<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anakboncel.net</title>
	<atom:link href="http://anakboncel.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anakboncel.net</link>
	<description>A cup of coffee is enough</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 00:04:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Just before she came&#8230;</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/07/just-before-she-came/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/07/just-before-she-came/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 00:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Persalinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[Content warning! Post title made in English doesn&#8217;t mean that the post will be written in English too. Holaaaa&#8230;. akhirnya saya kembali dari cuti melahirkan dan sekarang sedang sibuk beradaptasi lagi dengan kehadiran si bayi. Ampunnnn! Kalau mau jujur, segala-galanya lebih mudah saat kehadiran anak yang pertama, mulai dari persalinan hingga perawatan. Sebelum kelahiran si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Content warning!<br />
Post title made in English doesn&#8217;t mean that the post will be written in English too. </p>
<p>Holaaaa&#8230;. akhirnya saya kembali dari cuti melahirkan dan sekarang sedang sibuk beradaptasi lagi dengan kehadiran si bayi. </p>
<p>Ampunnnn! Kalau mau jujur, segala-galanya lebih mudah saat kehadiran anak yang pertama, mulai dari persalinan hingga perawatan. </p>
<p>Sebelum kelahiran si kakak, saya sempat jatuh dua kali hingga keluar flek. Saat itu due date melahirkan kurang dari 2 minggu sehingga saya diberi obat untuk mengurangi flek oleh dokter obgynnya. Tapi, karena masih bodoh, flek yang pada hari kedua disertai dengan rasa mulas, saya anggap layaknya sakit perut biasa. Mungkin karena mulas ini disertai dengan kegiatan BAB yang frekuensinya mendadak bertambah. </p>
<p>Baru menjelang hari ke-4, saya merasakan rasa mulas pada perut yang luar biasa sakitnya dan baru sadar kalau itu ternyata yang dinamakan kontraksi. Berhubung suami belum pulang dari Cilegon, akhirnya pukul 00.00 WIB saya segera membangunkan mama dan abang untuk mengantarkan ke rumah sakit. </p>
<p><span id="more-922"></span></p>
<p>Pemeriksaan dalam dilakukan saat tiba di ruang bersalin dan ternyata saya sudah mengalami bukaan 3. Pukul 04.00 saya minta ijin ke suster untuk buang air kecil namun malah merasa ingin BAB lagi. Pemeriksaan dalam diulangi lagi dan bukaan sudah mencapai 7. Suster pun bergegas menelpon dokter pengganti (karena dokter obgyn yang saya kunjungi sedang sakit hiks hiks&#8230;) dan saya pun dibawa masuk kamar bersalin. </p>
<p>Saat dokter datang, bukaan sudah mencapai 9 sehingga beliau langsung menanti di ruangan tersebut sambil main tebak-tebakan dengan suster soal berat badan bayi saya. Psssttt&#8230; saya sendirian loh di kamar bersalin saat itu. Suami belum juga pulang, sementara mama saya tidak berani ikut masuk menemani (padahal beliau melahirkan 4 orang anak). Akhirnya pukul 04.15 si kakak lahir setelah usaha mengejan yang disertai dengan kentut. Oops, maaf dok! Gkgkgkgk&#8230;.</p>
<p>Nah, kalau si adik, ceritanya lain.</p>
<p>Sejak diusir ke Surabaya oleh suami tanggal 9 Mei, saya terpaksa harus menunggu 3 minggu sebelum dia lahir. Suami takut kalau si adik lahir lebih cepat dari perkiraan yaitu tanggal 24 Mei. Padahal mah saya sudah meyakinkan kalau si adik bakalan lahir setelah bapaknya terima gaji alias di atas tanggal 25 Mei. Dan beneran, si adik lahir tanggal 29 Mei 2010 pukul 07.00  dengan weton Sabtu Pahing. (Eh beneran gak sih istilah weton? Soalnya saya bukan orang Jawa sih&#8230;)</p>
<p>Sebelum si adik lahir tuh saya sempat merasakan naik mobil di atas mobil derek G**** O**. Lah kok bisa?</p>
<p>Jadi ceritanya Dina yang kos di rumah mertua mengajak kakak ipar dan anak-anaknya (sekaligus saya dan Dira) untuk jalan-jalan ke Gramedia Expo. Wah, kita sih senang banget karena jarang-jarang melihat Surabaya di malam hari. </p>
<p>Setelah selesai melihat-lihat Gramedia Expo, Dina mengajak kita keliling kota dan kemudian mampir ke daerah Manyar untuk makan jagung bakar. Ngomong-ngomong, aneh juga yah makan jagung bakar yang disisir dan makan di atas piring. Maklum, kalau makan jagung bakar di daerah Puncak Pass pasti langsung dari bongkolnya.</p>
<p>Nah, sepulang dari Manyar, rupanya Dina masih berniat mengajak kita keliling kota. Tapi kok mendadak di Jalan Diponegoro mobil mendadak lampu gambar aki dan tanda seru hidup. Tak lama kemudian mobil mulai tersendat dan waks&#8230; mesinnya mati. Untung mobil sempat dipinggirkan di depan Reliance sehingga tidak mengganggu lalu lintas.</p>
<p>Kita semua bingung mau berbuat apa. Mau panggil orang buat bantu dorong juga percuma karena mobilnya jenis matic. Coba telpon G**** O**, eh ternyata cuma mau melayani membernya doang. Padahal di daerah situ ada kantor G**** O** hehehe&#8230;</p>
<p>Kita coba telpon mobil derek umum. Deal! Mereka janji mau jemput, segera! Ternyata, setelah menunggu hampir 1 jam lamanya, mobil derek umum tidak kunjung datang. Ditelpon lagi, katanya &#8220;Maaf bu, mobilnya belum bisa datang cepat.&#8221; Haiyaa&#8230; please deh! Telpon kita kek kalau gak bisa datang &#8220;segera&#8221;. Kan kasihan sama anak-anak yang ikut di mobil (termasuk ibu hamil hehehe&#8230;)</p>
<p>Akhirnya, tanpa diduga, karena lokasi kantor  G**** O** dekat dengan lokasi mogoknya mobil, 3 orang pegawainya ternyata menghampiri mobil kita dan menawarkan bantuannya untuk mengantarkan kita ke bengkel Suzuki terdekat. Catatannya sih itu adalah &#8220;bantuan di luar jam kerja&#8221;. Okelah kalau begitu&#8230; daripada kita bengong nungguin mobil derek umum. </p>
<p>Tadinya sempat dag dig dug juga ada 3 orang laki-laki menghampiri mobil kita yang isinya 5 orang perempuan dan 1 orang &#8220;anak&#8221; lelaki. Tapi Alhamdulillah, ternyata mereka tidak berniat jahat dan menawarkan bantuan. Akhirnya setelah berdiskusi, mobil pun dinaikkan ke atas mobil derek G**** O**. </p>
<p>Wah, sumpah&#8230; baru kali itu saya naik mobil di atas mobil (baca: &#8220;udik&#8221;). Ternyata, seru yah! Apalagi saat itu saya lagi hamil tua dan tinggal menghitung hari menunggu waktu kelahiran si adik.</p>
