Archive for » May, 2009 «

Hehe… muncul sebentar ah di sela-sela woro-woro hiatus. Numpang online dari warnet nih soalnya gak punya hengpong serba bisa.

Buat yang sudah kasih komeng soal status hiatus saya, terima kasih yah. Huhu… I miss you guys! I miss blogwalking, komeng sana sini, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan ngeblog. Janji kok, setelah bisa online lagi di tempat yang baru, saya bakalan lebih sering posting. *dengan catatan gak sibuk dengan urusan anak dan suami :P *

Dahhhh… sampai jumpa lagi.

Category: Terkini  17 Comments

Hiatus!

Yup, for the next several weeks, my status will be hiatus. (hehe btw apa sih artinya hiatus? ikut-ikutan aja nih soalnya)

I won’t be able to connect to internet. Well, not until I arrived in Paiton.

So today will be my last day to do blogwalking. Hmm, well, I plan to come to the office on Friday to complete all of my business.

*sigh* Keknya, gaji bakalan pending nih secara masih ada urusan advance yang harus diselesaikan dan urusan transfer kerjaan yang tertunda terus karena yang ditransfer pada sibuk.

Jadi, mohon maaf yah kalau comment Anda semua belum bisa muncul di blog ini. Itu tandanya saya belum kembali online.

Silahkan tinggalkan pesan yah di shoutbox buat yang mau tukaran link atau kirim email deh ke betterchances@gmail.com.

Buat yang mau daftar d’BC Network, hyuk langsung isi data Anda di sini. Mumpung ada promo rekrut yang bisa kamu baca di sini.

Biar mau hiatus, promo tetap harus jalan terus kan?

Huuuu… I’m gonna miss the blogwalking activity. the post writing activity, etc. And I’m gonna miss you guys!

Buat yang masih aku hutangi award, mbak Fanda, Buwel dan (hmm hehe lupa siapa lagi yah?), mohon maaf yah belum bisa posting. Tolong diingatin yah daku masih punya hutang postinga award sama siapa lagi!

And, last but not least, wish me luck with my new life as a housewife.

Category: Terkini  Tags: ,  26 Comments

Akhirnya pakai nama domain gratisan deh dari co.cc buat blogku yang ini. Alamatnya di http://www.debetterchances.co.cc. Mayan, lebih irit beberapa abjad kalau mengetikkan alamatnya. (Wkwkwk… harus ikut hitung-hitungan juga nih).

Today is another lazy day. Transfer kerjaan lom beres sih. Tapi paling gak saya tak ada rasa terbebani seperti saat masih dalam status “pegawai”. Hehe, emang enak ya status “quo” begini. Males kerja yah siapa juga yang mau ngomel, bentaran lagi juga keluar.

Dan, mumpung masih bisa pakai internet kantor untuk “ngeblog” di siang hari, jadilah saya tiap hari menulis posting gak penting seperti ini.

Topik hari ini terinspirasi oleh seorang ibu paruh baya yang sukses naik Metro Mini 619 jurusan Cinere tanpa sepeser uang pun.

Ceritanya nih sudah dari hari Senin saya ngambek gak mau naik angkot 102. Gara-garanya karena pas pulang kantor hari Jumat, supir angkot 102 yang saya tumpangi bertindak bodoh. Saat saya turun di Jl Jakarta dan berusaha untuk menyebrang jalan, mendadak para tukang ojek teriak-teriak dan tahu-tahu badan saya terdorong mobil. Iya! Masa tuh supir mundurin angkotnya (karena ada angkot ngetem di depan mobilnya) tanpa lihat-lihat kalau ada orang (saya) di belakang. Mana sampai 2 kali mundur pula. Tangan saya sampai sakit mukulin kaca mobil angkotnya. Sayang saya sudah lemas duluan sehingga gak mendatangi supir itu buat nampol mukanya sekalian.

Eh lanjut… kenapa juga malah jadi ngomel soal supir angkot.

