<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anakboncel.net</title>
	<atom:link href="http://anakboncel.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anakboncel.net</link>
	<description>A cup of coffee is enough</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Mar 2010 09:37:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mood Swing</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/03/mood-swing/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/03/mood-swing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 09:36:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Mood Swing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=896</guid>
		<description><![CDATA[Mood swing is an extreme or rapid change in mood (definition is take from here).
Seharian ini bawaannya moody terus. Kenapa yah? Apa gara-gara Dira pas bangun pagi juga uring-uringan sampai emaknya kebawa? Hmm, bisa jadi.
Soalnya saya paling kesal kalau suasana bangun pagi diisi dengan suara rengekan gak jelas. Belum lagi kalau rengekan itu berubah jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mood swing is an extreme or rapid change in mood (definition is take from <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mood_swing">here</a>).</p>
<p>Seharian ini bawaannya moody terus. Kenapa yah? Apa gara-gara Dira pas bangun pagi juga uring-uringan sampai emaknya kebawa? Hmm, bisa jadi.</p>
<p>Soalnya saya paling kesal kalau suasana bangun pagi diisi dengan suara rengekan gak jelas. Belum lagi kalau rengekan itu berubah jadi tangisan (yang biasanya disebabkan karena Dira diganggu sama Papanya). Pffhh, kalau sudah begini, biasanya saya langsung terbawa suasana dan jadi kesal. Ujung-ujungnya muka saya sudah ditekuk dari pagi dan mulut sibuk ngomel.</p>
<p>Hahhhh&#8230; gimana kalau bayinya lahir yah? </p>
<p><span id="more-896"></span></p>
<p>Kekesalan bertambah saat Dira tidak mau menghabiskan sarapannya. Aduh, capek-capek berjibaku di dapur bikin Nasi Goreng Hongkong (pakai sosis, kacang polong, jagung, buncis dan wortel), eh dianya malah cuma mau 2 suap dan kemudian bilang, &#8220;Aku gak mau makan lagi Ma. Aku abisin kerupuk aja ah!&#8221; Whewww&#8230;. mamanya tambah manyun deh. </p>
<p>Dira kembali tidur jam 9 pagi setelah makan 1 bungkus roti coklat. Pantes dia uring-uringan pas bangun tidur. Rupanya masih ngantuk dan mungkin capek karena kemarin main sepeda di lapangan bola. </p>
<p>Dira bangun tidur pukul 11.30. Setelah dia mandi, saya kembali menyiapkan makan siang untuknya dengan menu malas ala emaknya yaitu nasi dengan telur dadar isi kornet. </p>
<p>Awalnya acara makan siang lancar. Sambil bongkar-bongkar sepatu dari rak di teras belakang, mulut Dira sibuk mengunyah tanpa penolakan seperti acara sarapan tadi. </p>
<p>Sampai&#8230;. datanglah 2 bocah kakak-beradik anak tetangga berkunjung ke rumah. </p>
<p>Terus terang saya lagi kesal sama anak tetangga yang paling besar berusia 6 tahun gara-gara beberapa minggu yang lalu dia sibuk bolak-balik bermain bel di rumah saya. Pernah dalam sehari saya harus 3-4 kali berdiri dari duduk di lantai (dengan perut buncit ini) untuk membuka pintu karena bel bunyi dan menemukan tersangka pembunyi bel sedang berlari ke arah rumahnya.</p>
<p>Saya cuma bisa mengomel sendiri. Ada niat untuk memarahi anak itu, tapi sutralah&#8230; daripada dikira tetangga kok gak bisa diajak bercanda.</p>
<p>Setelah saya sempat terceletuk ke tetangga yang lain soal ini, gangguan tersebut berhenti. Hehehe&#8230; biasa deh yang namanya ibu-ibu kan doyan gosip. Jadi, kita omong apa tentang siapa, pasti sampai deh ke orang yang dimaksud. <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, seminggu yang lalu, si anak ini kembali aktif bermain ke rumah saya. Boleh-boleh saja. Cuma saya kembali kesal padanya karena dia dengan seenaknya (tanpa ijin sama sekali) membuka laci lemari untuk mengambil mainan Dira. Hmm, saya ingat kalau dia pernah melihat Dira mengambil mainan dari laci tersebut.</p>
<p>Satu kali. Dua kali. Masih saya diamkan.</p>
<p>Tiga kali. Saya bilang padanya (sambil muka dibuat galak), &#8220;Kalau kamu mau pinjam mainan, ijin dulu yah. Kan ada Tante di sini.&#8221;   </p>
<p>Responnya? Dia diam saja dan tetap mengambil mainan tersebut sambil berlari keluar rumah. Saya cuma bisa mengelus perut sambil berucap, &#8220;Amit-amit jabang bayi.&#8221;</p>
<p>Kembali ke cerita semula. </p>
<p>Setelah kedatangan kedua bocah tersebut, tanpa ba bi bu, Dira langsung diajak main.</p>
<p>Saya langsung terbawa emosi. Kesal karena mereka tahu Dira sedang makan dan sepatu yang dibongkarnya belum dibereskan namun diajak pergi bermain. Ampun&#8230; masa saya harus menyuapi Dira sambil dia bermain? Saya tidak pernah mengajarkan Dira untuk makan sambil bermain di luar atau bahkan berjalan-jalan. </p>
