.

Senang banget pas dengar mesin penjawab Oriflame mengucapkan, “Poin jaringan Anda 2405…. dst”. Saya langsung berdiri dan teriak “Yippieee!”. Cat Emoticons

Benar-benar lupa kalau saya menelpon Oriflame di kantor. Pppfffh…. untung gak ada si bule! Cat Emoticons

Tiga bulan pertama di level 9% saya sangat semangat berjibaku untuk mencapai level 12%. Tapi gagal terus. Satu jaringan naik luar biasa, sementara jaringan lainnya kolaps. Huahhh… rasanya gemes banget! Akhirnya tiga bulan terakhir kemarin, saya pasrah! Terserah deh mau level berapa tutup poinnya. Cat Emoticons

Dan, ternyata, hari ini telpon Oriflame, saya dapat kabar mengejutkan itu. Rupanya, buat saya, segala sesuatu kalau saya kejar secara paksa, tidak pernah berhasil. Tapi, saat saya pasrah dan menyerahkan semuanya kepada-Nya, hasilnya malah sangat baik. Tanda-tanda apakah ini? Cat Emoticons

Hehe! Sepertinya itu adalah hadiah ulang tahun dari Allah buat saya. Alhamdulillah!

Dan, bersamaan dengan posting ini, saya mau mengucapkan terima kasih buat para downline, cucu downline dan jaringan mereka yang terus mendukung. Biar lambat, tetap sampai juga! Cat Emoticons

Buat mbak Ade, Maya, mbak Nita, Nana, mbak Puspa Dewi dan lain-lain yang namanya tidak bisa aku sebutkan semua. Arigato! Tararengkyu! Terima kasih! Buat semangat dan usahanya. Kalian semua memberikan semangat dan dukungan yang tembus ke hati saya. Kalau tak ada orang-orang hebat seperti kalian, hiks, mungkin level saya hanya akan jalan di tempat. Cat Emoticons

(Halah, berasa kayak caleg kasih orasi ajah!)

Yuk, kita “Go Diamond” bersama-sama! Love you all Cat Emoticons!

And best wishes for all of us! Cat Emoticons

Pagi ini ketika terpaksa berjalan menyusuri pasar Pondok Labu menuju perempatan DDN-Margasatwa akibat kemacetan, saya mendadak teringat dengan pelajaran Fisika mengenai Momentum dan Impuls.

Hehe, saya bukan penggemar pelajaran Fisika kok. Enggak banget! Monkey EmoticonsApalagi kalau ingat dulu kalau belajar Fisika harus “ngos-ngosan” dulu baru bisa menangkap inti pelajarannya (dan menghapal rumusnya).

Jadi, kenapa tiba-tiba saya ingat dengan Momentum dan Impuls? Monkey Emoticons

Hal pertama dikarenakan kemacetan yang terjadi di Pondok Labu disebabkan oleh angkutan umum yang “ngetem” di depan pasar atau berjalan dengan kecepatan lambat di sepanjang jalur pasar. Hal kedua yang berkaitan dengan kejadian pertama adalah banyaknya jumlah pengendara motor yang memakai tidak hanya jalur kiri, namun juga jalur kanan untuk arah sebaliknya.

Hal pertama di atas jelas bikin kesal pengguna kendaraan pribadi yang berada di belakang angkutan. Begitu juga dengan hal kedua. Soalnya, terkadang perempatan macet sekali karena mobil yang harusnya melaju lancar harus berhenti karena berhadapan dengan rombongan motor yang memakai jalurnya. Kalau sudah begini, biasanya suara klakson langsung bergema dari seluruh arah. Bikin pusing!

Buat pejalan kaki seperti saya, hal pertama bikin kesal namun masih bisa dimaklumi. Angkutan umum gitu loh! Mau kesal, tapi kita butuh hehe… Dilema tak berkeputusan. Monkey Emoticons

Hal kedua? Kalau saya pribadi, suka jadi murka sama pengendara motor. Lah, gimana tidak? Tidak hanya jalur dari arah berlawanan yang dipakai, tapi jalur pejalan kaki alias trotoar pun juga dipakai. Ujung-ujungnya, trotoar pun ikut macet. Hiahhh!!! Monkey Emoticons

Belum lagi kalau mengantri di belakang motor 2 tak yang tidak pernah diservis knalpotnya. Selain kesal, penyakit pun didapat. Gimana tidak, asap knalpotnya langsung kemana2 setiap kali motornya digas. Ampun deh!