<p>Semua penumpang mobil khawatir kalau saya melahirkan saat itu karena guncangan di dalam mobil cukup kuat. Saya, entah mengapa, cuma bisa ketawa ngakak sepanjang perjalanan ke bengkel. Senang rasanya dapat pengalaman tak terlupakan saat hamil tua. Lumayan buat diceritain ke anaknya, nanti. <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sepanjang perjalanan ke bengkel, semua berprediksi kalau si adik bakal lahir besok, alias hari Jumat. Tapi rupanya perkiraan tersebut salah. Soalnya ditunggu dari subuh hingga tengah malam, tidak ada tanda-tanda persalinan. Yah, sebenarnya ada sih, yaitu saya kembali aktif BAB dari pagi hari hingga tengah malam itu dan daerah perut sesekali terasa kram. </p>
<p>Nah, berhubung sejak usia kehamilan 7 bulan saya mengalami insomnia, akhirnya pukul 02.00 dini hari saya baru bersiap untuk tidur. Saat baru mau pulas, tiba-tiba terasa seperti ada air keluar dari bagian bawah tubuh. Pertama saya kira kalau itu adalah air seni, tapi kok mengalir terus-menerus. Jangan-jangan&#8230; </p>
<p>Spontan saya bangunkan suami. &#8220;Pak, jangan-jangan air ketubanku pecah nih. Tapi aku periksa dulu yah ke kamar mandi. Ayo, kamu siap-siap.&#8221; </p>
<p>Buru-buru ke kamar mandi buat mengecek. Ternyata memang benar kalau itu adalah air ketuban. Langsung saat itu juga kita ganti baju dan panggil taksi.</p>
<p>Sampai di rumah sakit, saya sudah mengalami bukaan 5. Sejam kemudian bertambah menjadi bukaan 7. Namun ditunggu hingga pukul 06.00, bukaan tidak kunjung bertambah. Akhirnya dokter pengganti (Hohoho&#8230; lagi-lagi dapat dokter pengganti karena kali ini dokter kandungan saya sedang pulang kampung sehingga tidak bisa membantu persalinan) memutuskan untuk melakukan induksi melalui infus.</p>
<p>Baru pertama kali saya diinduksi. Baru saat itu saya sadar kalau ternyata diinduksi itu membuat kontraksi semakin terasa sakit. </p>
<p>Jadi ingat dulu pernah komentar &#8220;agak nyolot&#8221; ke salah satu teman yang diinduksi saat melahirkan dan ternyata dia memilih untuk melahirkan secara caesar. &#8220;Ih elu&#8230; masa gak bisa tahan sama rasa sakit sih? Baru juga sakitnya segitu&#8230;&#8221; </p>
<p>Dan ternyata, saya kualat hehehe&#8230;. Sakit bo! Sampai kepikiran juga mau di-caesar ajah. Untung masih ingat kalau biaya caesar sekarang mahal <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Alhamdulillah sih, setelah 30 menit diinduksi, akhirnya terasa deh itu yang namanya mau mengejan seperti pengen BAB. Susah banget menahan diri supaya tidak mengejan. Suster bolak-balik mengingatkan kalau saya gak boleh mengejan supaya jalur lahirnya tidak bengkak. Akhirnya tangan suami dan suster jadi korban genggaman tangan saya tiap kali kontraksi datang.</p>
<p>Setelah menunggu &#8220;agak lama&#8221;, dokter pengganti muncul juga. Aduh Dok! Kemana aja sih? Kok lama banget? </p>
<p>Saya berjuang untuk mengejan hampir 15 menit lamanya. Entah karena pengaruh usia atau karena kelelahan, usaha mengejan kali ini lebih terasa sulit dibandingkan saat melahirkan si kakak. Hehe, sampai kesebut terus nama Tuhan dan akhirnya keceplosan juga panggil mama.</p>
<p>Alhamdulillah, pukul 07.00 si adik keluar dan langsung menangis tanpa perlu ditepuk pantatnya. Puji syukur atas karunia-Mu ya Allah! </p>
<p>Dan yang paling saya syukuri adalah kehadiran suami untuk mendampingi proses kelahiran si adik. Doa saya terkabul supaya suami bisa menyaksikan kalau melahirkan itu &#8220;sakit&#8221; dan setidaknya dia bisa lebih merasa &#8220;memiliki&#8221; anak.</p>
<p>Thanks for being there husband. </p>
<p>Welcome to the world, Danti Daniswara. I have so much to tell you, my sweet baby. A story just before your birth. Be a good girl. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/07/just-before-she-came/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cuti dulu yah!</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/06/cuti-dulu-yah/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/06/cuti-dulu-yah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 04:01:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Cuti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=917</guid>
		<description><![CDATA[Whew whew whew&#8230;. banyak pending comment yang akhirnya sudah saya approve. Terima kasih yah buat yang sudah bersedia mampir di sini. Maaf belum ada cerita baru karena baru melahirkan dan ternyata bayinya butuh perhatian ekstra. Jadi, sementara ini, silahkan nikmati artikel lama yang ada yah. @ Sari Rachmatika : Aku dah lahiran hari Sabtu, 29 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Whew whew whew&#8230;. banyak pending comment yang akhirnya sudah saya approve.</p>
<p>Terima kasih yah buat yang sudah bersedia mampir di sini. Maaf belum ada cerita baru karena baru melahirkan dan ternyata bayinya butuh perhatian ekstra.</p>
<p>Jadi, sementara ini, silahkan nikmati artikel lama yang ada yah. </p>
<p>@ Sari Rachmatika : Aku dah lahiran hari Sabtu, 29 Mei 2010 di Husada Utama. Hihi belum update status di FB say. Maaf yah. Mau kasih kado tha? <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/06/cuti-dulu-yah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I&#8217;m truly an online mom</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/04/im-truly-an-online-mom/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/04/im-truly-an-online-mom/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 06:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[baju bayi]]></category>
		<category><![CDATA[belanja online]]></category>
		<category><![CDATA[Fluffy]]></category>
		<category><![CDATA[keperluan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Libby]]></category>
		<category><![CDATA[online shopping]]></category>
		<category><![CDATA[perlengkapan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[toko bayi online]]></category>
		<category><![CDATA[toko keperluan bayi]]></category>
		<category><![CDATA[toko online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=910</guid>
		<description><![CDATA[Bukannya ngaku-ngaku sih, cuma akhir-akhir ini kegiatan sehari-hari gak jauh dari yang namanya koneksi internet. Dari pagi hingga sore hari (sampai bapaknya pulang dari kantor). Karena itu, bisa dibilang kalau koneksi internet sangat penting sekali keberadaannya buat saya karena membantu mengatasi rasa jenuh di rumah (karena tidak ada mal yang dikunjungi kalau bosan) dan menjalankan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukannya ngaku-ngaku sih, cuma akhir-akhir ini kegiatan sehari-hari gak jauh dari yang namanya koneksi internet. Dari pagi hingga sore hari (sampai bapaknya pulang dari kantor). </p>
