Setelah menidurkan anak, saya berkata padanya, “Tuh penyiar di TV mukanya juga tipe lebar.”
Dia pun menjawab, “Iya, tapi kayaknya mukamu masih lebih lebar.”
“Tuh kan, cela aja terus. Istri kok ga pernah dipuji,” tukasku dengan bibir manyun seraya menjauh.
“Oh, sini sayang. Gak kok,” ujarnya sambil menggapai tanganku.
“Sudah ah. Kalau dicela terus, aku main game aja,” sahutku sambil menyalakan perangkat komputer.
Dia mendekat dan mengecup leherku berusaha merayuku. Aku menggeliatkan leher untuk melepaskan diri dan berkata, “Sudah ah. Geli. Mau main game dulu.”
Saat memulai permainan di komputer, terpikir olehku, “Ya ampun! Kok capek yah dicela terus. Tiap ada kesempatan pasti dicela terus. Soal bentuk mukalah. Bulu di atas bibir. Berat badan dan lemaknya. Kapan pernah keluar pujian?”
Karena merasa tidak mendapatkan respon, dia pun meninggalkanku sendiri. Tidur.
“Pasti ngambek deh!” kataku dalam hati. Enggan aku menyusulnya karena hati ini terlanjur panas. Bukankah tak baik membuat percakapan kala hati panas?
Esok harinya, dia mendiamkan diriku seperti kebiasaannya jika dalam kondisi marah. Aku buatkan 3 tangkup roti untuk sarapan pagi. Tak kunjung disentuhnya hingga dia pergi bersama tetangga sebelah ke resepsi pernikahan anak seorang kolega kerja. Bahkan hingga keesokan harinya, roti tetap berada di meja tak tersentuh dan kini berakhir di keranjang sampah.
Aku tak berusaha bertanya. Aku tak pula berusaha meminta maaf. Apakah aku gengsi? Tidak, sama sekali tidak. Aku hanya lelah. Aku hanya berkata pada diriku sendiri, “Dia mengingkari janjinya. Dia bilang akan berubah. Dia bilang akan mengungkapkan uneg-uneg, kekesalan, dan hal lainnya secara verbal, melalui komunikasi. Nyatanya? Dia tetap seperti dulu. Berdiam dan menjauh jika ada hal yang mengganjal atau membuatnya marah.”
Apakah salah apabila sesekali aku ingin merasakan buaian sebuah pujian tulus darinya? Tidak hanya komentar negatif tentang kondisi fisik yang aku miliki. Apakah dia mengira dengan melontarkan komentar negatif aku akan terpicu untuk merubahnya? Tidakkah dia sadar bahwa setiap komentar negatif hanya membuat torehan sebuah luka semakin dalam?
Wahai kaum pria! Pujilah pasanganmu sekarang juga. Wanita pun memiliki ego untuk merasakan sebuah pujian. Baginya sebuah pujian ibarat setetes air di padang pasir. Tampak tak bernilai, namun mampu memberikan kekuatan sebagai pendamping hidup.
Namun, lontarkan pujian yang tulus dan tidak sekedar rayuan gombal. Pujian yang terlalu sering tidak hanya dapat membuat wanita bosan, mereka pun akan mencurigai adanya udang di balik bakwan maksud tersembunyi di balik pujian dari pria.
Sudahkah kamu memberikan pujian kepada pasanganmu? Jangan lupa pula untuk memberikan sebuah pujian untuk ibu tercinta.
kau membuat ku berantakan
yang kau inginkan
kau membuat ku tak karuan
kau membuat ku tak berdaya
kau menolakku acuhkan diriku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
bagaimana caranya untuk
meruntuhkan kerasnya hatimu
ku sadari ku tak sempurna
ku tak sepertikau hancurkan
aku dengan sikapmu
tak sadarkah kau telah menyakitiku
lelah hati ini meyakinkanmu
cinta ini membunuhku
*Quote texts are taken from a song sung by D’ Masiv with title “Cinta Ini Membunuhku”*










hiks sama, gw juga masih punya masalah sama yang namanya om komunikasi ini. Namanya juga learning by doing dan ga mudah buat merubah kebiasaan seseorang
[Reply]
Uke Reply:
July 6th, 2009 at 11:59 am
@Ade, ho oh… diomongin keseringan dibilang aku cerewet. jadi mending diem aja
[Reply]
Ade Reply:
July 9th, 2009 at 12:49 am
@Uke, ini muncul kok gambar avatarnya jeng!

Ade´s last blog ..Lanjutkan!!
[Reply]
hi…..
anggap saja keberanian memutuskan untuk menikah itu sebuah pujian tak kunjung putus buatmu.
Tak mengira punya blog yg cantik…………tetap setia menulis dan salam !
[Reply]
Uke Reply:
July 6th, 2009 at 12:02 pm
@matha inggin bixara, thx yah buat sarannya.
[Reply]
tapi jangan lupa lho kalo pria juga seneng dapet pujian. jadi kudu saling2 memuji lah…
moga2 segera baikan ya…

arman´s last blog ..Up
[Reply]
Uke Reply:
July 6th, 2009 at 12:03 pm
@arman, Justru mas! Susah sekali dapat timbal baliknya. Ha ha… moga2 cepat baikan yah!
[Reply]
wuiiihhhh…


mesti siap2 nih, untuk ronde berikutnya. *if you know what i mean*
eh tapi jeng, kalau suami gak banyak muji2, sekalinya dipuji pasti malah berasa kayak seger seger gimana gituuuu…
daripada kebanyakan pujian tapi gak tulus, hehe…
dian´s last blog ..7 things about me
[Reply]
duh susah amat ngomen disini hihi
warm´s last blog ..Protected: sungguh …. aku jadi penasaran
[Reply]
ahh jadi pengen nikah…
namanya cowok, emang suka gitu yah mbak. susah klo harus memuji. makanya, it would be beautiful kalo ada cowok yg suka memuji, dan smua itu tulus, bukan gombal… awawawwww… >.<
anyway, nice blog!

