Nyambung ah curhat kuliner alias pengalaman saya seputar jajanan di Surabaya (terutama yang keliling di sekitar rumah mertua).

Peringatan! Ceritanya bakalan panjang. Jadi siapin secangkir kopi buat temani kamu ngebaca posting ini.

Nah, tahun baru kemarin mendadak suami mengajak pulang ke Surabaya. Mendadak karena baru selesai beres-beres rumah jam 4, sudah harus berangkat ke tempat bis jam 4.30. Jadi ngebut banget milihin baju saya dan Dira untuk dibawa berlibur selama 3 hari.

Tadinya saya sudah menolak karena mertua sedang ruwatan (gak makan nasi selama 1 bulan) dalam rangka menyambut bulan Suro dan kalau kita berkunjung ke sana otomatis merepotkan beliau karena jadi harus masak nasi beserta lauk-pauknya. Tapi berhubung gak enak juga menolak permintaannya (kali aja suami kangen sama ibunya), yah terpaksa diiyain.

Bener aja! Begitu bis perusahaan turun dari tol, langsung terlihat jalanan padat oleh kendaraan, terutama sepeda motor.

Hehe ya iyalah. Wong itu bertepatan dengan malam tahun baru 2010, ya otomatis banyak orang keluar rumah untuk ikut meramaikan suasana.

Pukul 9 malam kita turun dari bis di BRI Tower Jl. Basuki Rahmat. Yup, betul sekali! Sepanjang jalan protokol tersebut penuh dengan yang namanya manusia dan kendaraan (mobil dan sepeda motor). Suasana tambah hiruk pikuk karena berbagai bunyian, mulai dari terompet, klakson mobil, derum sepeda motor yang dibuat berirama, petasan sampai suara tawa para manusia yang hadir di sana.

Saya langsung lemas. I really doin’t like being in a crowded place like this. It made me dizzy. Belum lagi ditambah dengan hujan rintik-rintik dan fakta bahwa susah sekali mendapatkan taksi yang semuanya bikin mulut saya tambah monyong. Hehehe….

Setelah berjalan hampir 1 km untuk mencari taksi (sambil menjinjing travel bag dan bergantian menggendong Dira), kita berhenti untuk berteduh di Tunjungan Plaza (TP).

“Keknya musti nginep di Hotel Tunjungan deh! Habis susah begini dapat taksi,” kata suami.

“Apa? Ogah! Giling apa yah nginep di hotel malam taon baru gini? Ratenya per malam naik berapa kali? Yang ada pulang ke Paiton gak makan sebulan,” balas saya sambil godek-godek.

Suami pun berlalu untuk mencari taksi, sementara saya dan Dira berteduh di TP sambil menunggu barang bawaan. Wkwkwk… saat menunggu, kita sempat dilihatin satpam tuh. Keknya satpam TP curiga kalau tas itu berisi bahan peledak. Untung gak sampai diinterogasi dan digeledah.

Pukul 11 malam kita baru dapat taksi. Itu juga musti buru-buru naiknya karena satpam TP sudah semangat mengusir kendaraan yang parkir sebentar di tepian plaza. Huhu… capek banget! Akhirnya 10 menit kemudian kita sampai di rumah mertua.

Besok harinya, seperti biasa, kita jajan untuk sarapan pagi. Salah satu makanan yang sedang saya gemari kalau jajan pagi di lingkungan rumah itu adalah mie ayam. Hmm, pemakaian kata “sedang” sepertinya kurang tepat karena saya maniak mie ayam.

Well, sebenarnya saya lebih senang dan kangen sama mie ayam di depan kantor lama dulu. Yum yum… enak rasanya dan bersih penampilannya. Tapi mie ayam yang dijual di lingkungan rumah mertua cukup memenuhi selera saya kok. Apalagi kalau ditambah saos dan sambal yang banyak, wah rasanya tambah mantap sampai tetes kuah terakhir.

Mie ayam ini dijual oleh gerobak keliling. Hampir sama modelnya dengan mie ayam keliling di Jakarta. Masakan ayamnya pun dibuat dengan bumbu gelap (maksudnya ditambah kecap gitu) sehingga punya cita rasa manis. Pokoknya jauh lebih enak daripada mie ayam yang dijual di depan sekolah Katolik Kraksaan dan dibilang enak oleh ibu-ibu kompleks. (Gee, gak pernah deh klop sama cita rasa ibu-ibu di Paiton ini. Kecuali asinan bogor buatan guru senam di kompleks hehehe…)

Trus, besoknya lagi saya kembali mencoba makanan yang dijajakan keliling. Kata mertua sih enak. Nama makanannya kacang kuwa dan biasanya dimakan pakai cakwe.

Pas dengar namanya gak kepikiran kalau makanan tersebut benar-benar kacang tanah yang dimasak dengan kuah manis berwarna bening. Dalam bayangan saya sih “the food was something more than that”. Ternyata saat melihat, hmm agak kecewa juga. Selain harganya yang lumayan mahal, Rp 3500/mangkok (tanpa cakwe), kuah makanan ini akan terasa lebih enak kalau diberi sedikit jahe.

Oya, setelah “mengidam” selama beberapa minggu, akhirnya saya bisa makan bubur ayam loh. Hehe, ternyata ada penjual bubur ayam keliling di lingkungan rumah mertua.