Akibat aksi mogok naik angkot, akhirnya sudah 3 hari ini saya selalu setia menunggu Metro Mini 619 lewat. Jadi, walaupun harus berjubel di antara gerombolan anak sekolah SMP (mayoritas penumpang Metro 619 jam 18.00 yang berdiri) paling tidak saya tidak ngedumel sepanjang perjalanan. (Yah kalo naik bis ngedumel dikit sih, apalagi kalau tercium bau keringat tak sedap hehe…)

Nah, kemarin tuh, setelah saya naik ke dalam bis, di belakang saya menyusul seorang ibu paruh baya yang dari wajahnya mungkin baru berusia sekitar 45-50 tahun. Karena bagian dalam bis kosong, akhirnya saya bergeser masuk dan masih diikuti oleh si ibu dan beberapa penumpang lain yang juga baru naik.

Cring.. cring… Kenek bis menagih uang ongkos bis kepada saya.

Saya memberikan uang ongkos 2 ribu perak.

Cring.. cring… Kenek bis mengarahkan tangannya ke arah si ibu.

Tak ada reaksi sama sekali dari si ibu.

Cring.. cring… Kenek kembali memberikan isyarat kepada si ibu.

Cring.. cring… Gemerincing uang koin tambah keras. Si ibu bahkan tidak menoleh sama sekali.

Cring… Kenek akhirnya menyerah. Sebal. Dia menagih ongkos bis kepada penumpang lainnya.

Si ibu? Hehe tetap tanpa ekspresi sama sekali.

Saya sampai mikir, sebenarnya si ibu ini sehat atau “agak sakit” yah? Soalnya benar-benar gak ada ekspresi sama sekali. Dibilang ada kelainan, sepertinya sehat kok. Karena ketika ada bangku kosong, si ibu langsung duduk dengan baik.

Hehe… enak juga yah! Bisa naik bis gratis. Apa perlu dicoba?

Tapi kalau dipikir si kenek bis lumayan baik karena tidak menagih ongkos sampai ribut-ribut. Kan ada tuh kenek yang suka kasar kalau ternyata ongkos kita kurang (apalagi gak bayar yah?)

Hyuk! Yang mau coba-coba naik Metro Mini atau Kopaja atau bis lainnya secara gratis, bisa dicoba cara si ibu itu. Hehe

Heran yah, cerita yang berkaitan dengan kantor saya gak ada habis-habisnya.

Hari ini saya mau komplain ke Finance nih yang gak bayar-bayar toner tinta di mesin fotokopi depan yang berakibat terjadinya antri cukup lama di ruang fotokopi.

Jadi, kantor saya tuh punya 2 mesin fotokopi. Yang pertama diletakkan di ruangan dekat resepsionis dan yang kedua diletakkan agak ke belakang.

Dulu sih saya sering menggunakan mesin fotokopi yang kedua karena tidak terlalu jauh dengan lokalisasi department. Namun, semenjak pindah ke lantai 2, mesin fotokopi rasanya menjadi jauh sekali.

Yah, sebenarnya lokasi ruangan yang baru sih gak terlalu jauh dengan mesin fotokopi pertama. Cuma suka males aja harus bolak-balik naik turun tangga cuma buat fotokopi dan saya menjadi kurus karenanya, akhirnya dokumen yang harus dikopi biasanya saya tumpuk selama 2 hari 2 malam.

Nah hari ini ceritanya adalah jadwal saya untuk fotokopi dokumen registrasi untuk dikirimkan ke negara yang bersangkutan. Dengan semangat menggebu saya turun membawa tumpukan ke arah mesin fotokopi pertama.

Loh kok sepi yah? Tumben banget! (Rasa hati senang karena tak ada saingan yang pakai mesin itu). Lah, kok tintanya bluwek gini? Oh, ternyata tonernya habis. Eh, bukannya toner habis dah dari hari Jumat yang lalu? Kenapa belum diisi juga yah? (keluar deh gerutuan panjang)

Saya menuju ke mesin fotokopi kedua. Dan, ya ampun… antri!

“Mas Hari, masih banyak yah?” tanya saya. “Eh mbak. Saya sih sedikit lagi, tapi ini si Erna banyak keknya,” jawab Hari. Saya melihat ke arah Erna dengan penuh harap. “Aku sih cuma segini (ditunjukkannya 1 tumpuk dokumen setebal kurleb 200 halaman), cuma kopinya 3 kali,” kata Erna. Oh, baiklah! Saya akan menunggu dengan setia di sini.

Setelah Erna selesai fotokopi kira-kira 15 menit kemudian, saya bergegas memfotokopi dokumen.