<p>Saya spontan teriak. &#8220;Dira. Indira Pramudita! Makannya belum selesai. Sepatunya belum diberesin. Ayo masuk!&#8221;</p>
<p>Kasihan deh lihat muka anak saya. Kedua bocah itu juga tercengang mendengar nada suara saya. Tapi jujur, saya kesal sampai ke ubun-ubun.</p>
<p>Akhirnya Dira pulang dan membereskan sepatunya. Acara makan siang pun saya hentikan. Saya suruh Dira sekalian keluar untuk bermain daripada kembali kena omelan emaknya.</p>
<p>Puihhhh&#8230; seharian marah-marah bikin capek hati, pikiran dan badan.</p>
<p>Sebenarnya setelah kejadian di atas, saya masih sempat kesal saat mengantar Dira ikut English Fun Club. Tapi, it&#8217;s over lah.</p>
<p>Mama hari ini benar-benar mengalami mood swing. </p>
<p>Gejala apakah ini? Stres? Depresi?</p>
<p>Gara-gara apa? Bosan? Atau bokek? Hehehe&#8230;. embuh deh! </p>
<p>*tarik napas, keluarin perlahan&#8230; tarik napas, keluarin perlahan&#8230; cooling down Ma*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/03/mood-swing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HOT NEWS! Ikut Kuis Berhadiah Yuk!</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/02/hot-news-ikut-kuis-berhadiah-yuk/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/02/hot-news-ikut-kuis-berhadiah-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 03:52:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Dini Shanti]]></category>
		<category><![CDATA[Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Kuis Berhadiah]]></category>
		<category><![CDATA[Referral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/2010/02/hot-news-ikut-kuis-berhadiah-yuk/</guid>
		<description><![CDATA[Yipiiieee!
Dini Shanti buat kuis berhadiah lagi. Semuanya GRATIS loh! Mulai dari daftar hingga saat mengikuti kuisnya.
Pertanyaan kuis-kuisnya pun mudah kok. Bahkan nih, beberapa pertanyaan diberi &#8216;Hint&#8217; alias petunjuk untuk jawabannya.
Syaratnya apa saja untuk bisa mengikuti kuis ini? Yang utama adalah sudah berusia 18 tahun dan memiliki kartu identitas yang akan diminta jika kamu memenangkan kuis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yipiiieee!</p>
<p>Dini Shanti buat kuis berhadiah lagi. Semuanya <strong>GRATIS</strong> loh! Mulai dari daftar hingga saat mengikuti kuisnya.</p>
<p>Pertanyaan kuis-kuisnya pun mudah kok. Bahkan nih, beberapa pertanyaan diberi <em>&#8216;Hint&#8217;</em> alias petunjuk untuk jawabannya.</p>
<p>Syaratnya apa saja untuk bisa mengikuti kuis ini? Yang utama adalah sudah berusia 18 tahun dan memiliki kartu identitas yang akan diminta jika kamu memenangkan kuis tersebut.</p>
<p><span id="more-891"></span></p>
<p>Oya, kuis berhadiah ini bersifat undian. Maksudnya, semua jawaban benar yang masuk akan diundi lagi. Jadi, banyak-banyak berdoa setelah mengisi kuisnya yah.</p>
<p>Nah, gak ada ruginya kan kalau kamu ikutan daftar. Beneran <strong>GRATIS</strong> kok! Kamu bisa daftar lewat <a href="http://www.KuisKuisBerhadiah.com/?id=816">sini</a> atau klik pada banner yang ada di bawah posting ini.</p>
<p>Karena bersifat &#8216;referral&#8217;,  kamu bisa ajak kakak, adik, kerabat dan teman-teman kamu untuk daftar dan mengikuti Kuis Berhadiah ini. Kamu akan mendapatkan 1 poin untuk setiap nama yang mendaftarkan diri lewat link referral kamu. Dengan demikian, kesempatan kamu untuk mengikuti kuis-kuis lainnya semakin banyak.</p>
<p>Untuk periode awal ini (hingga 13 Maret), ada 2 buah kuis berhadiah yang bisa kamu ikuti. Kuis pertama berhadiah 5 buah ebook Travel Hemat seharga @ Rp 150.000,- dan 1 buah paket jalan-jalan ke Kuala Lumpur. Kuis kedua berhadiah uang untuk 3 orang pemenang @ Rp. 500.000,-.</p>
<p>Menarik kan? </p>
<p>Makanya, buruan daftar. Mumpung <strong>GRATIS TIS TIS! </strong> <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><center><a href="http://www.KuisKuisBerhadiah.com/?id=816" target="_blank"><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm178/thepoets/kubrickheader.jpg" border="0" alt="Photobucket"></a></center></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/02/hot-news-ikut-kuis-berhadiah-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Verifikasi Paypal Makin Gampang</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/02/verifikasi-paypal-makin-gampang/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/02/verifikasi-paypal-makin-gampang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 09:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Paypal]]></category>
		<category><![CDATA[Verifikasi Paypal]]></category>
		<category><![CDATA[Verifikasi Paypal Bank Local Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=884</guid>
		<description><![CDATA[Saya buat akun Paypal sudah dari lama kira-kira dari 10-12 bulan yang lalu.