Buburnya sih hampir mirip dengan bubur ayam asin yang sering saya beli saat di Jakarta yang ditaburi cakwe, suwiran ayam, bawang goreng dan seledri. Perbedaannya hanya pada kuah yang digunakan. Kalau buryam di Jakarta berhubung rasa buburnya sendiri sudah gurih, hanya ditambah dengan kecap asin. Nah, kalau buryam keliling di Surabaya ini menggunakan kuah kuning seperti bubur ayam Sukabumi. Yah, walau rasanya kurang menggigit, tapi dasar maniak buryam, sisa porsi punya Dira juga saya habiskan. ;)

Hmm, terus saya makan apalagi yah? Hehe, nanti disambung lagi deh ceritanya kalau saya sudah mencicipi jenis makanan baru selama berdomisili di Jawa Timur ini.

See ya’

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
31 Responses
  1. taman bungkul pasti rame tuch…
    Kontes SEO bisnis syariah online´s last blog ..Kontes SEO bisnis syariah online produk herbal PT.Exer Indonesia rekomendasi MUI My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @Kontes SEO bisnis syariah online, Wah taman bungkul belah mana? Banyak makanan enak kah?

    [Reply]

  2. Maaf bos blog anda saya tangket didaftar blog Do Follow ku
    astaga.com lifestyle on the net´s last blog ..Tips SEO #7 Manfaatkan Keyword Populer, tingkatkan Traffic My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @astaga.com lifestyle on the net, Wah makasih yah.

    [Reply]

  3. Gravisware says:

    hks.. jangan ngomongin mi ayaam dooonk.. jadi laper niiih… ^^
    Gravisware´s last blog ..Mobile Template Plugin untuk Wordpress My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @Gravisware, Maaf…. :nyembah:

    [Reply]

  4. xtin says:

    taman bungkul di ndarmo boss….
    banyak makanan + tukang ngamennya heheheee…
    xtin´s last blog ..Importance of cycling My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @xtin, Ohhh di Darmo? Huhu jauh dong dari daerah Demak.

    [Reply]

  5. he.. he.. ketemu makanan lagi deh… makan dulu aaah… ^^
    :tob:

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @Cerita Inspirasi, :beer:

    [Reply]

  6. zulhaq says:

    mau dunk di ajakin makan lagi he he he

    *menahan lapar di kamar*
    zulhaq´s last blog ..Awalan Sinting (17+) My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @zulhaq, :mlorok: tertarik liat judul posting yg ditinggal di sini tp lom sempat berkunjung balik.

    [Reply]

  7. faris vio says:

    wahh boleh.. tcuh… masalah makan ayoo aja… kemana pergi pun mw.. asal ada yg traktir… hehe :beer:
    faris vio´s last undefined ..If you register your site for free at My ComLuv Profile

    [Reply]

  8. jadi laper nih baca blognya :D

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @sewa rumah jakarta, Baca aja kok lapar? Untung gak tambah gambar ya bos

    [Reply]

  9. wah kayaknya masakannya oke juga tuh…
    health and safety´s last blog ..Safety & Health Specialist My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @health and safety, :mikir:

    [Reply]

  10. uogh… jd kepengen nih….:ngelamun:
    Lifestyle Inspiration
    Skripsi Teknik|Ebook|Download
    Dimas P. Putra´s last blog ..Tricks placing garden ornaments My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @Dimas P. Putra, Mari makan!

    [Reply]

  11. Rumah Baru says:

    yah jadi laper deh…ada yang mau bagi makanan ga?:plis:

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @Rumah Baru, Gak…. :evillaugh:

    [Reply]

  12. saka says:

    kalo bicara kuliner indonesia nggak ada abizzznya hehe,,,, apalagi di semarang hihiiii…..
    salam knal saya tunggu kunjungan baliknya..
    saka´s last blog ..Artikel softbol dan bola basket My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @saka, OK deh. Thanks sudah berkunjung. Sayangnya belum pernah mampir ke Semarang. Cm numpang lewat tok

    [Reply]

  13. ichan says:

    wah., trims info2 makannya., :D
    ichan´s last blog ..Blogwalking (Multitalenta) “Baca Deh” My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    @ichan, Sama-sama bro. Sharing juga dong soal makanan… :hore:

    [Reply]

  14. haitsam says:

    wow…, enak tuh kayaknya…., bikin laper aja..:ngelamun:
    haitsam´s last blog ..Komunitas Blogger Batam My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    Nyam nyam….

    [Reply]

  15. Hem…..itu kesukaan aku lho, mie ayam yang enak di warung wader pernah kagak?
    Harvey Culler ´s last blog ..Have Fun on Riding Bike, Have Easiness to Keep It My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    Warung Wader? Sebelah mana itu? DI Surabaya kah? Mau dong infonya? Hehe
    Yg di Jkt juga boleh…

    [Reply]

  16. ahmad says:

    panjang banget
    ahmad´s last blog ..Lowongan di PTPN IX (Persero) My ComLuv Profile

    [Reply]

    Anakboncel Reply:

    Wkwkwk… pusing yah bacanya? Maaf…

    [Reply]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:dead: :pray: :clinguk2: :tob: :hoho: :jedug: :lempar: :mikir: :nyembah: :plis: :puyeng: :sikut: :sliweran: :diem: :evillaugh: :gemes: :hore: :lirik: :beer: :ngacir: :matabelo: :mataduitan: :mlorok: :nangis: :ngakak: :ngelamun: :ngikik: more »