<p>Karena itu, bisa dibilang kalau koneksi internet sangat penting sekali keberadaannya buat saya karena membantu mengatasi rasa jenuh di rumah (karena tidak ada mal yang dikunjungi kalau bosan) dan menjalankan bisnis online <a href="http://www.dbc-network.biz/bisnis-wanita/index.php?id=betterchances">d&#8217;BC Network</a>.</p>
<p>Malah, karena hingga usia kehamilan 7,5 bulan saya belum sempat pergi ke Baby Shop, adanya koneksi internet membantu memudahkan pembelian keperluan si jabang bayi.   </p>
<p>Awalnya sih niat banget mau belanja keperluan bayi di Pasar Turi kalau lagi ke Surabaya. Maklum, sebelum pindah ke Paiton semua perlengkapan bayi Indira, terutama baju bayi, sudah dilungsur ke orang lain yang saat itu membutuhkan. Hehe, lagian terlalu percaya diri banget kalau anak kedua bakalan dikasih cowok. Eh, rupanya hasil USG berkata kalau adiknya Indira adalah cewek. Mau gak mau musti beli lagi deh.</p>
<p>Sebenarnya sih browsing keperluan bayi sudah dari bulan Januari. Tapi berhubung orang tua bilang sebaiknya beli keperluan jabang bayi setelah memasuki usia kandungan 7 bulan (soal ini percaya gak percaya sih), jadinya baru gencar browsing baby online shop di bulan Maret. </p>
<p><span id="more-910"></span></p>
<p>Selain sibuk browsing online shopnya, saya juga bolak-balik cari referensi/artikel daftar keperluan bayi yang harus dipersiapkan. Baca sana, baca sini, hasilnya malah tambah bingung. Wahahaha&#8230;. gimana gak bingung coba. Contohnya begini:</p>
<blockquote><p>A bilang kalau baju bayi sebaiknya dipersiapkan 1/2 lusin baju tanpa lengan (kutung), 1 lusin baju tangan pendek, 1/2 lusin baju tangan panjang, de el el. </p>
<p>B bilang kalau baju bayi sebaiknya dipersiapkan 1 lusin baju tanpa lengan (kutung), 1 lusin baju tangan pendek, 1/2 lusin baju tangan panjang, de el el. </p>
<p>C bilang kalau baju bayi sebaiknya dipersiapkan 1/2 lusin baju tanpa lengan (kutung), 1/2 lusin baju tangan pendek, 1/2 lusin baju tangan panjang, de el el. </p></blockquote>
<p>Hehe, bingung kan mau ngikutin siapa? Itu baru urusan baju bayi, belum termasuk celana, popok, gurita, bedong, washlap, tatak iler, keperluan mandi, de es be. </p>
<p>Akhirnya sih saya beli keperluan bayi pakai mother&#8217;s instinct deh sambil ngecek-ngecek barang bekas Indira yang masih ada apa saja. Lumayan, setidaknya saya gak perlu beli bedong, handuk, dan selimut.</p>
<p>Perbedaan yang saya rasakan selama hunting keperluan bayi secara online dibandingkan dengan saat hamil Indira dulu adalah masalah keuangan yang lebih terbatas. Hehe, maklum&#8230; dulu kan budget buat beli keperluan bayi berasal dari 2 sumber, saya dan suami. Sementara sekarang hanya berasal dari suami sehingga benar-benar &#8220;tight budget&#8221;. Jadi, Alhamdulillah, bonus bulanan Oriflame yang dijalani lewat <a href="http://www.dbc-network.biz/bisnis-wanita/index.php?id=betterchances&#038;s1-anakboncel">d&#8217;BC Network</a> benar-benar membantu.</p>
<p>Kondisi &#8220;tight budget&#8221; ini membuat acara browing online babyshop berlangsung lumayan lama. Buku catatan saya sampai penuh dengan nama online store dan daftar harga barangnya. Ternyata kalau belanja di online store itu, kita harus benar-benar jeli melihat dan menghitung harganya. </p>
<p>Misalnya harga barang merk A di toko X lebih murah daripada toko Y, tapi pilihan courier servicenya hanya satu dan biaya kirim sangat mahal. Atau toko X menjual barang berkualitas kelas 1 dengan harga murah tetapi ketersedian barang lainnya tidak selengkap toko Y yang menjual barang berkualitas kelas 2 sehingga kita harus berbelanja di dua tempat yang artinya sangat tidak efisien buat urusan ongkos kirim. </p>
<p>Kalau menghadapi masalah di atas, biasanya hitungan saya jadi tambah &#8216;njlimet&#8217; dan buat keputusannya jadi susah. Ibu mana yang tidak mau memberikan barang berkualitas terbaik buat anaknya kan? Tapi kalau mengingat kondisi keuangan, wah mau gak mau pertimbangannya jadi banyak dan ujung-ujungnya jadi belanja di toko Y.   </p>
<p>Masalah-masalah di atas mungkin terlihat sepele yah? Tapi benar-benar memberikan pelajaran berharga buat saya. Kebayang gak gimana dengan keluarga lain yang punya penghasilan pas-pasan (pas buat makan sehari) saat harus memenuhi keperluan lain anaknya. </p>
<p>Hadooohhh&#8230;. gak heran banyak orang tua yang tega menjual bayinya. Mungkin motivasinya bukan sekedar mendapatkan uang yang jumlahnya kalau kita pikir sebenarnya tidak memadai (2-3 juta rupiah ditukar dengan nyawa seorang bayi), tapi lebih pada keinginan agar si bayi mendapat kehidupan yang jauh lebih layak.</p>
<p>Heleuh! Kenapa saya jadi cerita yang lain yah? Maaf&#8230; maaf&#8230;</p>
<p>Beberapa keperluan sempat saya beli di &#8220;Kitty&#8221; Baby Shop (Paiton). Tapi itu setelah melalui seleksi ketat (lihat harga, lihat kualitas) dan membandingkan harganya dengan toko online. Barang-barang di Kitty, terutama baju dan celana bayi, lumayan murah harganya. Sayangnya saat belanja di sana si kakak ribut minta pulang karena bosan dan kepanasan. Maklum, jarang toko di Paiton yang dipasang penyejuk hehehe&#8230;. Akhirnya terpaksa buru-buru pulang walaupun sebenarnya masih pengen lihat-lihat (dan berhitung-hitung). </p>
<p>Setelah dipikirkan beberapa hari, akhirnya saya putuskan untuk tetap belanja keperluan lainnya lewat toko online. Dan dari hasil browsing, terjadilah transaksi jual-beli keperluan bayi di 3 toko online berikut:<br />
1.  <a href="http://www.sayang-balita.com">Sayang Balita</a><br />
2.  <a href="http://tokonyatara.multiply.com">Tokonya Tara</a><br />
3.  <a href="http://tokoibudananak.com">Toko Ibu dan Anak</a></p>
<p>Wiihh, pikir-pikir, perbandingan biaya yang dikeluarkan untuk beli keperluan bayi sekarang dibandingkan saat hamil anak pertama di tahun 2006 lumayan jauh juga. Kerasa banget kalau harga barang sekarang sudah naik berkali lipat. Dengan jumlah biaya yang dikeluarkan sekarang ini bisa membeli jauh lebih banyak barang di tahun 2006. </p>