Karena gagal verifikasi menggunakan visa debet Mandiri, akhirnya akun tersebut kosong melompong karena tak ada kegiatan transaksi apa pun.
Banyak sih yang menyarankan untuk verifikasi menggunakan VCC (Virtual Credit Card). Yah, sudah sempat mau beli malah dari salah satu penjual VCC Indonesia tapi berhubung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya buat akun Paypal sudah dari lama kira-kira dari 10-12 bulan yang lalu.</p>
<p>Karena gagal verifikasi menggunakan visa debet Mandiri, akhirnya akun tersebut kosong melompong karena tak ada kegiatan transaksi apa pun.</p>
<p>Banyak sih yang menyarankan untuk verifikasi menggunakan VCC (Virtual Credit Card). Yah, sudah sempat mau beli malah dari salah satu penjual VCC Indonesia tapi berhubung saat itu kepentok dengan masa perpanjangan hosting <a href="http://anakboncel.net">Anakboncel</a> ini, hehe&#8230; batal deh. Maaf yah&#8230;.</p>
<p><span id="more-884"></span></p>
<p>Tapi, beberapa hari yang lalu ada yang kirim spam mail ke akun Yahoo!. Biasanya spam mail langsung saya hapus tanpa dibaca. Namun &#8220;Subject&#8221; dari spam yang satu ini sangat menarik karena berjudul &#8220;Verifikasi Paypal dengan Akun Bank Lokal Anda&#8221;. Saya tertarik dan akhirnya membaca email tersebut (walaupun teteup isi emailnya adalah ajakan untuk join di salah satu web bisnis online).</p>
<p>Wah, ternyata ada cara baru untuk verifikasi akun Paypal loh. Setelah kemajuan terakhir dari cara verifikasi Paypal termudah adalah menggunakan VCC, saat ini kamu bisa menggunakan rekening bank lokal untuk melakukannya.</p>
<p>Caranya juga cukup mudah kok. Tapi berhubung saya lagi malas banget nulis (hehe&#8230;), kamu bisa baca mengenai hal ini <a href="http://www.indonesiapal.com/2010/01/verifikasi-paypal-menggunakan-bank-lokal-indonesia/">di sini</a>. </p>
<p>Ringkasnya, langkah verifikasi Paypal dengan bank lokal Indonesia sbb:</p>
<p><strong>Pertama </strong>: Login ke akun Paypal (buat yang sudah punya akun tapi belum terverifikasi yah, kalau belum yah daftar dulu <a href="http://www.paypal.com">di sini</a>).</p>
<p><strong>Kedua</strong> : Masuk ke menu &#8220;My Account&#8221;, lalu klik status &#8220;Get Verified&#8221;.</p>
<p><strong>Ketiga</strong> : Pilih menu yang menyuruh memasukkan data bank kamu. Nanti di sana kamu akan disuruh mengisi informasi bank dan mengisi kode banknya. Untuk kode bank, tinggal klik tulisan &#8220;What&#8217;s this?&#8221; lalu copas deh.<br />
Setelah data lengkap, kamu tinggal klik untuk menyetujuinya penambahan tersebut. </p>
<p><strong>Keempat</strong> : Akan ada informasi dari Paypal bahwa kita harus menunggu sekitar 1-3 hari (kalau tidak salah) untuk menerima transfer balance dari Paypal ke rekening bank yang didaftar sebanyak 2 kali.</p>
<p><strong>Kelima</strong> : Tungguin deh transfer balance dari Paypal. Waktu tunggu saya sampai transfer tersebut masuk rekening sekitar 2 hari.</p>
<p><strong>Keenam</strong> : Masukkan jumlah transfer balance dari Paypal yang diterima rekening bank kamu, tentunya setelah kamu kembali login ke akun Paypal yah. Paypal akan transfer sebanyak dua kali dengan jumlah rupiah yang kecil sekali (padahal ngarep ditransfer lebih dari 5 digit hehe&#8230;).<br />
Setelah memasukkan 2 nominal tersebut, tinggal klik tombol di bawah dan tadaaaa&#8230;. akun Paypal kamu berubah status menjadi &#8220;Verified&#8221;.</p>
<p>Wah, niatnya ringkas kok malah jadi panjang? Dasar!</p>
<p>Eh, tapi gampang kan prosedurnya? Trus kamu gak perlu keluar duit lagi buat beli VCC (yang dengar-dengar harganya naik di tahun 2010 ini).</p>
<p>Nah, siapa yang mau coba juga? Silahkan! </p>
<p>Pffhhh.. akhirnya akun Paypal saya terverifikasi. Semoga kembali semangat cari duit di internet. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/02/verifikasi-paypal-makin-gampang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maaf, Lagi Sibuk Ngegame!</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/01/maaf-lagi-sibuk-ngegame/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/01/maaf-lagi-sibuk-ngegame/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 00:26:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[kelahiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/2010/01/maaf-lagi-sibuk-ngegame/</guid>
		<description><![CDATA[Maaf&#8230; pemilik blog gi sibuk ngegame di FB. 