“Mbak, boleh gak aku nyelak? Aku dah ditungguin sama orang B***r nih yang mau bawa dokumen. Boleh ya mbak? Maaf banget,” mendadak ada suara terdengar dari pintu masuk.

Saya menoleh ke arah pemilik suara sambil melirik ke arah dokumen yang dimaksud. Oh, baiklah! Karena ditunggu orang, silahkan duluan pakai mesin fotokopinya.

Saat saya sedang menunggu dengan sabar, mendadak masuk seorang gadis lain yang berkata, “Mbak Uke, banyak yah fotokopinya?” Saya menunjuk ke arah sisa tumpukan dokumen. “Mbak, nyelak yah. Aku cuma dikit kok. Cuman segini nih,” katanya lagi. Oh, baiklah! Karena cuma sedikit, silahkan pakai mesin fotokopinya setelah There.

“Wah ngantri yah? Aku juga mau fotokopi nih. Ditungguin nih. Sejam harus kelar,” suara lain masuk ke ruangan fotokopi. Aku mengernyitkan muka. Pasrah deh kalau bakalan diselak lagi antriannya.

There selesai fotokopi dan kemudian dilanjutkan Visi. Setelah itu, saya buru-buru bangkit. “Ana, aku duluan yah. Gak pake lama kok! (Hehe, padahal masih banyak juga)” ucap saya.

Akhirnya, saya berhasil juga memenuhi jadwal fotokopi hari ini, dalam waktu 60 menit. Lelah rasanya. Sambil membawa hasil fotokopi ke lantai 2, saya terus menggerutu.

“Ampun deh! Kenapa sih bayar toner aja yang cuma beberapa ratus ribu aja kok kayaknya susah banget! Apaan sih yang dihitung-hitung? Keribetan ngitung keknya sampe gak dibayar-bayar tuh toner.”

Sabar… sabar… tinggal menghitung hari ini kan?

Counting down for my last days to freedom…

Category: Curhat  21 Comments

Hari ini mau cerita apa yah?

Hehe, saya kembali ngeblog nih… padahal kemarin sudah berjanji kalau hari ini cuma mau melakukan pekerjaan kantor. Beneran deh! Kemarin tuh niat kalau hari ini mau menyelesaikan dokumen yang masih pending di meja. Nyatanya kok malah buka halaman “Write Post” yah?

Anyway, I met my old friend from elementary school in Facebook (FB). Hah? So what? Nothing special about it. Well, kinda special for me because I’ve been looking for him for years.

Nah ya… kenapa coba saya nyariin dia? Pasti ada apa-apanya deh! Emburrr! Benar sekali!

Jadi sekitar 1 dekade yang lalu, teman saya ini, sebut saja E, pernah menelpon ke rumah. Saya kaget banget saat dia menyebutkan namanya. Gak nyangka kalau dia menelpon loh secara saya pindah dari Banjarbaru (Kal-Sel) ke Jakarta hampir 1 dekade juga. Nah, dari perbincangan yang hanya berlangsung 20 menit itu, dia meninggalkan no telp dan alamat sambil berpesan kalau saya ke Jogja harus mampir ke kosnya.

“OK deh!” jawab saya sambil menuliskan no telp dan alamat tersebut di buku coret-coret.

Terus terang saya lupa dengan catatan no telp dan alamat tersebut hingga beberapa tahun yang lalu saya mendapat tugas dari kantor untuk training di Jogja. “Oya… kan ada teman SDku di Jogja. Wah kayaknya dikasih no telp deh. Dimana yah?”

Setelah mengorek ingatan, hwaradalahhh… rupanya buku core-coret tersebut masih ada di mantan pacar saya yang pertama (sebelum bapaknya Indira). Haduhhh! Kenapa gak dibalikin yah sama dia? Gak mungkin pula saya minta kembali secara dulu alasan kita putus tidak baik.

Hal ini kemudian terlupakan seiring berlalunya waktu.

Hingga…. suatu hari saya lihat daftar teman dari seorang teman SD (yang lain) di Facebook. “Wah, ada teman SD saya yang masih berdomisili di Kalimantan Selatan nih.” pikir saya.