Lah terus apa kaitan dengan keluh kesah saya barusan dengan topik Momentum dan Impuls? Monkey Emoticons

Enggak ada! Monkey Emoticons

Hanya saya  tiba-tiba punya pikiran kalau hampir semua pengendara motor selalu memanfaatkan momentum yang ada saat mengemudi. Contohnya seperti yang sudah saya sebut di atas. Jalan macet, lihat trotoar kosong, pengendara motor langsung memanfaatkan “Momentum” tersebut untuk memaksa motornya naik trotoar. Pejalan kaki harus memiliki “Impuls” yang tepat agar bisa langsung bereaksi saat nyaris disenggol oleh motor.

Hehe, ketahuan deh punya emosi terpendam sama pengendara motor. Monkey Emoticons Gak semuanya sih, tapi mayoritas pengendara motor menggelitik saya secara emosi.

Misalnya, kejadian satu minggu lalu yang saya alami ketika hendak menyebrang jalan. Saya mengambil momentum untuk menyebrang jalan karena melihat jalur dari kanan sedang terhalang mobil yang sedang menyebrang ke arah yang sama dengan saya. Namun, mendadak dari arah jalur yang seharusnya berhenti, muncul motor dengan laju kendaraan yang cukup kencang melintas di depan saya (yang saat itu sudah berada di tengah jalan). Otomatis saya langsung menghentikan langkah.

Rupanya, entah mengapa aksi motor itu memancing pengemudi mobil yang jalurnya berhenti karena mobil lain menyebrang. Jadi, ketika mobil yang menyebrang sudah berlalu, pengemudi mobil ikut melajukan kendaraannya cukup kencang, ke arah saya. Saya berniat mundur kembali ke tepi jalan, namun di belakang saya pengemudi motornya juga sedang melaju.

Akhirnya? Saya diam di tengah jalan. Benar-benar berdiam diri. Saya mau lari ke depan pasti kena, mundur juga kena. Pasrah! Sementara itu, pengemudi mobil, yang akhirnya melihat saya di tengah gelapnya malam, harus membanting setirnya ke kanan. Untungnya tidak ada kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan.

Saya cuma bisa membatin, “Alhamdulillah, masih dikasih selamat oleh-Nya!”

Tuh, gimana saya tidak emosi dengan pengendara motor. Seandainya pengemudi mobil tidak membanting setirnya ke arah kanan, mungkin saat ini saya sedang dirawat atau sudah menghadap-Nya. Yah, ketentuan-Nya tidak bisa ditebak kan…

Yah, intinya saya buat posting ini adalah untuk menghimbau pengemudi motor, secara khusus, dan pengemudi mobil untuk lebih berhati-hati dalam mengemudi. Jangan sampai mencelakakan orang lain. Apa sih salahnya mengerem sedikit saja untuk memberi jalan buat penyeberang jalan dan pengendara lainnya?

Kenapa harus selalu memanfaatkan Momentum dan Impuls dalam berkendara tanpa memperdulikan sesama pengguna jalan lainnya. Kalau bisa seperti itu kan lalu lintas bisa lebih teratur, jumlah kecelakaan di jalan raya bisa diturunkan, dan banyak anak yang tidak harus menderita karena kehilangan orang tuanya atau orang tua kehilangan anak karena kecelakaan, de el el.

Ah, sudahlah! Gini hari masih ngomel soal pengendara motor/mobil. Salah siapa jumlah kendaraan bermotor meningkat sangat pesat di Indonesia? Sayangnya tidak diikuti dengan bertambah tingginya kesadaran si pengendara terhadap keselamatan diri dan pengguna jalan raya lainnya.