<p>Oya, buat referensi bagi ibu hamil lain yang mau membeli baju dan celana bayi merk <a href="http://www.babyfluffy.com">Fluffy</a> atau Libby, beneran deh, harganya murah di Tokonya Tara. Malah mbak Onne-nya berbaik hati untuk kasih diskon buat ongkos kirimnya karena gak enak hati melihat jumlah yang harus saya keluarkan buat paket 3 kg. Thanks yah mbak Onne! (Barangnya sudah sampai loh! Dan kualitasnya OK banget!)</p>
<p>Sekarang saya sedang tunggu 2 paket lagi. Semoga tidak mengecewakan deh supaya saya gak kapok belanja online lagi.</p>
<p>Wohooo! Online melulu! I&#8217;m truly an online mom! </p>
<p>Btw, berikut beberapa online babyshop hasil browsing di Oom Google. Kalau-kalau ada ibu hamil yang butuh sesuatu untuk calon bayinya dan mau coba belanja online <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . </p>
<p><a href="http://www.momnbabyshop.com">Mom n Baby Shop</a><br />
<a href="http://daffa-babyshop.blogspot.com">Daffa Babyshop</a><br />
<a href="http://www.dedebabyshop.com">Dede Babyshop</a><br />
<a href="http://www.bayianda.com">Bayi Anda</a><br />
<a href="http://www.istanabayi.com">Istana Bayi</a><br />
<a href="http://tokobabynez.com">Toko Babynez</a><br />
<a href="http://www.babyonstore.com">Baby On Store</a><br />
<a href="http://tokoinge.com">Toko Inge</a><br />
<a href="http://www.pucebebe.com">Pucebaby</a><br />
<a href="http://www.akachanhouse.com">Akachan House</a><br />
<a href="http://www.lollypopkidzshop.com">Lollypop Kidz Shop</a><br />
<a href="http://dampoo.com">Dampoo</a><br />
<a href="http://www.blessingbabyshop.com">Blessing Babyshop</a><br />
<a href="http://www.agustashop.com">Agusta Shop</a><br />
<a href="http://www.galerimama.com">Galeri Mama</a><br />
<a href="http://www.adikbayi.com">Adik Bayi</a><br />
<a href="http://www.sentraibudanbayi.com">Sentra Ibu dan Anak</a><br />
<a href="http://www.cleobabys.com">Cleo Babyshop</a><br />
<a href="http://garasimama.com">Garasi Mama</a><br />
<a href="http://perlengkapanbayiku.com">Perlengkapan Bayiku</a><br />
<a href="http://baby.ruenna.com">Baby Ruenna</a><br />
<a href="http://www.brillianbabyshop.com">Brillian Babyshop</a><br />
<a href="http://fairashop.blogspot.com">Faira</a><br />
<a href="http://kikafamily.blogspot.com">Kika Family</a><br />
<a href="http://metalmomshop.multiply.com">Metalmom Shop</a></p>
<p>Lumayan banyak kan? Gimana gak pusing mikirin mau beli di mana. Apalagi gak semua toko menyediakan keperluan bayi baru lahir alias newborn. Itu belum termasuk toko online lain yang ada di Multiply.com dan Facebook loh yah. Keder kan? Terus, belum lagi yang mengkhususkan diri menjual cloth diaper. Tambah keder lagi deh kalau dibandingin semua (seperti saya ini hehe&#8230;). </p>
<p>Nah, jadi ada yang mau ikutan belanja online seperti saya dan coba belanja di salah toko online di atas? Hyuk, mari&#8230;</p>
<p>Yang penting, cari toko online yang kira-kira meyakinkan yah untuk menghindari penipuan atau kekecewaan pada kualitas barangnya.</p>
<p><em>PS: Saya cuma kasih daftar toko online yang menjual perlengkapan bayi yah dan bukan berarti saya sudah mencoba belanja di semua toko tersebut. So, be careful before you do online shopping!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/04/im-truly-an-online-mom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mood Swing</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/03/mood-swing/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/03/mood-swing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 09:36:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Mood Swing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=896</guid>
		<description><![CDATA[Mood swing is an extreme or rapid change in mood (definition is take from here). Seharian ini bawaannya moody terus. Kenapa yah? Apa gara-gara Dira pas bangun pagi juga uring-uringan sampai emaknya kebawa? Hmm, bisa jadi. Soalnya saya paling kesal kalau suasana bangun pagi diisi dengan suara rengekan gak jelas. Belum lagi kalau rengekan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mood swing is an extreme or rapid change in mood (definition is take from <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mood_swing">here</a>).</p>
<p>Seharian ini bawaannya moody terus. Kenapa yah? Apa gara-gara Dira pas bangun pagi juga uring-uringan sampai emaknya kebawa? Hmm, bisa jadi.</p>
<p>Soalnya saya paling kesal kalau suasana bangun pagi diisi dengan suara rengekan gak jelas. Belum lagi kalau rengekan itu berubah jadi tangisan (yang biasanya disebabkan karena Dira diganggu sama Papanya). Pffhh, kalau sudah begini, biasanya saya langsung terbawa suasana dan jadi kesal. Ujung-ujungnya muka saya sudah ditekuk dari pagi dan mulut sibuk ngomel.</p>
<p>Hahhhh&#8230; gimana kalau bayinya lahir yah? </p>
<p><span id="more-896"></span></p>
<p>Kekesalan bertambah saat Dira tidak mau menghabiskan sarapannya. Aduh, capek-capek berjibaku di dapur bikin Nasi Goreng Hongkong (pakai sosis, kacang polong, jagung, buncis dan wortel), eh dianya malah cuma mau 2 suap dan kemudian bilang, &#8220;Aku gak mau makan lagi Ma. Aku abisin kerupuk aja ah!&#8221; Whewww&#8230;. mamanya tambah manyun deh. </p>
<p>Dira kembali tidur jam 9 pagi setelah makan 1 bungkus roti coklat. Pantes dia uring-uringan pas bangun tidur. Rupanya masih ngantuk dan mungkin capek karena kemarin main sepeda di lapangan bola. </p>
<p>Dira bangun tidur pukul 11.30. Setelah dia mandi, saya kembali menyiapkan makan siang untuknya dengan menu malas ala emaknya yaitu nasi dengan telur dadar isi kornet. </p>
<p>Awalnya acara makan siang lancar. Sambil bongkar-bongkar sepatu dari rak di teras belakang, mulut Dira sibuk mengunyah tanpa penolakan seperti acara sarapan tadi. </p>
<p>Sampai&#8230;. datanglah 2 bocah kakak-beradik anak tetangga berkunjung ke rumah. </p>
<p>Terus terang saya lagi kesal sama anak tetangga yang paling besar berusia 6 tahun gara-gara beberapa minggu yang lalu dia sibuk bolak-balik bermain bel di rumah saya. Pernah dalam sehari saya harus 3-4 kali berdiri dari duduk di lantai (dengan perut buncit ini) untuk membuka pintu karena bel bunyi dan menemukan tersangka pembunyi bel sedang berlari ke arah rumahnya.</p>
<p>Saya cuma bisa mengomel sendiri. Ada niat untuk memarahi anak itu, tapi sutralah&#8230; daripada dikira tetangga kok gak bisa diajak bercanda.</p>