Wkwkwk.. sebenarnya gi malas nulis sih. Ada cerita tapi kalo malas nulis kan percuma. Tul gak?
Tau nih bawaan siapa kok jadi pengen ngegame terus.
Yah sebenarnya sih selain ngegame juga sibuk berdoa supaya jenjang karir di Oriflame bisa sampai 21% sebelum due date melahirkan (kira-kira tanggal 24 Mei [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf&#8230; pemilik blog gi sibuk ngegame di FB. </p>
<p>Wkwkwk.. sebenarnya gi malas nulis sih. Ada cerita tapi kalo malas nulis kan percuma. Tul gak?</p>
<p>Tau nih bawaan siapa kok jadi pengen ngegame terus.</p>
<p>Yah sebenarnya sih selain ngegame juga sibuk berdoa supaya jenjang karir di Oriflame bisa sampai 21% sebelum due date melahirkan (kira-kira tanggal 24 Mei 2010). Hehe, soalnya agak berharap bonusnya bisa buat nambah-nambahin duit buat beli persiapan kelahiran. </p>
<p><span id="more-881"></span></p>
<p>Merasa bersalah juga karena buat calon bayi yang satu ini Mamanya gak bisa keluarin duit lagi untuk sekedar beli baju bayi dan perlengkapan lain karena sudah pensiun dari kerja kantoran.</p>
<p>Barang-barang punya kakaknya sudah dilungsur ke orang lain sih. Jadi calon adik bayi gak bisa pakai bekas kakaknya. Abis nih emaknya sudah ke-PD-an bakal punya adik cowok makanya barang si kakak pada dilungsurin sebelum pindah ke Paiton. Padahal hasil kontrol dokter tepat di usia 22 minggu yang lalu, calon bayinya cewek (lagi) karena belum keliatan bola-bolanya.</p>
<p>Hehe, apa aja deh! Dapat cewek ya syukur. Dapat cowok ya syukur juga. (Cuma kepikiran kalo dapat cewek lagi dan cerewetnya sama dengan si kakak, wah emaknya bisa tambah lebar mulutnya karena sibuk ngomel terus&#8230;)</p>
<p>Doain yah supaya cita-citanya kesampaian! Amin&#8230; </p>
<p>PS:<br />
Buat yang mau cobain produk Oriflame, silahkan klik langsung di banner pop-up yah!<br />
Buat yang mau join bisnis Oriflame via <a href="http://www.dbc-network.com/index.php?id=betterchances">d&#8217;BC Network</a>, jangan ragu-ragu loh! Klik langsung pada banner Manager 15% di sebelah kiri tampilan blog.<br />
Target bulan Februari &#8211;> Manager 18% (Amin 3x)</p>
<p>Maaf, teteup promosi ada di postingan! Namanya juga usaha&#8230; </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/01/maaf-lagi-sibuk-ngegame/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Curhat Kuliner (Seri 2)</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/01/curhat-kuliner-seri-2/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/01/curhat-kuliner-seri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 23:55:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bubur ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[kacang kuwa]]></category>
		<category><![CDATA[mie ayam]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=876</guid>
		<description><![CDATA[Nyambung ah curhat kuliner alias pengalaman saya seputar jajanan di Surabaya (terutama yang keliling di sekitar rumah mertua).
Peringatan! Ceritanya bakalan panjang. Jadi siapin secangkir kopi buat temani kamu ngebaca posting ini.
Nah, tahun baru kemarin mendadak suami mengajak pulang ke Surabaya. Mendadak karena baru selesai beres-beres rumah jam 4, sudah harus berangkat ke tempat bis jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nyambung ah curhat kuliner alias pengalaman saya seputar jajanan di Surabaya (terutama yang keliling di sekitar rumah mertua).</p>
<p>Peringatan! Ceritanya bakalan panjang. Jadi siapin secangkir kopi buat temani kamu ngebaca posting ini.</p>
<p>Nah, tahun baru kemarin mendadak suami mengajak pulang ke Surabaya. Mendadak karena baru selesai beres-beres rumah jam 4, sudah harus berangkat ke tempat bis jam 4.30. Jadi ngebut banget milihin baju saya dan Dira untuk dibawa berlibur selama 3 hari. </p>
<p><span id="more-876"></span></p>
<p>Tadinya saya sudah menolak karena mertua sedang ruwatan (gak makan nasi selama 1 bulan) dalam rangka menyambut bulan Suro dan kalau kita berkunjung ke sana otomatis merepotkan beliau karena jadi harus masak nasi beserta lauk-pauknya. Tapi berhubung gak enak juga menolak permintaannya (kali aja suami kangen sama ibunya), yah terpaksa diiyain.</p>
<p>Bener aja! Begitu bis perusahaan turun dari tol, langsung terlihat jalanan padat oleh kendaraan, terutama sepeda motor.</p>
<p>Hehe ya iyalah. Wong itu bertepatan dengan malam tahun baru 2010, ya otomatis banyak orang  keluar rumah untuk ikut meramaikan suasana.</p>
<p>Pukul 9 malam kita turun dari bis di BRI Tower Jl. Basuki Rahmat. Yup, betul sekali! Sepanjang jalan protokol tersebut penuh dengan yang namanya manusia dan kendaraan (mobil dan sepeda motor). Suasana tambah hiruk pikuk karena berbagai bunyian, mulai dari terompet, klakson mobil, derum sepeda motor yang dibuat berirama, petasan sampai suara tawa para manusia yang hadir di sana.</p>
