Lagi malas menulis nih. Jadi saya copas saja yah artikel yang lumayan menarik untuk dibaca. Sayangnya saya gak tau penulisnya siapa karena cuma dapat
Hanya pengingat agar kita (dan saya, khususnya) tidak lupa bersyukur karena hari ini masih bisa buka blog (walau dari kantor xixixi…), masih bisa jajan makan pagi (dan makan siang nanti), masih bisa bayar biaya pap smear, masih bisa naik angkutan umum sebagai penumpang (dan bukan pengemis/pengamen jalanan), dan masih banyak lagi hal-hal lain yang bikin senewen padahal sebenarnya gak penting banget.
Moga-moga semua pengunjung yang mampir dapat menikmati bacaan ini.
Sebuah cerita tentang hidup dari negeri India….
Saya pikir, hidup ini kayaknya cuma menambah kesulitan2 saya aja! Kerja menyebalkan, hidup tak berguna dan nggak ada sesuatu yang beres!! Tapi semua itu berubah… sejak kemarin…
Pandangan saya tentang hidup ini benar2 telah berubah! Tepatnya terjadi setelah saya ber-cakap2 dengan teman saya. Ia mengatakan kepada saya, bahwa walau ia mempunyai 2 pekerjaan dan berpenghasilan sangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersuka cita.
Saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersuka cita selalu dengan gajinya yang minim itu untuk menyokong kedua orangtuanya, mertuanya, istrinya, 2 putrinya, ditambah lagi tagihan2 rumah tangga yang numpuk!!!Kemudian ia menjelaskan, bahwa itu semua, karena suatu kejadian yang ia alami di India. Hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu, saat ia sedang berada dalam situasi yang berat. Setelah banyak kemunduran yang ia alami itu, ia memutuskan untuk menarik nafas sejenak dan mengikuti tour ke India. Ia mengatakan, bahwa di India, ia melihat tepat di depan matanya sendiri, bagaimana seorang ibu MEMOTONG tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah golok!! Keputusasaan dalam mata sang ibu, jeritan kesakitan dari seorang anak yang tidak berdosa yang saat itu masih berumur 4 tahun!!, terus menghantuinya sampai sekarang.
Kamu mungkin sekarang ber-tanya2, kenapa ibu itu begitu tega melakukan hal itu? Apa anaknya itu ‘so naughty’ atau tangannya itu terkena suatu penyakit sampai harus dipotong? Ternyata tidak!!! Semua itu dilakukan sang ibu, hanya agar anaknya dapat MENGEMIS…! ! Ibu itu sengaja menyebabkan anaknya cacat, agar dikasihani orang2 saat mengemis di jalanan!! Saya benar2 tidak dapat menerima hal ini, tetapi ini adalah KENYATAAN!! Hanya saja hal mengerikan seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain yang tidak dapat saya lihat sendiri!!
Kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga mengatakan, bahwa setelah itu, ketika ia sedang ber-jalan2 sambil memakan sepotong roti, ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang ia makan itu ke tanah. Kemudian dalam sekejap mata, segerombolan anak kira2 6 orang anak sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah kotor itu… Mereka berebutan untuk memakannya!! (suatu reaksi yang alami dari kelaparan).
Terkejut dengan apa yang baru saja ia alami, kemudian sahabatku itu menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti terdekat. Ia menemukan 2 toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di ke-2 toko itu! Pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia menjual semua rotinya. Kurang dari $100 dihabiskan untuk memperoleh 400 potong roti (jadi tidak sampai $0,25/potong) dan ia juga menghabiskan kurang lebih $100 lagi untuk membeli barang keperluan se-hari2.
Kemudian ia pun berangkat kembali ke jalan yang tadi dengan membawa 1 truk yang dipenuhi dengan roti dan barang2 keperluan se-hari2 kepada anak2 (yang kebanyakan CACAT) dan beberapa orang2 dewasa di situ! Ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya, yaitu kegembiraan dan rasa hormat dari orang2 yang kurang beruntung ini!!
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa heran, bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan dirinya hanya untuk sepotong roti yang tidak sampai $0,25!!
Ia mulai ber-tanya2 pada dirinya sendiri, betapa beruntungnya ia masih mempunyai tubuh yang sempurna, pekerjaan yang baik, juga keluarga yang hangat.
Juga untuk setiap kesempatan, dimana ia masih dapat berkomentar, mana makanan yang enak, mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi, punya begitu banyak hal dimana orang2 yang ada di hadapannya ini AMAT KEKURANGAN!!
Sekarang aku pun mulai berpikir seperti itu juga! Sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian buruknya? TIDAK, sebenarnya tidak buruk sama sekali!!
Nah…., bagaimana dengan Anda? Mungkin di waktu lain, saat kamu mulai berpikir seperti aku, cobalah ingat kembali tentang seorang anak kecil yang HARUS KEHILANGAN sebelah tangannya hanya untuk mengemis di pinggir jalan..!!
