Archive for » June, 2009 «

Wehehe… hari ini kaget lihat PR blog Anakboncel. Naik lagi dari PR 2 ke PR 3 dalam kurun kurang dari 2 bulan.

Aneh yah? Soalnya blog saya ini tidak ada “isi” apa pun yang penting.

Sepertinya Oom Google sedang berbaik hati pada blog ini. Semoga bisa naik terus dan bukannya malah dibanting.

Peace!

*It’s just a short posting to show gratitude to Oom Google*

Category: Terkini  Tags: ,  15 Comments

Akhirnya…

Saya ganti provider handphone, dari Mobile-8 ke T-Sel. Artinya? Ganti handphone juga, he he….

Ceritanya saya dan suami pergi ke WTC Surabaya hari Sabtu kemarin. Niatnya sih memang untuk ganti provider sekaligus handphone karena sinyal layanan Mobile-8 benar-benar hilang kalau masuk ke dalam rumah. Jadi handphone pasti langsung saya matikan jika sedang di rumah.

Nah, setelah pilih nomor Simpati baru, kita berkeliling di WTC untuk mencari toko tempat tukar tambah handphone. Saya dan suami menyusuri toko demi toko mulai dari lantai dasar hingga lantai 3.

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Category: Terkini  Tags:  14 Comments

Kalau ingat tanggal 25, mendadak ingat waktunya gajian. Hiks…

Hari ini tanggal 25 Juni dan ini untuk pertama kalinya sejak terjun ke dunia kerja di September 2001, saya tidak terima gaji sendiri. Hiks…

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Category: Curhat  Tags: ,  31 Comments

Kirain, sakit mata “belekan” sudah sembuh ternyata malah menular ke mata sebelahnya. Hiks, teteup deh bangun tidur dengan mata lengket. Yaiks… gross!

Eh tapi kali ini saya bukan mau cerita soal mata “belekan” alias konjungtivitis. Forget it! Karena akhirnya saya menyerah dan pakai obat mata yang dikasih oleh dokter klinik di kompleks.

Kemarin, tetangga di belakang rumah (kita sebut Ibu W) datang ke rumah untuk memberi camilan manis. Kedatangan tetangga ini ternyata untuk menanyakan apakah saya sudah bergabung dalam grup dan jika sudah bergabung ikut grup yang mana. “Hmm, grup? Maksudnya?” tanya saya tidak mengerti.

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Category: Curhat  Tags: ,  19 Comments

Hei, selamat datang di Anakboncel.

Oops! Kamu tidak salah rumah kok! Ini benar-benar blog Anakboncel kok dengan tampilan baru yang sedang dalam “percobaan” dan “perbaikan sana-sini”.

Beberapa tampilan yang biasa kamu lihat di sini mungkin belum bisa saya tampilkan seperti banner, link, shoutbox dan bahkan foto saya (hehe yang ini gak ketinggalan disebut). Semuanya sedang diutak-atik karena tidak saya tidak sekedar upgrade ke theme baru, juga sekaligus upgrade ke Wordpress 2.8 (setelah sebelumnya masih pakai Wordpress 2.3 yang ketinggalan jaman itu).

Perbaikan mungkin akan selesai dalam hitungan minggu (maaf yah bukan hari) karena saya baru sembuh dari sakit mata “belekan” dan eh hari ini Papanya Dira ikutan demam juga. Sementara itu, Dira belum sembuh juga dari batuk dan pileknya.

Upgrade ke Wordpress 2.8 terpaksa saya lakukan karena saya “falling” dengan free Wordpress theme ini di mana theme bersangkutan mengharuskan saya memakai versi Wordpress 2.7 ke atas. Akhirnya, sayonara Wordpress 2.3!

Oya, sebelum menutup posting ini, saya mau berterima kasih untuk bocahkureng yang memuat posting “Cara Upgrade Manual ke Wordpress 2.8″. Thanks yah bro!

Yuk, mari! Saya tinggal dulu yah! Ada dua balita yang harus diurus ;)

Any comment? Please leave it! (hmm kalau fitur komeng dah bisa dipakai wkwkwk….)

Ceritanya di kantor suami sedang ada sayembara yang bertema “Kelola Limbah Rumah Tangga”. Hadiahnya? Katanya sih akan ada bonus tambahan untuk THR. Bener gak yah? ;)

Nah, karena ada sayembara ini, biasa deh, suami ribut. “Hayo, hayo… sampahnya dipisahkan yang benar. Sampah yang bisa didaur ulang dipisah sama sampah organik yah!” katanya.

“Boleh aja sih dipisah-pisah. Tapi tempat sampah buat sampah daur ulang mana?” tanya saya. Jawabannya? Cengiran lebar dari suami. Akhirnya, sementara ini, tempat sampah untuk sampah daur ulang kita gunakan kantong plastik bekas.

Sebenarnya di depan tiap rumah dalam kompleks sudah disediakan satu buah tempat sampah besar yang akan diambil oleh petugas secara harian. Jadi manajemen sampah di perumahan ini cukup bagus dibandingkan perumahan real estate di Jakarta yang biasanya hanya 3-7 hari sekali. Dan, sehubungan dengan wacana sayembara di atas, tempah sampah di depan rumah sudah ditempel dengan stiker bertuliskan “Sampah Basah”.