<p>Setelah saya sempat terceletuk ke tetangga yang lain soal ini, gangguan tersebut berhenti. Hehehe&#8230; biasa deh yang namanya ibu-ibu kan doyan gosip. Jadi, kita omong apa tentang siapa, pasti sampai deh ke orang yang dimaksud. <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, seminggu yang lalu, si anak ini kembali aktif bermain ke rumah saya. Boleh-boleh saja. Cuma saya kembali kesal padanya karena dia dengan seenaknya (tanpa ijin sama sekali) membuka laci lemari untuk mengambil mainan Dira. Hmm, saya ingat kalau dia pernah melihat Dira mengambil mainan dari laci tersebut.</p>
<p>Satu kali. Dua kali. Masih saya diamkan.</p>
<p>Tiga kali. Saya bilang padanya (sambil muka dibuat galak), &#8220;Kalau kamu mau pinjam mainan, ijin dulu yah. Kan ada Tante di sini.&#8221;   </p>
<p>Responnya? Dia diam saja dan tetap mengambil mainan tersebut sambil berlari keluar rumah. Saya cuma bisa mengelus perut sambil berucap, &#8220;Amit-amit jabang bayi.&#8221;</p>
<p>Kembali ke cerita semula. </p>
<p>Setelah kedatangan kedua bocah tersebut, tanpa ba bi bu, Dira langsung diajak main.</p>
<p>Saya langsung terbawa emosi. Kesal karena mereka tahu Dira sedang makan dan sepatu yang dibongkarnya belum dibereskan namun diajak pergi bermain. Ampun&#8230; masa saya harus menyuapi Dira sambil dia bermain? Saya tidak pernah mengajarkan Dira untuk makan sambil bermain di luar atau bahkan berjalan-jalan. </p>
<p>Saya spontan teriak. &#8220;Dira. Indira Pramudita! Makannya belum selesai. Sepatunya belum diberesin. Ayo masuk!&#8221;</p>
<p>Kasihan deh lihat muka anak saya. Kedua bocah itu juga tercengang mendengar nada suara saya. Tapi jujur, saya kesal sampai ke ubun-ubun.</p>
<p>Akhirnya Dira pulang dan membereskan sepatunya. Acara makan siang pun saya hentikan. Saya suruh Dira sekalian keluar untuk bermain daripada kembali kena omelan emaknya.</p>
<p>Puihhhh&#8230; seharian marah-marah bikin capek hati, pikiran dan badan.</p>
<p>Sebenarnya setelah kejadian di atas, saya masih sempat kesal saat mengantar Dira ikut English Fun Club. Tapi, it&#8217;s over lah.</p>
<p>Mama hari ini benar-benar mengalami mood swing. </p>
<p>Gejala apakah ini? Stres? Depresi?</p>
<p>Gara-gara apa? Bosan? Atau bokek? Hehehe&#8230;. embuh deh! </p>
<p>*tarik napas, keluarin perlahan&#8230; tarik napas, keluarin perlahan&#8230; cooling down Ma*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/03/mood-swing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HOT NEWS! Ikut Kuis Berhadiah Yuk!</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/02/hot-news-ikut-kuis-berhadiah-yuk/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/02/hot-news-ikut-kuis-berhadiah-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 03:52:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Dini Shanti]]></category>
		<category><![CDATA[Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Kuis Berhadiah]]></category>
		<category><![CDATA[Referral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/2010/02/hot-news-ikut-kuis-berhadiah-yuk/</guid>
		<description><![CDATA[Yipiiieee! Dini Shanti buat kuis berhadiah lagi. Semuanya GRATIS loh! Mulai dari daftar hingga saat mengikuti kuisnya. Pertanyaan kuis-kuisnya pun mudah kok. Bahkan nih, beberapa pertanyaan diberi &#8216;Hint&#8217; alias petunjuk untuk jawabannya. Syaratnya apa saja untuk bisa mengikuti kuis ini? Yang utama adalah sudah berusia 18 tahun dan memiliki kartu identitas yang akan diminta jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yipiiieee!</p>
<p>Dini Shanti buat kuis berhadiah lagi. Semuanya <strong>GRATIS</strong> loh! Mulai dari daftar hingga saat mengikuti kuisnya.</p>
<p>Pertanyaan kuis-kuisnya pun mudah kok. Bahkan nih, beberapa pertanyaan diberi <em>&#8216;Hint&#8217;</em> alias petunjuk untuk jawabannya.</p>
<p>Syaratnya apa saja untuk bisa mengikuti kuis ini? Yang utama adalah sudah berusia 18 tahun dan memiliki kartu identitas yang akan diminta jika kamu memenangkan kuis tersebut.</p>
<p><span id="more-891"></span></p>
<p>Oya, kuis berhadiah ini bersifat undian. Maksudnya, semua jawaban benar yang masuk akan diundi lagi. Jadi, banyak-banyak berdoa setelah mengisi kuisnya yah.</p>
<p>Nah, gak ada ruginya kan kalau kamu ikutan daftar. Beneran <strong>GRATIS</strong> kok! Kamu bisa daftar lewat <a href="http://www.KuisKuisBerhadiah.com/?id=816">sini</a> atau klik pada banner yang ada di bawah posting ini.</p>
<p>Karena bersifat &#8216;referral&#8217;,  kamu bisa ajak kakak, adik, kerabat dan teman-teman kamu untuk daftar dan mengikuti Kuis Berhadiah ini. Kamu akan mendapatkan 1 poin untuk setiap nama yang mendaftarkan diri lewat link referral kamu. Dengan demikian, kesempatan kamu untuk mengikuti kuis-kuis lainnya semakin banyak.</p>
<p>Untuk periode awal ini (hingga 13 Maret), ada 2 buah kuis berhadiah yang bisa kamu ikuti. Kuis pertama berhadiah 5 buah ebook Travel Hemat seharga @ Rp 150.000,- dan 1 buah paket jalan-jalan ke Kuala Lumpur. Kuis kedua berhadiah uang untuk 3 orang pemenang @ Rp. 500.000,-.</p>
<p>Menarik kan? </p>
<p>Makanya, buruan daftar. Mumpung <strong>GRATIS TIS TIS! </strong> <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><center><a href="http://www.KuisKuisBerhadiah.com/?id=816" target="_blank"><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm178/thepoets/kubrickheader.jpg" border="0" alt="Photobucket"></a></center></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/02/hot-news-ikut-kuis-berhadiah-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Verifikasi Paypal Makin Gampang</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/02/verifikasi-paypal-makin-gampang/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/02/verifikasi-paypal-makin-gampang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 09:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Paypal]]></category>
		<category><![CDATA[Verifikasi Paypal]]></category>
		<category><![CDATA[Verifikasi Paypal Bank Local Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=884</guid>
		<description><![CDATA[Saya buat akun Paypal sudah dari lama kira-kira dari 10-12 bulan yang lalu. Karena gagal verifikasi menggunakan visa debet Mandiri, akhirnya akun tersebut kosong melompong karena tak ada kegiatan transaksi apa pun. Banyak sih yang menyarankan untuk verifikasi menggunakan VCC (Virtual Credit Card). Yah, sudah sempat mau beli malah dari salah satu penjual VCC Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya buat akun Paypal sudah dari lama kira-kira dari 10-12 bulan yang lalu.</p>
