Lagi sebel banget dengan salah satu bank asing terkenal dari mana 2 buah kartu kredit milik saya diterbitkan.

Salah satu kartu kredit (-selanjutnya disingkat KK yah) sudah tidak memiliki saldo terhutang lagi dan membuat saya bernapas lega. Namun, saldo terhutang KK yang lain membuat saya agak ‘ngap” karena sejak beralih profesi menjadi ibu RT otomatis pembayarannya diambil dari gaji suami.

Atas pertimbangan tertentu, saya meminta tolong kepada Mama untuk datang ke kantor pusat bank tersebut dan mencoba mengajukan keringanan pembayaran. Entah itu berupa penghentian bunga cicilan KK ataupun pengubahan saldo terhutang menjadi pinjaman tanpa agunan dengan periode pembayaran misalnya 24 atau 36 bulan.

Hasilnya?

Bukan keringanan yang diperoleh. Malahan nih, officer bank tersebut yang ditemui oleh Mama mengajukan skema pembayaran yang justru memberatkan.

Memberatkan? Maksudnya gimana?

Contohnya begini. Misal saldo terhutang KK tersebut adalah Rp 8 juta. Dari peraturan perbankan yang terakhir berlaku, pembayaran minimal adalah 10% dari saldo terhutang atau sekitar Rp 800 ribu. Perhitungan 10% ini tentunya sudah termasuk bunga bulanan yang kalau diperhatikan jumlahnya hanya berkurang beberapa ratus atau ribu perak dari sebelumnya jika kita hanya melakukan pembayaran minimal.

Saya berasumsi bahwa jika bisa mengajukan perubahan status saldo terhutang tersebut menjadi pinjaman tanpa agunan untuk periode 24 bulan, maka uang cicilan akan berkurang menjadi sekitar Rp 400-500 ribu per bulan. Lebih ringan kan?

Tapi, ternyata… skema pembayaran yang diajukan officer tersebut adalah melakukan pembayaran sebesar Rp 2,5 juta per bulan untuk sisa saldo terhutang di atas.

Ada yang aneh? Huahhh…. saya langsung ngomel begitu mendengarnya dari Mama.

Plisss deh! Bukannya memperingan beban pemakai KK, kok yah malah memperberat. Yah, memperingan beban si bank sih karena kredit cepat ditutup dan mereka tidak repot bolak-balik melakukan penagihan.

Terus terang saya sangat kecewa sebagai pemakai KK tersebut sejak tahun 2003 dan tidak pernah bermasalah dengan pembayaran sebelumnya. Kapan pun ditelpon oleh marketing bank itu, dengan senang hati saya mendengarkan celotehannya walaupun bosan dengan penawaran yang sama.

Jadi ingat, sebulan sebelum mengundurkan diri dari pekerjaan, saya sempat menelpon bank tersebut beberapa kali untuk mengajukan penutupan salah satu KK yang kebetulan masa iuran tahunannya adalah bulan depan.

Mati-matian saya ngotot buat nutup, gak kalah mati-matian sang officer bank buat meyakinkan supaya KK tersebut tidak ditutup dengan alasan bahwa saya akan melewatkan penawaran luar biasa yang bisa diberikan oleh jenis KK tersebut.

Beberapa kali menelpon dan selalu gagal karena saya capek ngomong sampai berbusa tapi selalu ditangkis oleh officer bank. Hingga akhirnya sang officer menawarkan bahwa KK ditutup saja tahun depan saat KK expired dan untuk iuran tahunan sekarang dibuat gratis dengan persyaratan bahwa dalam jangka waktu 3 bulan harus ada pembelanjaan minimal Rp 5 juta.

Ampun! Itu sih penawaran iuran gratis berbalut hutang. Akhirnya saya menyerah dan membayar iuran tahunan KK ini.

Nah, setelah pengajuan permohonan keringanan pembayaran bisa dikatakan gagal, saya memutuskan untuk membayar keseluruhan sisa saldo terhutang KK di atas. Saya bilang ke Mama untuk sekalian menutup kedua KK dari bank asing itu.

Menurut Mama, saat proses pembayaran, officer yang menanganinya sempat menolak untuk meloloskan permohonan penutupan kedua KK. Katanya, “Sayang Bu, nanti kalau mengajukan lagi susah loh persetujuannya. Apalagi anak Ibu sudah jadi nasabah kami cukup lama.”

Mama sih jelas kesal. Harusnya saat beliau mengajukan permohonan keringanan beberapa waktu sebelumnya diluluskan kalau memang pertimbangannya demikian. Ini kok seolah-olah apa pun agenda yang nasabah ajukan dengan niat baik sekali pun selalu dipertimbangkan berdasarkan keuntungan bank dan bukan “mutual benefit” alias keuntungan kedua belah pihak.