Hehe, bikin SIM saja bisa ambil “jalur ekspres”…. Monkey Emoticons

Dari jam 11 siang buka halaman “Write Post”. Mau buat posting, bingung apa isinya. Hmm tepatnya sih bingung memulai tulisannya. Soalnya di kepala wara-wiri berbagai macam topik yang hendak ditulis. Hehe kebanyakan ide sih!

Ujung-ujungnya? Chatting sama teman SMP via YM. Dan, akibatnya, kita jadi bernostalgila tentang  bagaimana perasaan kita dulu satu sama lain.

Pikir-pikir, lucu juga yah kalau ingat jaman SMP dulu. Saya saja suka ketawa kalau ingat masa-masa culun itu. Coba bayangkan! Dulu, sudah badan bulat (hehe, sekarang juga bulat lagi), pakai rok lipit yang sedikit di atas lutut, kaos kaki panjang mendekati lutut, sepatu basket (padahal boro-boro bisa main basket), rambut sepinggang dibuat kepang satu, plus kacamata minus. Monkey Emoticons

Geli ih kalau ingat. Apalagi kalau membandingkan diri saya dulu dengan anak-anak SMP jaman sekarang. Ya ampyun! Kok anak SMP sekarang mulai dari penampilan hingga omongan rasanya lebih tuwir daripada saya jaman dulu. Soalnya sering kali apa yang menjadi pembicaraan mereka bikin saya kaget. Like “they really know it”, padahal kalau dilihat dari segi kematangan mental yah belum saatnya mereka memikirkan hal itu.

Haha, sudahlah! Yang mau saya tulis bukan masalah anak SMP jaman sekarang kok. Apalagi melihat perkembangan jaman yang semakin mengkhawatirkan secara “I’m raising up my daughter now!”….. Monkey Emoticons

Kembali ke topik semula.

Jadi perbincangan saya dan teman SMP melalui YM itu membahas mengenai kenapa yah dulu kita tidak sempat berkenalan lebih dalam. Tepatnya, kenapa kita jaman SMP itu sama-sama suka tapi terlalu bodoh untuk mengungkapkannya.

Teman saya itu mengira kalau saya suka dengan teman baiknya yang kebetulan sekelas dengan saya. Sementara saya yang kebetulan suka sama dia, tidak berani berharap kalau dia juga suka sama saya.

Kenapa coba? Soalnya dia termasuk salah satu cowok yang menjadi idola para cewek di sekolah. Belum lagi melihat fakta kalau dia sempat “jadian” sama salah satu cewek yang masuk daftar “cewek cantik” di SMP saya. Nyali saya jelas langsung ciut melihat hal demikian. Monkey Emoticons

Tapi, lucunya, walau kita tidak sempat “jadian”, pernah teman saya yang lain bertanya begini, “Ke, emang elu jadian yah sama si H?” Jelas saja saya jadi bingung mendapat pertanyaan demikian. “Kok bisa ada gosip begini?” Monkey Emoticons

Ternyata, selidik punya selidik, teman saya yang bertanya itu, sebut saja si E, menaruh hati kepada si H sejak dari SD. Dan mungkin, dari sudut pandangnya dia, seringnya saya dan si H mengobrol di depan kelas sudah dapat dimasukkan ke dalam kategori “jadian”. Padahal sih, kita mengobrolnya gak berduaan kok karena si H selalu ditemani oleh teman baiknya itu.

Nah, bagaimana akhirnya saya tahu kalau ternyata si H juga ada perasaan “spesial” di jaman SMP itu?

Awalnya dimulai dari rasa “excitement” bisa bertemu muka lagi di dunia maya. Saat itu Friendster sedang booming. Dari bertemu di Friendster, kita tukaran nomor handphone dan kemudian nomor telpon rumah. Dia jadi lumayan sering menelpon saya karena membahas mengenai teman baiknya yang dirundung masalah pribadi.

Si H bahkan sempat memberi DVD anime “Bleach” saat saya hamil Dira. Pengen banget nonton “Bleach” season 2, tapi mencari di ITC tidak kunjung dapat. Akhirnya, teman saya itu bela-belain datang ke rumah buat antar DVD itu. Hehe, gak tau deh apa pikirannya Papanya Dira pas melihat ada teman Mamanya mengantar DVD ke rumah. Soalnya seperti biasa Papanya Dira tuh gak pernah mengungkapkan isi pikirannya secara eksplisit.