Fansi´s last blog ..One Day In Your Life (OK, Last Murmur of the King)
[Reply]
Uke Reply:
July 7th, 2009 at 12:34 pm
@Fansi, Makanya memuji kan gak harus setiap hari. Kl tiap hari namanya gombal.
[Reply]
perempuan emank slalu mau di puji

hueeuheueheu
fanz´s last blog ..UAS Seminggu Lagi
[Reply]
Uke Reply:
July 7th, 2009 at 12:35 pm
@fanz, lelaki juga kan? cuma ngomongnya gak secara gamblang
[Reply]
udh baekan lom skr Let ?
udh berapa taon married?
gue baru 10 bulan… belom pernah ampe diem2an (moga2 jangan)
tapi emang pujian buat kita kaum hawa adl indah. apa aja yg enak dikuping bikin muka berseri.
moga cepet bere ya Let

Eka Situmorang – Sir´s last blog ..Bercumbu !
[Reply]
Uke Reply:
July 8th, 2009 at 3:00 pm
@Eka Situmorang – Sir, Syukur dah beres Ka! Thx buat doanya
[Reply]
Waduh,,, masalah rumah tangga nie,
Jadi merasa ngak berhak komen
he he…
aNGga Labyrinth™´s last blog ..Apa itu cosplay?
[Reply]
pujian memang dibutuhkan untuk kita kaum hawa..titik tolak akir ya komunikasi uk, kembali kesana..
loly´s last blog ..Hip Hip Hore ^_^
[Reply]
Uke Reply:
July 8th, 2009 at 3:01 pm
@loly, iya Lol. Lg mengingatkan terus spy dia lbh communicative
[Reply]
horeeee, akirnya berhasil juga kasih coment di blog uke..setelah sekian waktu lamanya…upssssss
loly´s last blog ..Hip Hip Hore ^_^
[Reply]
Memang ada orang yg tak pandai mengungkapkan isi hati lewat kata-2 mbak.
Bukan aku membelanya.., tapi membuat seseorang berubah sangat tidak mudah.
Pernikahan adalah penyesuaian seumur hidup, jadi walau seringkali terasa menyebalkan tapi itulah proses penyesuaian yg harus terus dijalani.
Agar pikiran tak fokus kepada masalah-2 yang membuat hati panas, ingat-2 aja bagaimana kebaikan-2nya selama ini.
Ohya…, toh sebelum menikah mbak Uke udah mengenalnya spt itu kan ? Tapi aku yakin, ada banyak sisi positif yang lain darinya, sehingga mbak Uke mau mendampingi hidupnya.
Iya kan…. ??
Ups… sorry mbak, bukan bermaksud menggurui, tapi aku hanya berbagi pengalaman setelah menjalani pernikahan selama 11 tahun. Semoga bermanfaat ya….
[Reply]
Memang banyak hal seperti ini terjadi, Ke! Sumbernya adalah perbedaan pria-wanita seperti dlm buku Mars & Venus. Wanita butuh dan suka dipuji. Sedang pria, ada yg tipe romantis ada yg straight to the point. Menurutku, positive thingking aja! Pertama, dengan semua (yg kamu anggap celaan) yg dia omongin, itu berarti dia sangat memperhatikan kamu. Dan itu tanda apalagi kalo bkn sayang? Kedua, justru dgn celaan itu, kamu bisa lebih termotivasi utk menjadi istri yg lbh baik lagi.
Jangan lupa, sulit utk mengubah orang lain. Belajarlah tuk menerima dia apa adanya, dgn mengubah caramu berpikir.
Tentang harapanmu agar dia mau menceritakan uneg2 dsb, memang sifat pria adalah diam saat ada masalah. Itu bukan berarti dia ga menghargai kamu, tp memang mereka begitu dari sononya. Sebaiknya kamu menghargai privasi dia, sambil tetap mengatakan bahwa apapun yg terjadi kamu akan selalu mendukung keputusan dia, apapun itu.
Hope everything will be OK soon…
Fanda´s last blog ..Winners Never Cheat
[Reply]
biasa itu mbak, saya kadang mikir kok gampang banget istri saya ngambek, mbok ngomong apa yang ada di kepalamu, saya kan ndak bisa mbaca pikiran. padahal bisa jadi istri saya juga mikir pertanyaan yang sama di kepalanya. hehe
mas stein´s last blog ..Merah kok Jalan?
[Reply]
Ya ampun mba aku serius mba ngerti banget perasaan ini…..
Mantan aku (hiks… ) juga gitu banget….. Terus aku kan sedi gitu yah, aku nangis, aku ngomong ke dia supaya jangan semaunya nyela aja, perempuan kan sensitif yah mba….
Trus dia minta maaf gitu….
But oh well, sudah mantan… hehe
gogo caroselle´s last blog ..Tan Hong Ming in Love
[Reply]
Waduh,,,ini gak ada terusan nya yaa bu’??kalo gak ada waduh sedih sekali rasanya gak pernah di puji sama sang kekasih….aku kira ada sambungannya seperti,,”tanpa di duga setelah sehari tanpa ada kata-kata dia pun datang dengan membawa setangkai mawar merah,,dan berkata Aku Mencintai Dirimu dengan Apa Adanya Dirimu”"
[Reply]