Bermula dari situ, akhirnya saya bisa bertemu dengan teman SD lain-lain seperti I dan N. Pada si N lah akhirnya saya bisa bertanya mengenai E. Rupanya, si N akhirnya bertemu dengan E dan bilang kalau saya mencari dia. “Kamu sign up aja di FB. Banyak ketemu teman-teman lama loh!” Konon begitu promosi N kepada E.

Setelah info dari N itu, akhirnya E buka account di FB. Dan orang pertama yang dia cari adalah saya ;) . Dan sejak itulah akhirnya kita berkirim message hingga hari ini.

Setelah kita bercakap-cakap melalui tulisan, terbukalah motivasi mengapa dulu E pernah menelpon saya. Ternyata eh ternyata, dia pernah naksir diri saya ini. Huhuhu.. kenapa gak dari dulu bilangnya? Pas kita masih jaman lucu-lucunya itu.

Soalnya saya dulu juga “have a crush on him” tapi gak berani menaruh harapan karena kurangnya rasa percaya diri. Lagi pula, ada seorang teman cewek saya yang naksir E mati-matian. And I was her love messenger.

Nasib… nasib…

Yang lebih bikin geleng-geleng kepala (berusaha untuk menyadarkan diri), ternyata E adalah original version dari tipe cowok yang saya sukai. Dan hampir semuanya klop dengan apa yang tampak pada my Hunny Papil. Sama-sama punya mata bagus, berkulit gelap (bukan hitam banget yah! wkwkwk…), rambut agak bergelombang, berbintang scorpio.

Bwahahahaha….. saya cuma bisa merasa geli setiap baca message di FB dari E. Tambah banyak yang kita buka, tambah banyak hal yang bikin geli.

Seperti contoh, saat kita sudah menginjak SMP kelas 1, E sering sekali main ke kelas saya di 1B. Alasannya macam-macam dan yang paling sering adalah bercanda dengan N (yang kebetulan teman sekelas saya). Jadi teringat betapa seringnya dulu dia menggoda saya saat sedang main ke 1B. Dan biasanya saya menanggapinya dengan pura-pura marah (marah tapi senang hehe..).

E juga cerita kalau dulu sempat ikut mengantar karangan bunga yang dipesan oleh mama saya bersama dengan alm. ibunya ke rumah saya. Katanya, “Aku maksa ikut sama ibu tuh. Cuma supaya bisa curi-curi pandang ke anak yang punya rumah.”

Ada senangnya dan ada sedihnya membaca tulisan E di message FB. *sigh*

Senangnya karena tidak menyangka bahwa ada juga cowok yang bisa menyukai saya padahal saat itu saya chubby banget. Bahkan salah seorang teman main kami di kompleks (hehe iya, kita juga tinggal di kompleks perumahan yang sama), sebut saja Is, suka memanggil saya “Amak” alias si Endut. Tiap kali main bersama, pasti Is tidak lupa selalu menyindir soal kegendutan saya sehingga lama-kelamaan saya jadi menjauh dari teman-teman main.

Sedihnya karena tidak menyangka kalau E ternyata mencari saya cukup lama hingga mendapatkan no telp. Tapi nyatanya, saat dia sudah bisa menghubungi saya dan meninggalkan no telp, eh sayanya malah lupa dan mengabaikannya.

Yah, mungkin ini yang namanya jodoh berkelit alias gak jodoh. Hehehe….

Tapi, dibalik cerita saya di atas, saya cuma mau menyinggung sedikit sisi positifnya dari punya account di Facebook. Kita bisa ketemu dengan teman, mulai dari yang lama sampai yang baru. Bisa komeng status orang sesuka hati. Bisa main game buat mengenyahkan kebosanan. De el el.

Sisi negatifnya? Alhamdulillah sejauh ini saya belum merasakannya. Tapi, menurut teman kantor saya, ada seorang cewek yang pernah dipecat dari kantornya karena isi status FBnya. Hehe, jadi berhati-hati yah kalau share status di FB. Ini pesan khusus buat yang masih bekerja sama orang lain. Buat yang mau resign kayak saya sih, sering-sering deh login ke account FBnya. Wahahaha….

Oya, sedikit melenceng nih. Pernah loh ada yang buat account FB atas nama bos saya. And you know what? (No!!!) Profile pic yang dipasang adalah foto bugil yang diganti kepalanya dengan wajah si bos. Jahat banget yah! Si bos baru tahu soal ini setelah ada orang kantor saya yang bilang.