Menjelang pernikahannya, saya dan H sempat berkomunikasi lewat email. Dan, dari email itulah baru ketahuan bahwa masing-masing dari kita mempunyai perasaan “spesial” satu sama lain.

Jujur nih, pas baca itu email sempat ada rasa sesal juga karena kita sama-sama terlalu polos. Apalagi saat dia cerita kalau sebenarnya dia jadian dengan si T saat SMP itu karena desakan teman-temannya dan itu pun hanya bertahan dalam hitungan minggu. Apalagi hingga masa SMP dan SMA selesai (hehe saya juga bersekolah di SMA yang sama dengan H), si H sedang senang sekali dengan olah raga basket dan tidak terpikir sama sekali untuk memiliki pacar.

Sementara itu, sejak dilempar pertanyaan demikian oleh si E, saya jadi agak menjauh dari si H di masa SMA karena rasa “rendah diri” yang mendadak melanda. ”Aduh, siapa gue yah berani-beraninya dekat sama si H? Apa kata dunia?”

Apalagi, ketika saya lihat si H juga dekat sekali dengan salah satu cewek imut di kelasnya saat SMA, sebut saja si C. Wah, saya langsung ambil jarak secara spontan. Padahal kata si H, si C ini dekat dengan dia karena suka curhat tentang cowok yang ditaksirnya yang kebetulan dekat dengan si H saat SMA.

Hehe, ribet yah ceritanya?

Kedekatan saya dan H semakin renggang saat kelas 2 SMA. Apalagi, saat itu saya mulai mengenal yang namanya Rino Poet. Musuh berat yang kemudian malah jadi suami dan bapak dari gadis cilikku. Monkey Emoticons

Sekarang, saya dan H kalau bercerita soal masa lalu hanya bisa tertawa. Menyesal? Sedikit! Saya sih berpikir mungkin memang sudah jalannya begini.

Lihat sisi baiknya. Saya dan H tetap bisa bersahabat. Kita bisa bercerita apa pun tanpa ada rasa sungkan yang mungkin bisa timbul seandainya dulu kita pernah “jadian”.

Saya juga pernah ingat. Di masa kuliah saya sempat dipertemukan dengan si H saat di kendaraan umum. Kita mengobrol dengan serunya, namun tidak terlintas sedikit pun untuk saling bertukar nomor kontak. Jadi, apa yang pernah dirasa kembali tidak terhubung sama sekali.

Kalau saya bilang, kita ibarat bertemu di persimpangan. Tapi pada akhirnya dia memilih untuk belok ke kanan, sementara saya memilih untuk lurus (dan bertemu dengan Papa Dira lagi Monkey Emoticons).

Hehe… emang jodohnya sama Papa Dira kali yah.

Hidup nostalgila!

Life goes on but memory carved in every one’s heart. But don’t ever let memory stuns your life pace.

Category: Nostalgia  7 Comments

Hari ini agendanya adalah pergi ke Polres Depok untuk memperpanjang SIM A.

Huhuhu… berhubung lagi bokek banget (Sumpah! Bulan ini kok rasanya panjang banget. Nunggu tanggal 25 kok gak kunjung tiba ), akhirnya menerima belas kasihan Mama berupa duit untuk memperpanjang SIM A.

Masa berlaku SIM sih habis di akhir bulan ini. Cuma berhubung minggu depan ada agenda rutin ke Bandung (hmm sepertinya bulan ini adalah terakhir kali daku pergi ke Cimahi deh), akhirnya Mama agak maksa supaya minggu ini saja perpanjang SIM-nya.

Dan akhirnya, setelah mengantri selama 2 jam, akhirnya SIM A hasil perpanjangan keluar juga.

Cuma 2 jam buat SIM A?

Yah jangan heran deh! Soalnya ambil “jalur ekspres” hehe…

Kalau ambil “jalur ekspres”, otomatis duit yang dikeluarkan juga ekspres. Maksudnya ekspres habisnya karena biayanya menjadi 2 kali lipat dari yang seharusnya.