Hmm, apa memang begitu yah kalau berurusan dengan bank apa pun terutama untuk masalah kredit?

Padahal kalo gak salah ada regulasi yang mengatur masalah keringanan pembayaran kredit tertunggak. Hehe, ada yang tahu masalah ini dengan jelas? Mohon dibagi informasinya.

Akhirnya, berhubung Mama terus ngotot dan berubah menjadi galak, permohonan penutupan kedua KK saya diloloskan. Bravo Mum! You’re the best! Huahh… akhirnya saya bisa bernapas lega.

Beneran deh! Kalau bisa, jalani kehidupan tanpa kartu kredit. Rasanya nikmat banget kok *menerawang* (teringat saat belum kenal kartu kredit)! Pakai aplikasi kredit buat beli rumah dan mobil saja. Hal lainnya mending gunakan kartu debit atau uang tunai.

Nah, sekarang saya masih ada agenda lain untuk menutup 2 kartu kredit lagi dari 2 bank berbeda. Doain yah prosesnya mudah (termasuk pelunasannya ;) ). Amin…

PS:
Yang bikin tambah kesal adalah setelah kartu kredit ditutup pun, entah kenapa tenaga marketingnya kembali rajin menelpon. Berhubung sudah hapal nomornya, yah gak diangkat. Siapa suruh nelpon-nelpon diriku lagi? Yuk, mari…

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
38 Responses
  1. senja says:

    waduh,lumayan ribet juga ya mba.
    he,…aku gak punya kartu kredit mba….pertama aku agak boros takut gak bisa mengendalikan diri,kedua aku lebih suka pake debit walaupun ya gak bisa belanja seenak hati he,…

    semoga cepat selesai urusannya ya mba…
    senja´s last blog ..Persahabatan lebih dari sebuah kepompong My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @senja, Hehe, mknya lagi usaha nih Ir. Doain yah…

    [Reply]

  2. bhogey says:

    widiew gila 2,5 jutak per bulan..:puyeng:
    mahal amit yak
    bhogey´s last blog ..Pelempar Sepatu Bush Dilempar Sepatu Juga My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @bhogey, :puyeng:

    [Reply]

  3. Wempi says:

    Makana tuh bang asing jadi terkenal, kalo gak begitu gak terkenal dong. :tob:

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @Wempi, Hehe bener juga kalo dipikir2….

    [Reply]

  4. fanz says:

    kartu kredit buat apaan yah??
    maklum nih orang desa :mikir:
    fanz´s last blog ..Susahnya Ngapdet Blog My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @fanz, Hoho… coba deh apply biar tau rasanya :matabelo:

    [Reply]

  5. Irawan says:

    Aku ampe sekarang belom tertarik ama kartu kredit….
    Irawan´s last blog ..Aripunzel Akhirnya Bebas My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @Irawan, Lebih baik say No to kartu kredit… Go debit!

    [Reply]

  6. Ade says:

    Iyah, harus pakuat2 klo mau nutup CC
    Pantang menyerah deh pokoknya hehehe
    *Pengalaman menutup 5 CC sebelum berangkat*
    Ade´s last blog .. My ComLuv Profile

    [Reply]

  7. Mbah Gendeng says:

    Waduh sampe jutaan gt mbak :puyeng: saya punya kartu kredit aja enggak.. :diem:
    Mbah Gendeng´s last blog ..Kerja Keras Energi Pertamina Raih Kembali Kepercayaan My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @Mbah Gendeng, Mendingan gak punya deh Mbah… Mabok pas bayarnya!

    [Reply]

  8. dodypku says:

    KK kredit sering bikin sebel, enak saat digunakan nggak enak saat membayarnya. saya jg pernah mengalami kejadian yang sama dgn mbak. saat inipun saya dalam program menutup KK. salah satu teknik yg saya lakukan adalah mengubahnya menjadi cicilan dan transfer balance ke bank lain.
    yang Mbak lakukan udah benar, karena Mbak udah punya niat baik untuk menyelesaikannya. ini sudah menjadi point positif bagi mbak.
    dodypku´s last blog ..Aktualisasi Diri Lewat Blog My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @dodypku, Transfer balance ke KK lain yang bunga bulanannya lebih rendah mas? Trus masalah diubah jd cicilan bisa juga diajukan yah? Mamaku gak berhasil euy negonya

    [Reply]

    dodypku Reply:

    @Anakboncel,
    aku dah message lewat FB ya. bunga trf balance jauh lebih kecil dibandingkan tagihan biasa. bahkan ada yang 0.99 % per bulan. dan pembayarannya dengan cicilan yang dibebankan ke kartu kredit.
    dodypku´s last blog ..Kilas Balik dodyekaputra dot com My ComLuv Profile