Namun, setelah anak si bos mencoba menelusuri, rupanya account tersebut telah dihapus. Siapa tersangkanya? Yah si bos curiga sih dengan seseorang di kantor, tapi tidak etis rasanya kalau beliau melemparkan tuduhan tanpa bukti mendasar. Akhirnya, hal ini cuma dishare ke kita dengan pesan supaya lebih berhati-hati dengan orang-orang di kantor.

Yah sudahlah! Lagi-lagi saya bikin posting melenceng sana sini. Silahkan dinikmati. Jangan lupa komengnya yah!

Senangnya ketika ada blogger lain yang nge-tag blog kita saat memberikan award.

Alhamdulillah saya terima award lagi dari Kuyus. Hehe, thanks yah Sis! Awardnya keren!

Yang buat saya jadi tambah senang adalah nama awardnya “Your Blog is The Best”.

Oh yes! Hehe.. boleh dong saya berasa melayang-layang di udara karena ada yang bilang Anakboncel is The Best. Xixixi…

Terus terang, terima award ini membuat sakit gigi yang saya derita hari ini mereda. Huhu… baru kali ini ngerasain namanya gusi bengkak karena sakit gigi. Beneran deh! Biasanya saya cuma bisa sok merasa simpati bila ada yang mengeluh sakit gigi. Rupanya, sakit gigi emang gak enak! (Tapi teteup enakan sakit gigi kali daripada sakit hati :D )

Eniwei, ini awardnya. Hehe, bagus yah? *senyum lebar sambil meringis*  

Dan seperti award-award lainnya, award di atas juga harus dilempar kepada blogger lain. Hmm, kayaknya gak ada persyaratan khusus deh yang menyertai pelemparannya.

Jadi, berikut adalah 6 blogger yang kepikiran di otak saya saat buat posting ini

  1. Mbak Fanda
  2. Irma Senja
  3. Mbak Ade
  4. Mas Stein
  5. Eka Situmorang
  6. Muzda
  7. Eagleval
  8. Waiting list… :D

Hehe, terima yah awardnya. I love your blogs! I think you always make a wonderful posts which keep cheering me up during office hours. *ketahuan deh suka ngeblog selama jam kerja*

Category: Award  Tags:  22 Comments

Garing yah dunia ini kalo ndak bisa ngenet, apalagi ngeblog. Hehehe, yah nasib yang mau pindahan rumah nih. Kerajinan mutusin sambungan fastnet, yah beginilah jadinya… malming berasa garing.

Sebenarnya banyak nih yang mau diceritakan. Tapi bingung mau mulai dari mana.

Btw, masih ingat posting saya yang berjudul “Sekelumit Kisah Pindah Ruangan“?

Ternyata, kisah tersebut bersambung dan lumayan bikin orang yang menjadi “selebritis lokal” jadi “kesal, marah, murka, dst…”. You name it!

Kisah kali ini menyangkut kejadian dengan si Pak X.

Jadi, pas hari Senin setelah kita resmi dipindahkan ke lantai 2, salah satu teman saya (sebut saja I) yang ruangannya digusur secara paksa, akhirnya mendatangi ruangan Pak X dengan niat untuk berbicara dari “hati ke hati”. Pembicaraan ini disaksikan oleh dua orang yaitu teman saya M (yang mengalami secara langsung penggusuran tersebut) dan seorang petinggi kepegawaian di kantor (kita sebut saja Pak R).

Seminggu kemudian, si I berkunjung ke kantor marketing dan dia kaget ketika mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para Product Manager. Ternyata, gosip tentang pembicaraan “hati ke hati” itu telah menyebar dengan sukses sehingga I menjadi selebritis dadakan. I bahkan dielu-elukan oleh pihak markerting karena berani melakukan tindakan pada pihak factory yang diwakili oleh Pak X.

Setelah mendengar gosip lengkap yang beredar, ternyata isinya telah diberi imbuhan sana sini. Mulai dari cerita bahwa si I melakukan pendobrakan pintu hingga I menarik kerah baju Pak X.

Wihh jelas I jadi murka! Apa-apaan nih! Siapa yang menyebarkan gosip beginian?