Saudara, banyak hal yang sudah kita alami dalam menjalani kehidupan kita selama ini, sudahkah kita BERSYUKUR??? Apakah kita mengeluh saja dan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki??
“Life is Beautiful”
Sudahkah kita bersyukur hari ini?









Bagian potong tangan itu, huaaaa.. Serem, Mbak :-ss
Bagian bersyukurnya….
Alhamdulillah
[Reply]
Uke Reply:
May 8th, 2009 at 9:17 am
siip deh!
[Reply]
pengalaman pribadi waktu saya jadi juru sita pajak, jangan mbayangin itu kerjaan serem ya mbak, wong cuma keliling-keliling kampung ngingetin orang untuk mbayar utang.
Pernah pas lagi jalan di lumajang saya ketemu nenek tua, bener-bener renta, jalan berdua sama anaknya yang buta. jualan sapu lidi. yang mikul anaknya, si nenek jadi penuntun jalan make tongkat. saya tanya rumahnya si mana, dia bilang suatu daerah pucuk gunung sana lah, lupa persisnya, yang pasti waktu itu saya kaget, itu jauuuhhh banget dari lumajang kota tempat saya ketemu mereka. trus saya tanya lagi sapu lidinya berapaan? mereke bilang 4 ribu, seinget saya waktu itu mereka bawa sekitar 16 biji, dan waktu saya ketemu mereka siang itu baru kejual 2 biji.
Waktu saya ngobrol itu mereka baru saja beli obat sakit kepala buat sia anak, mungkin pusing, lha jalan panas-panas gitu padahal si anak punya sakit gondok. Berhubung saya bukan temen sampeyan yang punya duit dolar ya saya Cuma bisa ngasih sekedarnya, separo karena kasihan, separonya lagi karena kagum sama semangatnya. Banyak saya liat yang lebih muda dan lebih perkasa dari mereka lebih memilih minta-minta.
Asli setelah ketemu mereka itu saya naik motor sambil air mata netes-netes, betapa hebat mereka, dan betapa kerdilnya saya.
[Reply]
Uke Reply:
May 8th, 2009 at 9:15 am
ndak papa kok mas panjang2. itung2 nambahin bobot postingan ini.
sering2 loh yo!
[Reply]
maap, ternyata setelah saya liat komentarnya kepanjangan
[Reply]
@ Mas Stein : nyampah komen di rumah orang ya..
Btw.. intinya sering2 melihat ke bawah ya mbak bukan hanya ke atas terus…
Bersyukur senantiasa…
[Reply]
ya.. gimana cara kita memandang kehidupan, dengan bersyukur ato sebaliknya..
yang jelas apapun pekerjaan kita, harus disyukuri, karena masih kalo itu pekerjaan masih halal.. memandanglah ke bawah..
[Reply]
Uke Reply:
May 11th, 2009 at 3:06 am
tul sekali pak. cuma terkadang masih sering aja komplain ini itu
[Reply]
tengkyu for reminding, jeng..
[Reply]
keren… mantabbb… satu artikel yang memang dibutuhkan untuk mengingatkan semua akan bersyukur atas segala yg telah didapat… thanks bgt yooooo… keep share..
aaLiL BelajarSEO
[Reply]
Sebuah cerita yang memilukan
para pengemis yang menganggap dirinya tidak berharga
mereka pasrah akan hidup dan tidak mau berusaha
apakah di indonesia ada cerita yang mirip dengan cerita di atas
semoga pemerintah segera tanggap
[Reply]
Uke Reply:
May 11th, 2009 at 3:07 am
aduhhh gak kebayang kejadian begini di indo. tp melihat tendensi yg ada, jangan2 sudah ada yg demikian. semuanya demi uang, anak pun jd korban
[Reply]
Artikel yang bangus & sangat menyentuh.
Thx tlah mengingatkan sy utk slalu mensyukuri nikmat yg tlah diberikan-Nya..
Thx jg tlah mengingatkan bahwa diluar sana banyak orang tidak beruntuk spt kita….
[Reply]
wah… sangat jarang kita bersyukur atas nikmat2 yang ada..
[Reply]
Kalau kita hanya melihat ke atas saja, emang sulit bagi kita utk bersyukur mbak. Setelah melihat sendiri bagaimana kondisi orang-orang yang ada di bawah kita… baru deh kita sadar betapa beruntungnya hidup kita.
[Reply]
bersyukur karena ikhlas…
ikhlas karena bersyukur…
[Reply]
Bersyukur emang sulit, kebanyakan kita biasanya pandai banget ngeluh
[Reply]
jadi merasa berdosa saya karena lebih sering mengeluh daripada bersyukur…artikel yg bagus
[Reply]