<p>Saya langsung lemas. I really doin&#8217;t like being in a crowded place like this. It made me dizzy. Belum lagi ditambah dengan hujan rintik-rintik dan fakta bahwa susah sekali mendapatkan taksi yang semuanya bikin mulut saya tambah monyong. Hehehe&#8230;.</p>
<p>Setelah berjalan hampir 1 km untuk mencari taksi (sambil menjinjing travel bag dan bergantian menggendong Dira), kita berhenti untuk berteduh di Tunjungan Plaza (TP).</p>
<p>&#8220;Keknya musti nginep di Hotel Tunjungan deh! Habis susah begini dapat taksi,&#8221; kata suami.</p>
<p>&#8220;Apa? Ogah! Giling apa yah nginep di hotel malam taon baru gini? Ratenya per malam naik berapa kali? Yang ada pulang ke Paiton gak makan sebulan,&#8221; balas saya sambil godek-godek.</p>
<p>Suami pun berlalu untuk mencari taksi, sementara saya dan Dira berteduh di TP sambil menunggu barang bawaan. Wkwkwk&#8230; saat menunggu, kita sempat dilihatin satpam tuh. Keknya satpam TP curiga kalau tas itu berisi bahan peledak. Untung gak sampai diinterogasi dan digeledah.</p>
<p>Pukul 11 malam kita baru dapat taksi. Itu juga musti buru-buru naiknya karena satpam TP sudah semangat mengusir kendaraan yang parkir sebentar di tepian plaza. Huhu&#8230; capek banget! Akhirnya 10 menit kemudian kita sampai di rumah mertua.</p>
<p>Besok harinya, seperti biasa, kita jajan untuk sarapan pagi. Salah satu makanan yang sedang saya gemari kalau jajan pagi di lingkungan rumah itu adalah mie ayam. Hmm, pemakaian kata &#8220;sedang&#8221; sepertinya kurang tepat karena saya maniak mie ayam.</p>
<p>Well, sebenarnya saya lebih senang dan kangen sama mie ayam di depan kantor lama dulu. Yum yum&#8230; enak rasanya dan bersih penampilannya. Tapi mie ayam yang dijual di lingkungan rumah mertua cukup memenuhi selera saya kok. Apalagi kalau ditambah saos dan sambal yang banyak, wah rasanya tambah mantap sampai tetes kuah terakhir. </p>
<p>Mie ayam ini dijual oleh gerobak keliling. Hampir sama modelnya dengan mie ayam keliling di Jakarta. Masakan ayamnya pun dibuat dengan bumbu gelap (maksudnya ditambah kecap gitu) sehingga punya cita rasa manis. Pokoknya jauh lebih enak daripada mie ayam yang dijual di depan sekolah Katolik Kraksaan dan dibilang enak oleh ibu-ibu kompleks. (Gee, gak pernah deh klop sama cita rasa ibu-ibu di Paiton ini. Kecuali asinan bogor buatan guru senam di kompleks hehehe&#8230;)</p>
<p>Trus, besoknya lagi saya kembali mencoba makanan yang dijajakan keliling. Kata mertua sih enak. Nama makanannya kacang kuwa dan biasanya dimakan pakai cakwe.</p>
<p>Pas dengar namanya gak kepikiran kalau makanan tersebut benar-benar kacang tanah yang dimasak dengan kuah manis berwarna bening. Dalam bayangan saya sih &#8220;the food was something more than that&#8221;. Ternyata saat melihat, hmm agak kecewa juga. Selain harganya yang lumayan mahal, Rp 3500/mangkok (tanpa cakwe), kuah makanan ini akan terasa lebih enak kalau diberi sedikit jahe. </p>
<p>Oya, setelah &#8220;mengidam&#8221; selama beberapa minggu, akhirnya saya bisa makan bubur ayam loh. Hehe, ternyata ada penjual bubur ayam keliling di lingkungan rumah mertua. </p>
<p>Buburnya sih hampir mirip dengan bubur ayam asin yang sering saya beli saat di Jakarta yang ditaburi cakwe, suwiran ayam, bawang goreng dan seledri. Perbedaannya hanya pada kuah yang digunakan. Kalau buryam di Jakarta berhubung rasa buburnya sendiri sudah gurih, hanya ditambah dengan kecap asin. Nah, kalau buryam keliling di Surabaya ini menggunakan kuah kuning seperti bubur ayam Sukabumi. Yah, walau rasanya kurang menggigit, tapi dasar maniak buryam, sisa porsi punya Dira juga saya habiskan. <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Hmm, terus saya makan apalagi yah? Hehe, nanti disambung lagi deh ceritanya kalau saya sudah mencicipi jenis makanan baru selama berdomisili di Jawa Timur ini.</p>
<p>See ya&#8217;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/01/curhat-kuliner-seri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tolong! Gak Bisa Login ke cPanel</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/01/tolong-gak-bisa-login-ke-cpanel/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/01/tolong-gak-bisa-login-ke-cpanel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 05:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[cPanel]]></category>
		<category><![CDATA[Mozilla Firefox]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[Perhatiin gak kenapa banner Oriflame di blog ini gak diupdate?