    [Reply]

  9. Budi says:

    serem deh, hal yg kyk gini nih yg bikin mikir2 buat apply credit card….takut ga bs nahan diri**
    :mikir:

    gud lak aja deh….:tob:
    Budi´s last blog ..Paypal Bagi-bagi Uang Lewat Facebook My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @Budi, Amin. Doain terus yah! Dan say No to credit card hehe

    [Reply]

  10. wibowo says:

    mampir aah… pagi-pagi cari segelas kopi plus sebatang rokok :sikut:
    wibowo´s last blog ..Seven reasons babies cry and how to soothe them My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @wibowo, Kopi sih punya. Rokok? Maaf non smoking area :plis:

    [Reply]

  11. Gravisware says:

    he..he.. sabaaaar.. mending pake kertu ATM aja deeeh..
    Gravisware´s last blog ..Tips Mencari Inspirasi My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @Gravisware, Itu yg lagi diusahakan. Doain yah bisa nyelesain masalah ini

    [Reply]

  12. thiar thea says:

    yah, saya mah pake Virtual Credit Card (VCC) aja deh. itu juga untuk daftar PayPal ;)

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @thiar thea, Wah saya malah mau VCC blm jadi2. Abis duitnya kepake buat byr CC :gemes:

    [Reply]

  13. harto says:

    whuuuaaahhh…. KK, buat yang belum punya jangaaaaaan deeh, jauhi deh iming2 dari KK kalo ada yang nawarin. Dulu saya juga begituu ke jiret utang Bank mau ditutup KK susah bangeet.
    Alhamdulillah berkat pertolongan Allah SWT dan doa dari keluarga akhirnya beres ress semuanya.
    Hiii…. mengerikan deh kalo dah berhubungan ama Bank Hiii…:nangis:
    harto´s last blog ..5 Tipe Karyawan di Kantor Kita My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @harto, Doain juga yah supaya bisa selesai juga. :nangis:
    Btw bagi tipsnya spy nyelesainnya gampang dong

    [Reply]

  14. BBB says:

    untung aku ga punya KK eh punya ding tapi kartu keluarga :D
    BBB´s last blog ..bingung judul nya apa My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @BBB, Yah, kartu keluarga saya juga punya :ngelamun:

    [Reply]

    Meirina Reply:

    @Anakboncel,
    yuhu,,, aku juga punya …. hehe:evillaugh::evillaugh::evillaugh:

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @Meirina, :gemes:

  15. Sari Ajah says:

    Hihihihi.. Untuuuung dapet cerita ga enak tentang KK duluan..
    Jadi ntar bakal inget cerita ini sebelom tergoda bikin KK :D

    Btw, Selamat hari Ibuuuu :)
    *peluk2*
    Sari Ajah´s last blog ..Kado Ulang Tahun My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @Sari Ajah, Makanya daku sharing di sini deh Sar. Biar pada aware semua soal KK ini.
    Btw kok daku mau komeng ditempat barumu susah yah. Dah masukin itu kode rahasianya teteup aja ditolak. Jd lom komeng2 deh.

    [Reply]

  16. SEWA RUKO says:

    kartu Kredit emang berguna banget dan ngebantu dalam membeli barang. tapi ngga ngebantu dalam soal pembayaran. apalagi kalo udah kena bunga yang mahal. mendingan jangan sering-sering pake CC, bisa jebol nanti.

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @SEWA RUKO, Nasihatnya telatttt. Huhuhu…. :nangis:

    [Reply]

  17. sutrisno says:

    wah rame banged yang comment.. blog yang bagus dan menarik…
    sutrisno´s last blog ..The health care bill is far from perfect, but it’s a good start My ComLuv Profile

    [Reply]

  18. Mbah Gendeng says:

    haduhh belumm mau maen kartu kredit deh bikinn tekor yah :jedug:
    Mbah Gendeng´s last blog ..Tahun Baru, PageRank Baru My ComLuv Profile

    [Reply]

  19. yah, mungkin itu bisa di jadikan pengalaman untuk kedepan nya ya mbak :pray:
    Program kasir´s last blog ..Program Kasir My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    Ho oh! Tul sekali…
    Sekarang sedang ngebiasain diri buat menggunakan cash or debet card only

    [Reply]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:dead: :pray: :clinguk2: :tob: :hoho: :jedug: :lempar: :mikir: :nyembah: :plis: :puyeng: :sikut: :sliweran: :diem: :evillaugh: :gemes: :hore: :lirik: :beer: :ngacir: :matabelo: :mataduitan: :mlorok: :nangis: :ngakak: :ngelamun: :ngikik: more »