Garing yah dunia ini kalo ndak bisa ngenet, apalagi ngeblog. Hehehe, yah nasib yang mau pindahan rumah nih. Kerajinan mutusin sambungan fastnet, yah beginilah jadinya… malming berasa garing.
Sebenarnya banyak nih yang mau diceritakan. Tapi bingung mau mulai dari mana.
Btw, masih ingat posting saya yang berjudul “Sekelumit Kisah Pindah Ruangan“?
Ternyata, kisah tersebut bersambung dan lumayan bikin orang yang menjadi “selebritis lokal” jadi “kesal, marah, murka, dst…”. You name it!
Kisah kali ini menyangkut kejadian dengan si Pak X.
Jadi, pas hari Senin setelah kita resmi dipindahkan ke lantai 2, salah satu teman saya (sebut saja I) yang ruangannya digusur secara paksa, akhirnya mendatangi ruangan Pak X dengan niat untuk berbicara dari “hati ke hati”. Pembicaraan ini disaksikan oleh dua orang yaitu teman saya M (yang mengalami secara langsung penggusuran tersebut) dan seorang petinggi kepegawaian di kantor (kita sebut saja Pak R).
Seminggu kemudian, si I berkunjung ke kantor marketing dan dia kaget ketika mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para Product Manager. Ternyata, gosip tentang pembicaraan “hati ke hati” itu telah menyebar dengan sukses sehingga I menjadi selebritis dadakan. I bahkan dielu-elukan oleh pihak markerting karena berani melakukan tindakan pada pihak factory yang diwakili oleh Pak X.
Setelah mendengar gosip lengkap yang beredar, ternyata isinya telah diberi imbuhan sana sini. Mulai dari cerita bahwa si I melakukan pendobrakan pintu hingga I menarik kerah baju Pak X.
Wihh jelas I jadi murka! Apa-apaan nih! Siapa yang menyebarkan gosip beginian?
“Beneran, gue gak sampe begitu kok! Lu boleh tanya M deh karena dia saksi mata gue,” tukas I. Hehe, saya sih jelas percaya sama I karena I ini adalah cowok “cerewet” (xixixi…) yang tidak punya tendensi sama sekali untuk melakukan tindakan kekerasan fisik. Kekerasan mulut sih, mungkin… xixixi…
Selidik punya selidik, ternyata yang menyebarkan gosip adalah Pak R. Gubrak!!! Petinggi kepegawaian bisa-bisanya bikin cerita melebih-lebihkan seperti itu yah? Ha ha ha… jangan heran kenapa para manajer di kantor saya gak ada yang bener, soalnya para petinggi yang merekrut mereka juga sama gak benernya.
Lucunya, setelah I coba klarifikasi ke Pak R, beliau tidak mau mengaku. Bahkan salah seorang manajer di departemen saya sempat menyindir masalah ini di hadapan Pak R, dan beliau tetap tidak mau mengaku. Ya iyalah! Mana ada kucing garong yang mau ngaku ngambil ikan asin di meja makan.
Kenapa si Pak R melakukan hal ini? Kalau saya lihat sih, kemungkinan besar hal ini dilakukan untuk menarik simpati pihak marketing karena Pak R ini tidak disukai oleh mereka. Selain itu, adanya “masalah” yang tidak terselesaikan antara marketing dan factory sehingga memicu Pak R untuk melakukan trik ini. Trik yang niatnya kok kelihatannya untuk semakin mengadu domba kedua belah pihak.
Riweh yah kantor saya! Makanya jangan masuk ke sini deh! Wkwkwkwk…
Yang bikin sebal, kok lagi-lagi orang dari departemen saya yang dijadikan “selebritis”?
Hmm, jadi ingat lagi nih kata-kata bos kalau hampir semua anggota departemen saya dapat gelar selebritis. Termasuk saya!
Minggu lalu bahkan departemen kita dapat gelar baru lagi. “Exclusive!” Wow! Keren kan gelarnya? Xixixi… Siapa yang kasih gelar? Bos besarnya orang pabrik!
Jadi, si bapak besar ini bilang ke bos kita kalau anak-anak di departemen ibu ini kok kayaknya meng-ekslusifkan diri yah? Tidak seperti anak-anak di bagian QA.
Maksudnya Pak?
Yang saya ingat, sehari sebelum pernyataan tersebut keluar, saya dan beberapa teman sempat bertemu dengan beliau dan bos QA saat hendak makan siang keluar. Kita memang pergi makan siang dengan mobil pribadi salah seorang teman saya. Apakah itu penyebabnya? Entahlah! Yang jelas sih, pasti ada yang jadi kompornya dalam hal ini. Gak usah saya bilang juga sudah bisa ditebak kan biangnya?
Saya cuma bisa bilang, kok yah orang di posisi yang sudah tinggi masih sempat-sempatnya urus-urus hal printilan gak penting kek gitu yah? Mana kalau ditilik dari segi usia, si bapak ini kan sudah banyak makan asam garam kehidupan. Kenapa cara berpikirnya masih sempit begini? Gak heran nih perusahaan gak maju-maju.
Hehe dah dulu ah posting hari ini! Berhubung waktu kerja di perusahaan tahu-tempe ini tinggal hitungan hari, saya harus bergiat buat status sebelum ditransfer ke teman (yang ketiban kerjaan)
May Allah bless our day!