Tadinya mau pakai jalur formal supaya jadi warga negara yang baik dan bebas KKN. Tapi karena mikir kasihan si Dira yang ditinggal terus tiap Sabtu sejak awal bulan Maret ini (karena Mamanya ada kegiatan terus tiap Sabtu), belum lagi lihat orang-orang berjubel di sana, akhirnya “jalur ekspres” menjadi pilihan deh.

Pak Presiden, maafkan saya yah belum bisa menjadi warga negara yang berdisiplin tinggi.

Hehe… ini posting gak penting banget yah. Kita sudahi sampai di sini dulu. Mau nonton drama Korea dulu. Lagi seru-serunya nih!

Category: Terkini  2 Comments

Kyaaaa….Monkey Emoticons got a new award! Again! Animated Emoticons

This time, the award comes from a cool bloggersista, Maya.
Tralala.. trilili…. Monkey EmoticonsHehe thanks dear Maya! Such a cute award.
So, what is the award all about? Let’s see. Monkey Emoticons

The award name is Perpetual Smiling Blogger.

It has some Rules to do before you put the award in your blog (red. perpetual).

The rules are:

  1. Copy the questions below.
  2. Simply use the first letter of your name/nickname as your answer for each questions.
  3. You can’t use any answer twice and don’t use your own name for questions no 3 & 4.
  4. After you’re done, tag 10 people.

And “The Questions” are:

  • What is your name? Arleta
  • A four letter word: Alas
  • A boy’s name : Alfarizki
  • A girl’s name : Alaya
  • An occupation : A mom
  • A color : Apple red
  • Something you wear : A shirt
  • A type of food : Apple pie
  • Something found in the bathroom : A tootbrush
  • A place : A mall
  • A reason for being late : Ahm…. traffic jam?
  • Something you shout : Ahhhh!!
  • A movie title : Antz
  • Something you drink : Air Putih
  • A musical group : ABBA
  • A street name : Alam Pesanggrahan
  • A type of car : A Swift
  • A song title : Against all odds
  • A verb : Sleep Monkey Emoticons

Very cool, rite? Easy questions but hard enough to get the answer.

Now, the hardest part of receiving an award is tagging another bloggers and giving it as a mandatory. Pfffhh…. who should I pick yah? Animated Emoticons

OK!

I think the award should go to Monkey Emoticons :

  1. Mbak Ade (I really love giving her an award to show my gratitude)
  2. Fuda (funny creature eh human who keeps me laughing when reading his post)
  3. KOESnadi (movie master he he)
  4. Linda Flo (always like her blog)
  5. Waragham (a pay back for giving me Traffic Award)
  6. Apink (whom I hope his Dynasis group grows bigger and bigger)
  7. Brigadista (whom I still owe a homework for his award)
  8. Rudi Halim (who keeps supporting my blog by visiting here every day)
  9. Zaki (new acquaitance)
  10. Sang Milyarder (with a wish “I could become another Milyarder” hehe…)

Animated Emoticons

Accept the award guys!

Do the homework. OK! Animated Emoticons

Monkey Emoticons

The answers to questions have been revised. Thanks to Mas KOESnadi.

Category: Award  Tags:  7 Comments

Yippie! Hip hip hooray…

Hehe, maaf yah saya norak banget kalau terima award dari blogger lain.

Kali ini saya dapat award dan D3nan1. Thanks yah Sis! Gak nyangka bisa terima award dari dirimu

Dan, sebagai bentuk rasa terima kasih untuk D3nan1, saya berniat untuk meneruskan award ini ke beberapa bloggersisters. Aturan awardnya gampang kok, yaitu:

  1. Letakkan logo award pada blog atau posting kamu
  2. Nominasikan sedikitnya 10 blog yang menunjukkan sikap blogger terbaik (hehe Inggrisnya sih Attitude, terjemahan bebasnya terserah kamu deh) atau rasa terima kasih (terjemahan bebas dari Gratitude)
  3. Pastikan posting award kamu tertaut dengan blog penerima award
  4. Informasikan mengenai award ini dengan berkomentar atau meninggal pesan pada blog mereka
  5. Tebarkan rasa cinta dan buat tautan dari posting ini dan tautan pada penerima blog.
Hehe, atau, aturannya dalam B. Inggris adalah sebagai berikut:
  1. Put the logo on your blog or post.
  2. Nominate at least 10 blogs which show great Attitude and/or Gratitude!
  3. Be sure to link to your nominees within your post.
  4. Let them know that they have received this award by commenting on their blog.
  5. Share the love and link to this post and to the person from whom you received your award.