“Beneran, gue gak sampe begitu kok! Lu boleh tanya M deh karena dia saksi mata gue,” tukas I. Hehe, saya sih jelas percaya sama I karena I ini adalah cowok “cerewet” (xixixi…) yang tidak punya tendensi sama sekali untuk melakukan tindakan kekerasan fisik. Kekerasan mulut sih, mungkin… xixixi…

Selidik punya selidik, ternyata yang menyebarkan gosip adalah Pak R. Gubrak!!! Petinggi kepegawaian bisa-bisanya bikin cerita melebih-lebihkan seperti itu yah? Ha ha ha… jangan heran kenapa para manajer di kantor saya gak ada yang bener, soalnya para petinggi yang merekrut mereka juga sama gak benernya.

Lucunya, setelah I coba klarifikasi ke Pak R, beliau tidak mau mengaku. Bahkan salah seorang manajer di departemen saya sempat menyindir masalah ini di hadapan Pak R, dan beliau tetap tidak mau mengaku. Ya iyalah! Mana ada kucing garong yang mau ngaku ngambil ikan asin di meja makan.

Kenapa si Pak R melakukan hal ini? Kalau saya lihat sih, kemungkinan besar hal ini dilakukan untuk menarik simpati pihak marketing karena Pak R ini tidak disukai oleh mereka. Selain itu, adanya “masalah” yang tidak terselesaikan antara marketing dan factory sehingga memicu Pak R untuk melakukan trik ini. Trik yang niatnya kok kelihatannya untuk semakin mengadu domba kedua belah pihak.

Riweh yah kantor saya! Makanya jangan masuk ke sini deh! Wkwkwkwk…

Yang bikin sebal, kok lagi-lagi orang dari departemen saya yang dijadikan “selebritis”?

Hmm, jadi ingat lagi nih kata-kata bos kalau hampir semua anggota departemen saya dapat gelar selebritis. Termasuk saya! ;)

Minggu lalu bahkan departemen kita dapat gelar baru lagi. “Exclusive!” Wow! Keren kan gelarnya? Xixixi… Siapa yang kasih gelar? Bos besarnya orang pabrik!

Jadi, si bapak besar ini bilang ke bos kita kalau anak-anak di departemen ibu ini kok kayaknya meng-ekslusifkan diri yah? Tidak seperti anak-anak di bagian QA.

Maksudnya Pak?

Yang saya ingat, sehari sebelum pernyataan tersebut keluar, saya dan beberapa teman sempat bertemu dengan beliau dan bos QA saat hendak makan siang keluar. Kita memang pergi makan siang dengan mobil pribadi salah seorang teman saya. Apakah itu penyebabnya? Entahlah! Yang jelas sih, pasti ada yang jadi kompornya dalam hal ini. Gak usah saya bilang juga sudah bisa ditebak kan biangnya?

Saya cuma bisa bilang, kok yah orang di posisi yang sudah tinggi masih sempat-sempatnya urus-urus hal printilan gak penting kek gitu yah? Mana kalau ditilik dari segi usia, si bapak ini kan sudah banyak makan asam garam kehidupan. Kenapa cara berpikirnya masih sempit begini? Gak heran nih perusahaan gak maju-maju. :P

Hehe dah dulu ah posting hari ini! Berhubung waktu kerja di perusahaan tahu-tempe ini tinggal hitungan hari, saya harus bergiat buat status sebelum ditransfer ke teman (yang ketiban kerjaan)

May Allah bless our day!

Lagi malas menulis nih. Jadi saya copas saja yah artikel yang lumayan menarik untuk dibaca. Sayangnya saya gak tau penulisnya siapa karena cuma dapat

Hanya pengingat agar kita (dan saya, khususnya) tidak lupa bersyukur karena hari ini masih bisa buka blog (walau dari kantor xixixi…), masih bisa jajan makan pagi (dan makan siang nanti), masih bisa bayar biaya pap smear, masih bisa naik angkutan umum sebagai penumpang (dan bukan pengemis/pengamen jalanan), dan masih banyak lagi hal-hal lain yang bikin senewen padahal sebenarnya gak penting banget.

Moga-moga semua pengunjung yang mampir dapat menikmati bacaan ini.