Huhu..ini semua karena diriku tak bisa login ke cPanel. 
Biasanya sih begitu masuk ke menu &#8220;Home&#8221; di web hostingnya, buat meng-update data cukup cukup klik &#8220;Hosting Management&#8221; dan langsung deh nyambung ke cPanelnya.
Eh, entah mengapa sejak awal Desember yang lalu, setelah klik &#8220;Hosting Management&#8221; untuk menuju [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perhatiin gak kenapa banner Oriflame di blog ini gak diupdate?</p>
<p>Huhu..ini semua karena diriku tak bisa login ke cPanel. </p>
<p>Biasanya sih begitu masuk ke menu &#8220;Home&#8221; di web hostingnya, buat meng-update data cukup cukup klik &#8220;Hosting Management&#8221; dan langsung deh nyambung ke cPanelnya.</p>
<p>Eh, entah mengapa sejak awal Desember yang lalu, setelah klik &#8220;Hosting Management&#8221; untuk menuju cPanel, kok diminta username dan password. Diisi username dan password saat login ke &#8220;Home&#8221;, lah kok ditolak. </p>
<p><span id="more-871"></span></p>
<p>Lalu saya coba chat dengan CS web hosting. Dia bilang gak ada masalah kok kalo dibuka dari sana. Dan buntut-buntutnya eh saya disuruh coba pakai browser lain selain Mozilla FF. </p>
<p>Huahhh&#8230;. sebel banget dapat jawaban itu. Soalnya entah mengapa IE7 atau Google Chrome gak bisa dipakai di komjing ini. Jadi percuma juga saya nyoba konek internet pakai browser lain.</p>
<p>Akhirnya kirim email ke technical support pakai email lain yang tidak terdaftar di sana. Hehe, my mistake sih, tapi jadi tambah sebel sama masalah blog ini.</p>
<p>Jadi di email saya minta bantuan untuk mengatasi masalah ini. Dapat jawaban kalau email berisi username dan password buat login ke cPanel sudah dikirim ke email yang terdaftar. </p>
<p>Well, OK&#8230; saya buka email itu dan ternyata tidak ada. Hmm, mungkin sudah masuk ke Trash Yahoo! minggu lalu. Tau ndirikan kalo sistem Trash Yahoo! menerapkan sistem hapus otomatis. </p>
<p>Karena tidak menemukan email yang dimaksud, saya forward email dari provider web hosting ke email terdaftar dan kemudian meminta agar email username dan password dikirim ulang disertai penjelasan tentang terhapusnya email itu.</p>
<p>Eh, salah satu support menjawab kalau email tersebut sudah dikirim ke email yang terdaftar.</p>
<p>Kesal nih bacanya. Saya kan jadi berasumsi kalau itu support cuma baca email setengah hati. Akhirnya saya balas dengan gemas yang intinya menyatakan kalau lebih baik email sebelumnya dibaca dengan baik daripada bolak-balik kirim email begini.</p>
<p>Yah, dibalas sih oleh support yang lain dengan email sesuai permintaan. Tapi, teteup gak bisa login ke cPanel.</p>
<p>Haduh.. what&#8217;s wrong sih? Apa emang ada masalah dengan setting Mozilla FF-nya?</p>
<p>Siapa nyang bisa tolongin saya? Plissss&#8230;. gaptek banget nih soal beginian.</p>
<p><em>PS: Akhirnya bisa update via FTP. Untung FTPnya gak bermasyalah. Tapi teteup butuh bantuan loh soal masalah login ke cPanel lewat Mozilla FF.-updated on Jan 11-</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/01/tolong-gak-bisa-login-ke-cpanel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau Blackberry Javelin Gratis?</title>
		<link>http://anakboncel.net/2009/12/mau-blackberry-javelin-gratis/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2009/12/mau-blackberry-javelin-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 07:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[Blackberry Javelin]]></category>
		<category><![CDATA[Blackberry Javelin Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Dini Shanti]]></category>
		<category><![CDATA[Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Survey Berhadiah]]></category>
		<category><![CDATA[Survey Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=867</guid>
		<description><![CDATA[Woro-woro!
Ada yang mau Blackberry Javelin GRATIS? Saya mau! Soalnya belum mampu beli sendiri hehehe&#8230;.


Nah, berhubung baik hati dan tidak sombong, hari ini saya berniat untuk membagikan informasikan bahwa ada pembagian Blackberry Javelin gratis yang dimotori oleh mbak Dini Shanti.
Caranya gampang kok!
Satu &#8211;>    Kamu tinggal daftar di link ini.