Mudah banget kan?

Nah, bloggersisters yang beruntung mendapatkan award ini dari saya adalah: 

  • Mbak Ade
  • Mbak Fanda
  • Fanny
  • Dewi Mayasari (Maya)
  • Rina
  • Maya
  • Mbak Dyah
  • Kha
  • Mgyp
  • Bunda Dako
  • Selamat yah buat para penerima award. Moga-moga gak keberatan meneruskan award ini buat bloggersisters lainnya. Pfffh… milihnya susah banget euy. Hehe…
    Category: Award  Tags: ,  7 Comments

    Hari ini niatnya mau ke dokter karena gak enak badan. Tapi berhubung malas banget berhadapan sama dokter (penyakit nih dari dulu), yah kayaknya cutinya diawur-awurin deh. Hehe, secara tinggal menghitung bulan ini.

    Tapi, akhirnya aku bikin rencana lain buat hari ini. Bukannya istirahat kok malah jalan-jalan ke Mal Cinere dari jam 9 pagi. Niatnya mau mengganti SIM A yang habis masa berlakunya akhir bulan Maret ini. Dan, menurut informasi si Buduk, abangku, ada mobil SIM keliling di dekat markas polisi di Mal. Ternyata eh ternyata… mengecewakan sekali karena tuh mobil sudah tak nongkrong di Mal. Batal deh.

    Namun, aku tidak berputus asa. Dengan menyeret mama, pak Ran, mbak Mis dan Dira (bocah ini sih jelas senang banget bisa mengikuti mamanya wara-wiri), aku pergi ke kantor pajak di Depok. Yup! Aku mau lapor SPT he he he…

    Wuih! Sadar pajak banget gak sih? He he he… belajar deh buat jadi orang yang sadar akan kewajiban bayar pajak sambil berharap keadaan fasilitas umum dan lain-lain, yang konon katanya dipungut dari kita, semakin membaik dan membaik. Amin!

    Lagi pula, berdasarkan pengalaman tahun lalu, kondisi lokasi pelaporan SPT mendekati akhir bulan Maret sangat padat. Bikin pusing. Jadi yah, setelah dipikir-pikir, kalau bisa hari ini, mengapa tidak? Mumpung ada yang mengantar. Tapi yah itu, batal deh agenda memperbaharui SIM A.

    Ngomong2 yah, ada sedikit perubahan pada form SPT loh. Uhuy… lebih ringkas dan gampang loh! Terutama buat yang penghasilannya pas-pas kayak diriku ini. Kalau tahun lalu kan ribet sekali harus isi ini itu, ambil nomor antrian di loket, lalu menunggu selama hampir 2 jam. Nah tahun ini dalam waktu 15 menit juga sudah selesai mengisi form sekaligus menyerahkannya kepada petugas pajak sesuai wilayahnya. Asli, gampang banget! Bravo buat “Pajak” atas inovasi form barunya itu.

    Nah.. nah… siapa yang belum lapor SPT? Buruan! Batas waktunya cuma sampai 31 Maret loh! Mumpung masih pertengahan bulan nih. Tambah dekat waktu dealine, tambah ramai yang berkunjung ke kantor pajak. Hehe, penyakit orang Indonesia… rasanya lebih nikmat mengerjakan sesuatu dalam kondisi mepet.

    Ayo! Kita jadi wajib pajak yang baik dan benar. *Uke, bukan orang Pajak – red*

    Note : Hmm, bagaimana yah kalau daku dah jadi pensiun dari kantor dan jadi ibu rumah tangga tanpa penghasilan? Isi laporan pajaknya bagaimana? NPWP bisa dicabut gak yah? Soalnya suami juga sudah ada NPWP. Bingung nih!