Sebuah cerita tentang hidup dari negeri India….

Saya pikir, hidup ini kayaknya cuma menambah kesulitan2 saya aja! Kerja menyebalkan, hidup tak berguna dan nggak ada sesuatu yang beres!! Tapi semua itu berubah… sejak kemarin…
Pandangan saya tentang hidup ini benar2 telah berubah! Tepatnya terjadi setelah saya ber-cakap2 dengan teman saya. Ia mengatakan kepada saya, bahwa walau ia mempunyai 2 pekerjaan dan berpenghasilan sangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersuka cita.
Saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersuka cita selalu dengan gajinya yang minim itu untuk menyokong kedua orangtuanya, mertuanya, istrinya, 2 putrinya, ditambah lagi tagihan2 rumah tangga yang numpuk!!!

Kemudian ia menjelaskan, bahwa itu semua, karena suatu kejadian yang ia alami di India. Hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu, saat ia sedang berada dalam situasi yang berat. Setelah banyak kemunduran yang ia alami itu, ia memutuskan untuk menarik nafas sejenak dan mengikuti tour ke India. Ia mengatakan, bahwa di India, ia melihat tepat di depan matanya sendiri, bagaimana seorang ibu MEMOTONG tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah golok!! Keputusasaan dalam mata sang ibu, jeritan kesakitan dari seorang anak yang tidak berdosa yang saat itu masih berumur 4 tahun!!, terus menghantuinya sampai sekarang.

Kamu mungkin sekarang ber-tanya2, kenapa ibu itu begitu tega melakukan hal itu? Apa anaknya itu ’so naughty’ atau tangannya itu terkena suatu penyakit sampai harus dipotong? Ternyata tidak!!! Semua itu dilakukan sang ibu, hanya agar anaknya dapat MENGEMIS…! ! Ibu itu sengaja menyebabkan anaknya cacat, agar dikasihani orang2 saat mengemis di jalanan!! Saya benar2 tidak dapat menerima hal ini, tetapi ini adalah KENYATAAN!! Hanya saja hal mengerikan seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain yang tidak dapat saya lihat sendiri!!

Kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga mengatakan, bahwa setelah itu, ketika ia sedang ber-jalan2 sambil memakan sepotong roti, ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang ia makan itu ke tanah. Kemudian dalam sekejap mata, segerombolan anak kira2 6 orang anak sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah kotor itu… Mereka berebutan untuk memakannya!! (suatu reaksi yang alami dari kelaparan).

Terkejut dengan apa yang baru saja ia alami, kemudian sahabatku itu menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti terdekat. Ia menemukan 2 toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di ke-2 toko itu! Pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia menjual semua rotinya. Kurang dari $100 dihabiskan untuk memperoleh 400 potong roti (jadi tidak sampai $0,25/potong) dan ia juga menghabiskan kurang lebih $100 lagi untuk membeli barang keperluan se-hari2.

Kemudian ia pun berangkat kembali ke jalan yang tadi dengan membawa 1 truk yang dipenuhi dengan roti dan barang2 keperluan se-hari2 kepada anak2 (yang kebanyakan CACAT) dan beberapa orang2 dewasa di situ! Ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya, yaitu kegembiraan dan rasa hormat dari orang2 yang kurang beruntung ini!!

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa heran, bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan dirinya hanya untuk sepotong roti yang tidak sampai $0,25!!

Ia mulai ber-tanya2 pada dirinya sendiri, betapa beruntungnya ia masih mempunyai tubuh yang sempurna, pekerjaan yang baik, juga keluarga yang hangat.

Juga untuk setiap kesempatan, dimana ia masih dapat berkomentar, mana makanan yang enak, mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi, punya begitu banyak hal dimana orang2 yang ada di hadapannya ini AMAT KEKURANGAN!!

Sekarang aku pun mulai berpikir seperti itu juga! Sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian buruknya? TIDAK, sebenarnya tidak buruk sama sekali!!

Nah…., bagaimana dengan Anda? Mungkin di waktu lain, saat kamu mulai berpikir seperti aku, cobalah ingat kembali tentang seorang anak kecil yang HARUS KEHILANGAN sebelah tangannya hanya untuk mengemis di pinggir jalan..!!