<p>Karena gagal verifikasi menggunakan visa debet Mandiri, akhirnya akun tersebut kosong melompong karena tak ada kegiatan transaksi apa pun.</p>
<p>Banyak sih yang menyarankan untuk verifikasi menggunakan VCC (Virtual Credit Card). Yah, sudah sempat mau beli malah dari salah satu penjual VCC Indonesia tapi berhubung saat itu kepentok dengan masa perpanjangan hosting <a href="http://anakboncel.net">Anakboncel</a> ini, hehe&#8230; batal deh. Maaf yah&#8230;.</p>
<p><span id="more-884"></span></p>
<p>Tapi, beberapa hari yang lalu ada yang kirim spam mail ke akun Yahoo!. Biasanya spam mail langsung saya hapus tanpa dibaca. Namun &#8220;Subject&#8221; dari spam yang satu ini sangat menarik karena berjudul &#8220;Verifikasi Paypal dengan Akun Bank Lokal Anda&#8221;. Saya tertarik dan akhirnya membaca email tersebut (walaupun teteup isi emailnya adalah ajakan untuk join di salah satu web bisnis online).</p>
<p>Wah, ternyata ada cara baru untuk verifikasi akun Paypal loh. Setelah kemajuan terakhir dari cara verifikasi Paypal termudah adalah menggunakan VCC, saat ini kamu bisa menggunakan rekening bank lokal untuk melakukannya.</p>
<p>Caranya juga cukup mudah kok. Tapi berhubung saya lagi malas banget nulis (hehe&#8230;), kamu bisa baca mengenai hal ini <a href="http://www.indonesiapal.com/2010/01/verifikasi-paypal-menggunakan-bank-lokal-indonesia/">di sini</a>. </p>
<p>Ringkasnya, langkah verifikasi Paypal dengan bank lokal Indonesia sbb:</p>
<p><strong>Pertama </strong>: Login ke akun Paypal (buat yang sudah punya akun tapi belum terverifikasi yah, kalau belum yah daftar dulu <a href="http://www.paypal.com">di sini</a>).</p>
<p><strong>Kedua</strong> : Masuk ke menu &#8220;My Account&#8221;, lalu klik status &#8220;Get Verified&#8221;.</p>
<p><strong>Ketiga</strong> : Pilih menu yang menyuruh memasukkan data bank kamu. Nanti di sana kamu akan disuruh mengisi informasi bank dan mengisi kode banknya. Untuk kode bank, tinggal klik tulisan &#8220;What&#8217;s this?&#8221; lalu copas deh.<br />
Setelah data lengkap, kamu tinggal klik untuk menyetujuinya penambahan tersebut. </p>
<p><strong>Keempat</strong> : Akan ada informasi dari Paypal bahwa kita harus menunggu sekitar 1-3 hari (kalau tidak salah) untuk menerima transfer balance dari Paypal ke rekening bank yang didaftar sebanyak 2 kali.</p>
<p><strong>Kelima</strong> : Tungguin deh transfer balance dari Paypal. Waktu tunggu saya sampai transfer tersebut masuk rekening sekitar 2 hari.</p>
<p><strong>Keenam</strong> : Masukkan jumlah transfer balance dari Paypal yang diterima rekening bank kamu, tentunya setelah kamu kembali login ke akun Paypal yah. Paypal akan transfer sebanyak dua kali dengan jumlah rupiah yang kecil sekali (padahal ngarep ditransfer lebih dari 5 digit hehe&#8230;).<br />
Setelah memasukkan 2 nominal tersebut, tinggal klik tombol di bawah dan tadaaaa&#8230;. akun Paypal kamu berubah status menjadi &#8220;Verified&#8221;.</p>
<p>Wah, niatnya ringkas kok malah jadi panjang? Dasar!</p>
<p>Eh, tapi gampang kan prosedurnya? Trus kamu gak perlu keluar duit lagi buat beli VCC (yang dengar-dengar harganya naik di tahun 2010 ini).</p>
<p>Nah, siapa yang mau coba juga? Silahkan! </p>
<p>Pffhhh.. akhirnya akun Paypal saya terverifikasi. Semoga kembali semangat cari duit di internet. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/02/verifikasi-paypal-makin-gampang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maaf, Lagi Sibuk Ngegame!</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/01/maaf-lagi-sibuk-ngegame/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/01/maaf-lagi-sibuk-ngegame/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 00:26:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[kelahiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/2010/01/maaf-lagi-sibuk-ngegame/</guid>
		<description><![CDATA[Maaf&#8230; pemilik blog gi sibuk ngegame di FB. Wkwkwk.. sebenarnya gi malas nulis sih. Ada cerita tapi kalo malas nulis kan percuma. Tul gak? Tau nih bawaan siapa kok jadi pengen ngegame terus. Yah sebenarnya sih selain ngegame juga sibuk berdoa supaya jenjang karir di Oriflame bisa sampai 21% sebelum due date melahirkan (kira-kira tanggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf&#8230; pemilik blog gi sibuk ngegame di FB. </p>
<p>Wkwkwk.. sebenarnya gi malas nulis sih. Ada cerita tapi kalo malas nulis kan percuma. Tul gak?</p>
<p>Tau nih bawaan siapa kok jadi pengen ngegame terus.</p>
<p>Yah sebenarnya sih selain ngegame juga sibuk berdoa supaya jenjang karir di Oriflame bisa sampai 21% sebelum due date melahirkan (kira-kira tanggal 24 Mei 2010). Hehe, soalnya agak berharap bonusnya bisa buat nambah-nambahin duit buat beli persiapan kelahiran. </p>
<p><span id="more-881"></span></p>
<p>Merasa bersalah juga karena buat calon bayi yang satu ini Mamanya gak bisa keluarin duit lagi untuk sekedar beli baju bayi dan perlengkapan lain karena sudah pensiun dari kerja kantoran.</p>
<p>Barang-barang punya kakaknya sudah dilungsur ke orang lain sih. Jadi calon adik bayi gak bisa pakai bekas kakaknya. Abis nih emaknya sudah ke-PD-an bakal punya adik cowok makanya barang si kakak pada dilungsurin sebelum pindah ke Paiton. Padahal hasil kontrol dokter tepat di usia 22 minggu yang lalu, calon bayinya cewek (lagi) karena belum keliatan bola-bolanya.</p>
<p>Hehe, apa aja deh! Dapat cewek ya syukur. Dapat cowok ya syukur juga. (Cuma kepikiran kalo dapat cewek lagi dan cerewetnya sama dengan si kakak, wah emaknya bisa tambah lebar mulutnya karena sibuk ngomel terus&#8230;)</p>
<p>Doain yah supaya cita-citanya kesampaian! Amin&#8230; </p>
<p>PS:<br />
Buat yang mau cobain produk Oriflame, silahkan klik langsung di banner pop-up yah!<br />
Buat yang mau join bisnis Oriflame via <a href="http://www.dbc-network.com/index.php?id=betterchances">d&#8217;BC Network</a>, jangan ragu-ragu loh! Klik langsung pada banner Manager 15% di sebelah kiri tampilan blog.<br />
Target bulan Februari &#8211;> Manager 18% (Amin 3x)</p>