    Category: Terkini  Tags: ,  5 Comments

    Sejak berdirinya blog ini (halah kek ndiriin perusahaan aja yah), entah sudah berapa komentar spam yang saya hapus melalui “mark as spam”. Saya rasa jumlah komentar spam mencapai ratusan karena selama 1 bulan lebih setiap hari saya harus menandai “mark as spam” pada kurleb 50 komentar spam.

    Menerima komentar spam jelas membuat kesal. Bukan hanya bikin capek, tapi kegiatan ini entah bagaimana membuat beberapa komentar dari teman blogger terhapus walau sudah saya “approve”. Kenapa bisa begitu yah?

    Setelah melewati beberapa trial, akhirnya saya dapat kesimpulan kalau menginginkan komentar teman blogger (non spam yah) tidak terhapus setelah di”approve”, saya harus menghapus komentar spam  terlebih dahulu baru kemudian meng”approve” komentar bukan spam. Sebelum ini, yang saya lakukan adalah meng”approve” komentar, baru menghapus komentar spam. Dan hasilnya, komentar yang sudah disetujui raib tanpa jejak.

    Hehe, heran yah kenapa blog ini banyak terima komentar spam? Ini berhubungan dengan gagalnya instalasi Aki Ismet alias Akismet. Gak tau tuh kenapa bisa gagal begitu. Apa mungkin versi WP yang digunakan web hosting blog saya masih versi lama yah? (Hmm soal ini juga agak bikin kesal karena untuk meng”upgrade” versi WP, prosedurnya ribet… Pfffhh! Jadi pertimbangan untuk perpanjangan layanan blog hosting lewat vendor yang sama nih)

    Namun, dalam 1 minggu ini, jumlah komentar spam yang masuk ke blog mulai menurun. Sekarang dalam 1 hari paling banyak hanya 10 spam yang butuh dihapus. Tapi, hehe… teteup ada aja komentar dari teman blogger yang terhapus karena lagi-lagi saya pakai metode yang salah saat meng”approve”.

    Nah, dengan posting ini, saya mau meminta maaf kepada teman blogger yang sudah komentar pada posting namun tidak menemui komentarnya, bukan berarti saya tidak “approve” yah. Saya selalu “approve” kok komentar dari teman blogger sekalian. Mau bagus atau jelek isi komentarnya.

    Jadi, jangan kapok yah kasih komentar ke blog saya. Doakan semoga saya tidak lupa lagi metode yang benar saat “approve” komentar dari teman blogger. Maklum, akhir-akhir ini lagi banyak pikiran jadi suka lier euy…

    Category: Curhat, Terkini  Tags:  5 Comments

    Baru baca posting berantai dari salah satu blog teman baik saya, mbak Ade, tentang topik ”Bersyukur”.

    Karena ide dari mbak Dini untuk menyebarkan topik ini melalui blog sangat bagus, jadi sejak 2 hari yang lalu saya nongkrong di halaman “Write Post” sambil berharap tulisan mengalir keluar lancar seperti air terjun.

    Percaya gak sih? Kalau saya membutuhkan waktu lebih dari 48 jam untuk mulai menulis posting dengan topik ini. Haha, ternyata yah lebih gampang berkeluh kesah daripada bersyukur. Tul kan? Ngaku gak?

    Tiap hari, tiap jam bahkan tiap menit, keluh kesah mengalir dengan lancar dan diungkapkan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang sedang “trend” untuk berkeluh kesah adalah melalui Facebook. Status diupdate terus dengan berbagai macam keluhan. Contohnya saja keluhan saya beberapa hari  yang lalu :

    Arleta bilang kalo gw ngopi melulu tandanya “boring level increased.”

    atau

    Arleta heran ma batuk yang gak sembuh2… br seminggu mereda eh kumat lagi… *godeg2*.

    dst…. Pokoknya mengeluh terus. Kalau gak ngeluh, ya ngomel. Hehe…

    Kalau kita hitung nih, dalam sehari berapa kali sih kita berkeluh kesah? Satu, dua atau tak terhingga? Trus, berapa kali kita bersyukur dalam kurun waktu yang sama?  Lima kali sesuai jumlah waktu sholat wajib? Atau malah di saat sholat kita cuma sibuk meminta kepada-Nya, tapi lupa mengucapkan syukur? Hiks… jadi malu sama diri sendiri dan kepada-Nya.