Dua &#8211;>    [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Woro-woro!</p>
<p>Ada yang mau <strong>Blackberry Javelin GRATIS</strong>? Saya mau! Soalnya belum mampu beli sendiri hehehe&#8230;.</p>
<p><img src="http://anakboncel.net/wp-content/uploads/2009/12/bb1.jpg" alt="bb1" title="bb1" width="145" height="212" class="aligncenter size-full wp-image-868" /></p>
<p><span id="more-867"></span></p>
<p>Nah, berhubung baik hati dan tidak sombong, hari ini saya berniat untuk membagikan informasikan bahwa ada pembagian Blackberry Javelin gratis yang dimotori oleh <a href="http://dinishanti.com">mbak Dini Shanti</a>.</p>
<p><strong>Caranya gampang kok!</strong></p>
<p><em>Satu</em> &#8211;>    Kamu tinggal daftar di link <a href="http://www.DiniShanti.com/?id=1044">ini</a>.</p>
<p><em>Dua</em> &#8211;>     Konfirmasi pendaftaran via email</p>
<p><em>Tiga</em> &#8211;>    Isi surveynya.</p>
<p><em>Empat</em> &#8211;>  Sponsori sebanyak mungkin teman-teman kamu (minimal 3 orang).</p>
<p><em>Lima</em> &#8211;>     Dan tunggu hasil pengundian BBJ ini.</p>
<p>Gimana? Surveynya gampang kok. Pertanyaan umum seputar internet. Orang awam juga boleh isi kok.</p>
<p>Buruan gabung yuk! Raih kesempatan untuk mendapatkan <strong>Blackberry Javelin GRATIS</strong>!</p>
<p>Mana tahu hoki kamu sedang bersinar. </p>
<p><em>Pendaftaran terakhir tanggal 31 Januari 2010.</em></p>
<p><em>Dan pengumuman pemenang dilakukan tanggal 14 Februari 2010. </em></p>
<p>(Wow, hadiah Valentine yang mantap!)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2009/12/mau-blackberry-javelin-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Curhat Kuliner (Seri 1)</title>
		<link>http://anakboncel.net/2009/12/curhat-kuliner-seri-1/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2009/12/curhat-kuliner-seri-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 15:29:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bubur ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Lontong Cap Gomeh]]></category>
		<category><![CDATA[Mie Rebus]]></category>
		<category><![CDATA[Nasi Goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya mau cerita seputar makanan (lagi).
Hehe, maklum, ibu hamil yang satu ini senang makan (pada dasarnya), makanya gak kempes-kempes setelah kelahiran anak pertama. *ngaku dotcom*
Setelah gagal membujuk rayu suami untuk hunting bubur ayam (emburrr&#8230; payah nih suaminya), saya pasrah menerima nasib dan kenyataan bahwa &#8220;I&#8217;m longing for chicken porridge&#8221;. 
Sampai tuh yah, pas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini saya mau cerita seputar makanan (lagi).</p>
<p>Hehe, maklum, ibu hamil yang satu ini senang makan (pada dasarnya), makanya gak kempes-kempes setelah kelahiran anak pertama. *ngaku dotcom*</p>
<p>Setelah gagal membujuk rayu suami untuk hunting bubur ayam (emburrr&#8230; payah nih suaminya), saya pasrah menerima nasib dan kenyataan bahwa &#8220;I&#8217;m longing for chicken porridge&#8221;. </p>
<p>Sampai tuh yah, pas pulang dari RS Mitra Keluarga Surabaya, saya cuma bisa ngiler melihat penjual bubur ayam di perumahan Darmo. OMG! Teganya&#8230; teganya dikau, wahai suamiku. (Susah nih gaul sama orang yang gak doyan buryam dan punya pikiran kalau buryam tuh cuma cucok dimakan untuk sarapan pagi.)</p>
<p><span id="more-864"></span></p>
<p>Akhirnya sebagai pelampiasan, saat makan siang di Tunjungan Plaza (TP), tepatnya di Resto &#8220;Selera Surabaya&#8221;, saya pesan lontong cap gomeh (lcg). Pesanan ini sih buat memenuhi keinginan (lain) untuk makan lontong cap gomeh yang sering saya santap buat sarapan pagi kala masih bermukim di Cinere-Jakarta. Ternyata&#8230; rasa makanan itu di resto tersebut jauh berbeda alias mengecewakan. </p>
<p>Penampakan lcg di Cinere dan Resto ini sekilas tampak sama, tapi dalam soal rasa&#8230; wah lcg ala Resto SS itu memiliki cita rasa kuah yang terlalu manis (untuk lidah saya loh). Saya tambahkan sambal sebanyak yang disediakan resto untuk menutupi rasa manis tersebut. Hasilnya? Hehe, sama saja. Sampai mikir, &#8220;Wah mendingan pesan Gudeg Jogja sekalian deh kalau pengen makan masakan manis gini.&#8221; </p>
<p>Malam harinya saya kembali jajan untuk makan malam. Maklum, mertua jarang masak&#8230; jadi yah kalau ke sana siap-siap aja buang duit buat memenuhi kebutuhan perut ibu gendut ini. </p>