<p>Maaf, teteup promosi ada di postingan! Namanya juga usaha&#8230; </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/01/maaf-lagi-sibuk-ngegame/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Curhat Kuliner (Seri 2)</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/01/curhat-kuliner-seri-2/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/01/curhat-kuliner-seri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 23:55:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bubur ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[kacang kuwa]]></category>
		<category><![CDATA[mie ayam]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=876</guid>
		<description><![CDATA[Nyambung ah curhat kuliner alias pengalaman saya seputar jajanan di Surabaya (terutama yang keliling di sekitar rumah mertua). Peringatan! Ceritanya bakalan panjang. Jadi siapin secangkir kopi buat temani kamu ngebaca posting ini. Nah, tahun baru kemarin mendadak suami mengajak pulang ke Surabaya. Mendadak karena baru selesai beres-beres rumah jam 4, sudah harus berangkat ke tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nyambung ah curhat kuliner alias pengalaman saya seputar jajanan di Surabaya (terutama yang keliling di sekitar rumah mertua).</p>
<p>Peringatan! Ceritanya bakalan panjang. Jadi siapin secangkir kopi buat temani kamu ngebaca posting ini.</p>
<p>Nah, tahun baru kemarin mendadak suami mengajak pulang ke Surabaya. Mendadak karena baru selesai beres-beres rumah jam 4, sudah harus berangkat ke tempat bis jam 4.30. Jadi ngebut banget milihin baju saya dan Dira untuk dibawa berlibur selama 3 hari. </p>
<p><span id="more-876"></span></p>
<p>Tadinya saya sudah menolak karena mertua sedang ruwatan (gak makan nasi selama 1 bulan) dalam rangka menyambut bulan Suro dan kalau kita berkunjung ke sana otomatis merepotkan beliau karena jadi harus masak nasi beserta lauk-pauknya. Tapi berhubung gak enak juga menolak permintaannya (kali aja suami kangen sama ibunya), yah terpaksa diiyain.</p>
<p>Bener aja! Begitu bis perusahaan turun dari tol, langsung terlihat jalanan padat oleh kendaraan, terutama sepeda motor.</p>
<p>Hehe ya iyalah. Wong itu bertepatan dengan malam tahun baru 2010, ya otomatis banyak orang  keluar rumah untuk ikut meramaikan suasana.</p>
<p>Pukul 9 malam kita turun dari bis di BRI Tower Jl. Basuki Rahmat. Yup, betul sekali! Sepanjang jalan protokol tersebut penuh dengan yang namanya manusia dan kendaraan (mobil dan sepeda motor). Suasana tambah hiruk pikuk karena berbagai bunyian, mulai dari terompet, klakson mobil, derum sepeda motor yang dibuat berirama, petasan sampai suara tawa para manusia yang hadir di sana.</p>
<p>Saya langsung lemas. I really doin&#8217;t like being in a crowded place like this. It made me dizzy. Belum lagi ditambah dengan hujan rintik-rintik dan fakta bahwa susah sekali mendapatkan taksi yang semuanya bikin mulut saya tambah monyong. Hehehe&#8230;.</p>
<p>Setelah berjalan hampir 1 km untuk mencari taksi (sambil menjinjing travel bag dan bergantian menggendong Dira), kita berhenti untuk berteduh di Tunjungan Plaza (TP).</p>
<p>&#8220;Keknya musti nginep di Hotel Tunjungan deh! Habis susah begini dapat taksi,&#8221; kata suami.</p>
<p>&#8220;Apa? Ogah! Giling apa yah nginep di hotel malam taon baru gini? Ratenya per malam naik berapa kali? Yang ada pulang ke Paiton gak makan sebulan,&#8221; balas saya sambil godek-godek.</p>
<p>Suami pun berlalu untuk mencari taksi, sementara saya dan Dira berteduh di TP sambil menunggu barang bawaan. Wkwkwk&#8230; saat menunggu, kita sempat dilihatin satpam tuh. Keknya satpam TP curiga kalau tas itu berisi bahan peledak. Untung gak sampai diinterogasi dan digeledah.</p>
<p>Pukul 11 malam kita baru dapat taksi. Itu juga musti buru-buru naiknya karena satpam TP sudah semangat mengusir kendaraan yang parkir sebentar di tepian plaza. Huhu&#8230; capek banget! Akhirnya 10 menit kemudian kita sampai di rumah mertua.</p>
<p>Besok harinya, seperti biasa, kita jajan untuk sarapan pagi. Salah satu makanan yang sedang saya gemari kalau jajan pagi di lingkungan rumah itu adalah mie ayam. Hmm, pemakaian kata &#8220;sedang&#8221; sepertinya kurang tepat karena saya maniak mie ayam.</p>
<p>Well, sebenarnya saya lebih senang dan kangen sama mie ayam di depan kantor lama dulu. Yum yum&#8230; enak rasanya dan bersih penampilannya. Tapi mie ayam yang dijual di lingkungan rumah mertua cukup memenuhi selera saya kok. Apalagi kalau ditambah saos dan sambal yang banyak, wah rasanya tambah mantap sampai tetes kuah terakhir. </p>
<p>Mie ayam ini dijual oleh gerobak keliling. Hampir sama modelnya dengan mie ayam keliling di Jakarta. Masakan ayamnya pun dibuat dengan bumbu gelap (maksudnya ditambah kecap gitu) sehingga punya cita rasa manis. Pokoknya jauh lebih enak daripada mie ayam yang dijual di depan sekolah Katolik Kraksaan dan dibilang enak oleh ibu-ibu kompleks. (Gee, gak pernah deh klop sama cita rasa ibu-ibu di Paiton ini. Kecuali asinan bogor buatan guru senam di kompleks hehehe&#8230;)</p>
<p>Trus, besoknya lagi saya kembali mencoba makanan yang dijajakan keliling. Kata mertua sih enak. Nama makanannya kacang kuwa dan biasanya dimakan pakai cakwe.</p>
<p>Pas dengar namanya gak kepikiran kalau makanan tersebut benar-benar kacang tanah yang dimasak dengan kuah manis berwarna bening. Dalam bayangan saya sih &#8220;the food was something more than that&#8221;. Ternyata saat melihat, hmm agak kecewa juga. Selain harganya yang lumayan mahal, Rp 3500/mangkok (tanpa cakwe), kuah makanan ini akan terasa lebih enak kalau diberi sedikit jahe. </p>
<p>Oya, setelah &#8220;mengidam&#8221; selama beberapa minggu, akhirnya saya bisa makan bubur ayam loh. Hehe, ternyata ada penjual bubur ayam keliling di lingkungan rumah mertua. </p>
<p>Buburnya sih hampir mirip dengan bubur ayam asin yang sering saya beli saat di Jakarta yang ditaburi cakwe, suwiran ayam, bawang goreng dan seledri. Perbedaannya hanya pada kuah yang digunakan. Kalau buryam di Jakarta berhubung rasa buburnya sendiri sudah gurih, hanya ditambah dengan kecap asin. Nah, kalau buryam keliling di Surabaya ini menggunakan kuah kuning seperti bubur ayam Sukabumi. Yah, walau rasanya kurang menggigit, tapi dasar maniak buryam, sisa porsi punya Dira juga saya habiskan. <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Hmm, terus saya makan apalagi yah? Hehe, nanti disambung lagi deh ceritanya kalau saya sudah mencicipi jenis makanan baru selama berdomisili di Jawa Timur ini.</p>