    Allah, maafin hambamu ini yang sering lupa untuk kerap bersyukur atas limpahan nikmat-Mu bagaimana pun bentuknya.

    Kalau dipikir, hidup kita di dunia kurang apa lagi?

    Walaupun hingga saat ini belum bisa punya rumah sendiri, tapi setidaknya saya masih dikasih tempat menumpang hidup yang layak.

    Walaupun gaji tidak seberapa jika dibandingkan yang lain, paling tidak hingga saat ini saya masih bisa menggaji pembantu buat mengurus Dira, memenuhi kebutuhan sandang dan pangan dan memberi sedikit hiburan untuk Dira.

    Tidak seperti seorang bapak dan anak yang sering saya lihat di emperan apotek di perempatan Cilandak KKO. Tidak memiliki rumah dan pekerjaan, Namun, membuat saya takjub dan haru saat melihat kasih sang bapak yang dengan sabar memangku anak perempuannya tertidur lelap di atas pangkuannya sambil berselimutkan kain sarung butut yang warnanya sudah tidak jelas lagi.

    Saya juga seperti dibukakan jalan untuk menemukan dengan peluang bisnis yang menghasilkan uang walau jumlahnya belum jutaan. Bahkan entah mengapa Allah berbaik hati kepada saya sehingga jaringan downline bisa terus berkembang. Padahal saya bukan tipe orang yang pandai merayu orang lain untuk bergabung dengan peluang bisnis tersebut.

    Saya diberi kepercayaan oleh-Nya untuk mempunyai seorang anak setelah hampir 2 tahun tak kunjung hamil. Bahkan saya ingat kalau sempat berkata kepada suami, “Hun, kalau kita gak punya anak, gak apa-apa yah?” Dan suami berusaha untuk menenangkan diri saya.

    Tapi ternyata, kita ditemukan jalan untuk mengetahui masalah yang terjadi sekaligus penyelesaiannya walau harus mengeluarkan biaya bulanan untuk pengobatan sebelum dan selama kehamilan yang jumlahnya cukup berarti bagi keuangan kami.

    Dan bahkan, keinginan saya dikabulkan (lagi) oleh-Nya untuk dapat mengalami proses melahirkan secara normal, walaupun harus menahan sakit akibat kontraksi selama empat hari. Sakit yang membawa nikmat, kalau saya boleh melukiskannya dengan kata-kata.

    Saya masih dikelilingi oleh teman-teman yang baik hingga saat ini. Saya diberi kesempatan buat kenal dengan teman yang sangat suportif dan kekeluargaan di lingkungan kerja (mbak Ade, mbak Yuyun, mbak Yusi, Ega, Desy, Laily, Dewi, mbak Yenny, Arzul, de el el…).That’s why I miss you guys!

    Saya masih diberi kesempatan untuk mengenal dunia blogging. Saya bisa berkenalan dengan banyak teman di dunia maya. Saya bisa belajar tentang banyak hal dari sesama blogger.

    Tuh kan! Ternyata kalau digali lebih dalam, masih ada segudang hal-hal kecil yang harusnya saya syukuri.

    Wah, mungkin mulai sekarang, saya harus berusaha untuk selalu mengucapkan “Alhamdulillah” untuk hal-hal kecil yang saya nikmati.

    Ya Allah! Jangan lupa sentil hamba-Mu ini kalau lupa bersyukur terus. Tapi sentilnya jangan kuat-kuat yah! (hehe teteup minta yang enak)

    Amin. :D

    Oya, kalau kamu mau baca posting dengan topik “Bersyukur”, langsung saja baca di blog ini:

    Category: Terkini  Tags:  4 Comments
    Anakboncel