Saudara, banyak hal yang sudah kita alami dalam menjalani kehidupan kita selama ini, sudahkah kita BERSYUKUR??? Apakah kita mengeluh saja dan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki??

“Life is Beautiful”

Sudahkah kita bersyukur hari ini?

Hola!

Kemarin buka email di spam inbox. Weleh, ada sebuah email dengan subjek “Link Exchange Proposal”.

Hmm, agak penasaran juga nih dengan subjeknya karena selama ini semua email yang masuk spam biasanya langsung aku kirim ke “tong sampah”.

Ternyata email tersebut berisi penawaran “Link Exchange Proposal” dari seseorang bernama Gina Evans. Mbak Gina ini menawarkan untuk bertukar link dengan websitenya. Isi websitenya sih mengenai “Diet Weight Loss “.

Hmm, kira-kira enaknya diterima ndak yah?

Saya sih sebenarnya sangat tertarik dengan proposal ini. Yah, mana tahu dengan link exchange tersebut, Anakboncel bisa disayang sama mbah Google. Hehe… *ngarepdotcom*

Tapi, berhubung mbak Gina minta agar deskripsi websitenya dituliskan, sepertinya saya harus sedia space khusus untuk itu sementara selama ini link exchange saya tawarkan secara blogroll atau banner exchange.

Kira-kira ada saran ndak buat saya ini?

Websitenya mbak Gina ini bisa dilihat di sini.

Urun saran ke saya yo! Ditunggu loh!

Pengumuman!

Saya sedih! Karena dah gak bisa online lagi dari rumah. Soalnya tanggal 30 April merupakan hari terakhir sambungan Fastnet dapat digunakan. Maklum, mau pindahan ke Paiton jadi semua layanan diputusin. Akibatnya, saya tak bisa ngeblog hingga larut malam dan melakukan blogwalking kemana-mana.

Saya ngantuk! Tanggung jawab nih Dogil! Abis makan siang gratis kenapa mata jadi tambah berat begini. Benar-benar penyakit yah! Lapar bikin gak konsen kerja. Kenyang? Bikin ngantuk dan malas kerja. Xixixi…..

Saya malas kerja! Yah yang ini mah gak perlu ditulis lagi juga dah ketauan. Tapi beneran tambah malas deh! Apalagi sejak saya melayangkan surat pengunduran diri. Hore! Tinggal menghitung minggu…. satu… dua… tiga…

Saya siap-siap mau pulang kerja! Biasa, namanya juga makhluk ‘teng and go’. Begitu jam tepat pukul 5 sore, langsung baris di depan absen, dan go home deh.

Hmm, jadi ingat hari Sabtu lalu teman saya cerita kalau Pak Yunus (OB di kantor lama saya) bilang kalau dia kangen sama Uke. Soalnya sejak Uke resign dari M***k, gak ada lagi tuh yang ngingetin dia jam pulang kantor yang tepat waktu. Nah, trus mbak Marfungah (dari kantor saya yang lama juga) ternyata berpikiran sama.

Huehehehe… ternyata saya nih dikangenin banyak orang yah! Dengan alasan yang jelas dibenci oleh bos atau teman kerja yang termasuk “workaholic”. Jadi penasaran… ada yang bakal kangen saya lagi gak yah nantinya setelah keluar dari A*****s?

Tapi yah, memang begitulah saya! I don’t like to work overtime! Apalagi karena alasan takut sama bos. Bwahhhhh… gak penting banget! Makanya dulu sempat kesal juga saat kerja di K**** dan dipindah ke Cempaka Putih. Soalnya otomatis saya diminta oleh bos kecil untuk lebih melonggarkan prinsip ‘teng and go’ itu dan pulang 1 jam lebih mundur dari seharusnya. Yah, karena kasihan juga akhirnya saya turuti keinginannya. Hasilnya? Saya gak tahan dan 6 bulan kemudian kasih surat pengunduran diri.

Wah emang susah yah jadi saya. Mungkin saya ini lebih pas ngejalanin usaha sendiri kali yah dan gak bekerja dengan orang lain. Jadi, waktu kerjanya sesuai dengan mood saya deh. Xixixi…

Ah sudahlah! Mau beres-beres dulu nih! 15 menit lagi jam 5 sore.

Category: Curhat  Tags:  28 Comments
Anakboncel