<p>See ya&#8217;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/01/curhat-kuliner-seri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tolong! Gak Bisa Login ke cPanel</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/01/tolong-gak-bisa-login-ke-cpanel/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/01/tolong-gak-bisa-login-ke-cpanel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 05:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[cPanel]]></category>
		<category><![CDATA[Mozilla Firefox]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[Perhatiin gak kenapa banner Oriflame di blog ini gak diupdate? Huhu..ini semua karena diriku tak bisa login ke cPanel. Biasanya sih begitu masuk ke menu &#8220;Home&#8221; di web hostingnya, buat meng-update data cukup cukup klik &#8220;Hosting Management&#8221; dan langsung deh nyambung ke cPanelnya. Eh, entah mengapa sejak awal Desember yang lalu, setelah klik &#8220;Hosting Management&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perhatiin gak kenapa banner Oriflame di blog ini gak diupdate?</p>
<p>Huhu..ini semua karena diriku tak bisa login ke cPanel. </p>
<p>Biasanya sih begitu masuk ke menu &#8220;Home&#8221; di web hostingnya, buat meng-update data cukup cukup klik &#8220;Hosting Management&#8221; dan langsung deh nyambung ke cPanelnya.</p>
<p>Eh, entah mengapa sejak awal Desember yang lalu, setelah klik &#8220;Hosting Management&#8221; untuk menuju cPanel, kok diminta username dan password. Diisi username dan password saat login ke &#8220;Home&#8221;, lah kok ditolak. </p>
<p><span id="more-871"></span></p>
<p>Lalu saya coba chat dengan CS web hosting. Dia bilang gak ada masalah kok kalo dibuka dari sana. Dan buntut-buntutnya eh saya disuruh coba pakai browser lain selain Mozilla FF. </p>
<p>Huahhh&#8230;. sebel banget dapat jawaban itu. Soalnya entah mengapa IE7 atau Google Chrome gak bisa dipakai di komjing ini. Jadi percuma juga saya nyoba konek internet pakai browser lain.</p>
<p>Akhirnya kirim email ke technical support pakai email lain yang tidak terdaftar di sana. Hehe, my mistake sih, tapi jadi tambah sebel sama masalah blog ini.</p>
<p>Jadi di email saya minta bantuan untuk mengatasi masalah ini. Dapat jawaban kalau email berisi username dan password buat login ke cPanel sudah dikirim ke email yang terdaftar. </p>
<p>Well, OK&#8230; saya buka email itu dan ternyata tidak ada. Hmm, mungkin sudah masuk ke Trash Yahoo! minggu lalu. Tau ndirikan kalo sistem Trash Yahoo! menerapkan sistem hapus otomatis. </p>
<p>Karena tidak menemukan email yang dimaksud, saya forward email dari provider web hosting ke email terdaftar dan kemudian meminta agar email username dan password dikirim ulang disertai penjelasan tentang terhapusnya email itu.</p>
<p>Eh, salah satu support menjawab kalau email tersebut sudah dikirim ke email yang terdaftar.</p>
<p>Kesal nih bacanya. Saya kan jadi berasumsi kalau itu support cuma baca email setengah hati. Akhirnya saya balas dengan gemas yang intinya menyatakan kalau lebih baik email sebelumnya dibaca dengan baik daripada bolak-balik kirim email begini.</p>
<p>Yah, dibalas sih oleh support yang lain dengan email sesuai permintaan. Tapi, teteup gak bisa login ke cPanel.</p>
<p>Haduh.. what&#8217;s wrong sih? Apa emang ada masalah dengan setting Mozilla FF-nya?</p>
<p>Siapa nyang bisa tolongin saya? Plissss&#8230;. gaptek banget nih soal beginian.</p>
<p><em>PS: Akhirnya bisa update via FTP. Untung FTPnya gak bermasyalah. Tapi teteup butuh bantuan loh soal masalah login ke cPanel lewat Mozilla FF.-updated on Jan 11-</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/01/tolong-gak-bisa-login-ke-cpanel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau Blackberry Javelin Gratis?</title>
		<link>http://anakboncel.net/2009/12/mau-blackberry-javelin-gratis/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2009/12/mau-blackberry-javelin-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 07:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[Blackberry Javelin]]></category>
		<category><![CDATA[Blackberry Javelin Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Dini Shanti]]></category>
		<category><![CDATA[Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Survey Berhadiah]]></category>
		<category><![CDATA[Survey Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=867</guid>
		<description><![CDATA[Woro-woro! Ada yang mau Blackberry Javelin GRATIS? Saya mau! Soalnya belum mampu beli sendiri hehehe&#8230;. Nah, berhubung baik hati dan tidak sombong, hari ini saya berniat untuk membagikan informasikan bahwa ada pembagian Blackberry Javelin gratis yang dimotori oleh mbak Dini Shanti. Caranya gampang kok! Satu &#8211;> Kamu tinggal daftar di link ini. Dua &#8211;> Konfirmasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Woro-woro!</p>
<p>Ada yang mau <strong>Blackberry Javelin GRATIS</strong>? Saya mau! Soalnya belum mampu beli sendiri hehehe&#8230;.</p>
<p><img src="http://anakboncel.net/wp-content/uploads/2009/12/bb1.jpg" alt="bb1" title="bb1" width="145" height="212" class="aligncenter size-full wp-image-868" /></p>
<p><span id="more-867"></span></p>
<p>Nah, berhubung baik hati dan tidak sombong, hari ini saya berniat untuk membagikan informasikan bahwa ada pembagian Blackberry Javelin gratis yang dimotori oleh <a href="http://dinishanti.com">mbak Dini Shanti</a>.</p>
<p><strong>Caranya gampang kok!</strong></p>
<p><em>Satu</em> &#8211;>    Kamu tinggal daftar di link <a href="http://www.DiniShanti.com/?id=1044">ini</a>.</p>
<p><em>Dua</em> &#8211;>     Konfirmasi pendaftaran via email</p>
<p><em>Tiga</em> &#8211;>    Isi surveynya.</p>
<p><em>Empat</em> &#8211;>  Sponsori sebanyak mungkin teman-teman kamu (minimal 3 orang).</p>
<p><em>Lima</em> &#8211;>     Dan tunggu hasil pengundian BBJ ini.</p>
<p>Gimana? Surveynya gampang kok. Pertanyaan umum seputar internet. Orang awam juga boleh isi kok.</p>
<p>Buruan gabung yuk! Raih kesempatan untuk mendapatkan <strong>Blackberry Javelin GRATIS</strong>!</p>
<p>Mana tahu hoki kamu sedang bersinar. </p>
<p><em>Pendaftaran terakhir tanggal 31 Januari 2010.</em></p>
<p><em>Dan pengumuman pemenang dilakukan tanggal 14 Februari 2010. </em></p>
<p>(Wow, hadiah Valentine yang mantap!)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2009/12/mau-blackberry-javelin-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