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Akhirnya sempat mampir juga ke blog ini setelah 3 hari disibukkan dengan sakitnya Dira dan weekend ke Surabaya.

Kali ini saya tergelitik untuk bikin posting dengan judul di atas. Penyebabnya adalah siaran radio “Suara Surabaya” yang saya dengar tadi malam sepanjang perjalanan pulang ke Paiton.

Jadi, siaran radio SS ini kalau sekitar pukul 3 sore (hmm, saya kurang jelas acara ini sebenarnya mulai pukul berapa) membahas mengenai kondisi lalu lintas di wilayah Jawa Timur berdasarkan laporan para pengguna jalan. Ada yang melaporkan mengenai kondisi di dalam kota Surabaya. Ada yang melaporkan mengenai kondisi di Porong-Sidoarjo yang macet. Dan masih banyak lagi.

Sebenarnya, laporan kemacetan di daerah Jawa Timur ini kalau dibandingkan dengan yang sering saya alami di Jakarta yah belum terlalu “bwahhh…”. Jadi saya mendengarkannya sepintas lalu sambil terkantuk-kantuk. Hehe kecuali saat laporan kemacetan di Porong yang harus disimak baik-baik karena bis tumpangan melewati jalur tersebut.

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Bingung, bingung, bingung. Stok belanja minggu lalu sudah mulai menipis.

Hehe jadi minggu lalu, sebelum mama pulang, beliau mengisi stok belanja di kulkas. Saya sih manut-manut saja. Lumayan, mumpung ada yang belanjain kan.

Nah, minggu ini, stok di kulkas menipis. Sayur mayur habis. Lauk-pauk tinggal untuk hari ini. Jadi bingung. Siapa yah yang mau isiin lagi yah? ;)

Tukang sayur sih ada 2 orang yang keliling kompleks. Yang pertama beredar di pagi hari sekitar pukul 7 dan hingga kemarin saya tidak pernah ketemu. Yang kedua  beredar sekitar pukul 9 dan baru ketemu satu kali. Itu juga tidak sengaja.

Masalahnya, tukang sayur keliling ini satu pun tidak ada yang berteriak menjajakan dagangannya. Coba kalau di Jakarta, pasti tukang sayur akan teriak, “Yur!” atau “Sayur, sayur!”.

Jadi, saya kebingungan sendiri tiap kali mau belanja. Nunggu yang pukul 7 pagi agak susah karena saat itu saya sedang sibuk menyuapi Dira sekaligus mencuci baju atau menyapu rumah. Nunggu yang pukul 9, kok kayaknya siang banget. Dan biasanya kebarengan dengan jadwal mandi pagi. :D

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Category: Terkini  Tags:  20 Comments

Ini merupakan cerita seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 2 Juni.

Hari itu rombongan pengantar kepindahan saya memutuskan untuk meninggalkan Paiton setelah makan siang. Yah, sebenarnya saya berharap kalau mereka, terutama mama, bisa tinggal lebih lama di Paiton setidaknya selama 1 minggu. Namun, mertua saya ada keperluan mendadak sehingga mama merasa tidak enak jika membiarkan mertua pulang naik bis ke Surabaya.

Hari Selasa pagi, suami saya mendapat petuah dari mama. Petuah orang tua seperti biasa. “Tolong jaga Uke!” ucap mama dan beberapa petuah lainnya. Saat menyampaikan petuahnya ini, air mata mama menggantung di pelupuk matanya. Saya hanya menatap mama tanpa berkata sedikit pun.

Selasa siang, saat semua orang berbenah untuk memulai perjalanan panjang ke Surabaya, saya sibuk dengan kamera baru. Hehe, selain banci kamera, saya juga senang ambil foto orang dan lingkungan sekitar.

Mau lihat hasil foto saya?

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Utang. Apa sih definisi dari kata “uutang” ini? Dan bagaimana sih sebenarnya cara penulisan yang benar? Hutang atau Utang?

Saya coba “browse” di Oom Google dan ketemu definisi kata tersebut versi Departemen Keuangan seperti yang termaktub di dalam Pasal 1 UU No.37 tahun 2004 bertajuk Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, maka definisi “Utang” adalah :

“kewajiban yang dapat dinyatakan atau dapat dinyatakan dalam jumlah uang, baik dalam mata uang Indonesia maupun mata uang asing, baik secara langsung maupun yang akan timbul dikemudian hari atau kontijen, yang timbul karena perjanjian atau undang-undang dan yang wajib dipenuhi oleh debitor dan bila tidak dipenuhi memberi hak kepada kreditor untuk mendapat pemenuhannya dari harta kekayaan debitor.”

Saya coba cari di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) online, sayangnya tidak ketemu definisi kata “Utang”.

Akhirnya coba cari di wikipedia indonesia dan menemukan definisi berikut:

Utang adalah sesuatu yang dipinjam. Seseorang atau badan usaha yang meminjam disebut debitur. Entitas yang memberikan utang disebut kreditur.

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Category: Award  Tags: , ,  21 Comments
Anakboncel