<p>Kali ini kita jajan nasi goreng (nasgor) yang mangkal di pinggir jalan. Sebelum memesan, saya sudah  berasumsi kalau semua nasi goreng pinggir jalan mempunyai rasa yang sama. Jadi, saat hendak makan, saya sudah mengharapkan untuk merasakan &#8220;taste&#8221; yang sama dengan nasgor di Jakarta. Dan&#8230; lagi-lagi saya kecewa. Huhuhu&#8230; rasanya aneh! Gimana yah nggambarin rasanya? Pokoknya gak cucok deh sama lidah saya. Alhasil, saya cuma makan setengah porsi (yang kemudian dikeluarkan lagi dengan sukses dalam hitungan menit).</p>
<p>Esok malamnya, kita kembali jajan buat makan malam. Tadinya pengen beli mie ayam yang lewat depan rumah mertua pukul 18.30. Tapi kok yah mie ayam lagi. Kan paginya sudah sarapan mie ayam. <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi saat mertua memanggil tukang mie dok dok, saya ikutan beli. Tadinya mau pesan mie rebus, tapi akhirnya saya berakhir dengan pesan nasi goreng berhubung &#8220;Aishiteru&#8221; sama nasgor (dan masih teteup berharap kalau nasgor yang dijual tukang mie dok dok ini akan sama dengan nasgor yang dijual tukang mie dok dok langganan di Cinere).</p>
<p>Lagi-lagi&#8230; kekecewaan kembali menghampiri. Aduh&#8230; itu nasgor kurang bumbu atau apa sih? Mana kurang pedas pulak. Padahal pedas kadang bisa menutupi rasa tak enak dari masakan loh. <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan saat saya mencicipi mie rebusnya (nyolek dikit punya suami), bwahhhh&#8230;. lebih gak keruan lagi rasanya (lagi-lagi di lidah saya). Parah&#8230; parah&#8230; </p>
<p>Esok malamnya lagi? Hehe.. Alhamdulillah kita pulang ke Paiton. Jadi gak perlu terjebak dengan rasa nasgor yang lain lagi. </p>
<p>Cuma ya itu&#8230; saya dan Dira muntah-muntah saat perjalanan pulang.</p>
<p>Huhu, gara-gara insiden muntah-muntah ini hampir ribut sama suami. </p>
<p>Dia beranggapan kalau saya dan Dira muntah karena masuk angin. Sementara saya tetap kekeuh kalau kita muntah karena makan nasi kemarin (walau dengan lauk baru). Soalnya yang makan siang dengan nasi itu cuma saya dan Dira, sementara dia makan rujak cingur.</p>
<p>Ternyata, pemanasan nasi dalam magic jar terus-menerus gak bisa menjamin kualitasnya. Apalagi nasi dimasak misalnya Sabtu pagi dan masih kita konsumsi Minggu siang. </p>
<p>Walah, kok jadi curcol gini.</p>
<p>Udah dulu ah! See you around&#8230;</p>
<p>Eh, tunggu dulu&#8230; belum selesai.</p>
<p>Jadi, kesimpulannya sodara-sodara, selera lidah saya kurang cucok dengan masakan Lontong Cap Gomeh, Nasi Goreng dan Mie Rebus asli Surabaya. Sekian dan terima kasih.</p>
<p>Emuah! </p>
<p>Nambah lagi! </p>
<p>Sesuai judul postingan ini, curhat kuliner mungkin bakal diteruskan dengan cerita lainnya. Tunggu terbitan selanjutnya. </p>
<p><em>*Keep wishing that I can reach 15% this month in Oriflame. It&#8217;s about time! God, help me!*</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2009/12/curhat-kuliner-seri-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Curhat Kartu Kreditku</title>
		<link>http://anakboncel.net/2009/12/curhat-kartu-kreditku/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2009/12/curhat-kartu-kreditku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 01:24:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Keringanan pembayaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=856</guid>
		<description><![CDATA[Lagi sebel banget dengan salah satu bank asing terkenal dari mana 2 buah kartu kredit milik saya diterbitkan.
Salah satu kartu kredit (-selanjutnya disingkat KK yah) sudah tidak memiliki saldo terhutang lagi dan membuat saya bernapas lega. Namun, saldo terhutang KK yang lain membuat saya agak &#8216;ngap&#8221; karena sejak beralih profesi menjadi ibu RT otomatis pembayarannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lagi sebel banget dengan salah satu bank asing terkenal dari mana 2 buah kartu kredit milik saya diterbitkan.</p>
<p>Salah satu kartu kredit (-selanjutnya disingkat KK yah) sudah tidak memiliki saldo terhutang lagi dan membuat saya bernapas lega. Namun, saldo terhutang KK yang lain membuat saya agak &#8216;ngap&#8221; karena sejak beralih profesi menjadi ibu RT otomatis pembayarannya diambil dari gaji suami. </p>
<p>Atas pertimbangan tertentu, saya meminta tolong kepada Mama untuk datang ke kantor pusat bank tersebut dan mencoba mengajukan keringanan pembayaran. Entah itu berupa penghentian bunga cicilan KK ataupun pengubahan saldo terhutang menjadi pinjaman tanpa agunan dengan periode pembayaran misalnya 24 atau 36 bulan.</p>
<p>Hasilnya? </p>
<p><span id="more-856"></span></p>
<p>Bukan keringanan yang diperoleh. Malahan nih, officer bank tersebut yang ditemui oleh Mama mengajukan skema pembayaran yang justru memberatkan.</p>
<p>Memberatkan? Maksudnya gimana?</p>
<p>Contohnya begini. Misal saldo terhutang KK tersebut adalah Rp 8 juta. Dari peraturan perbankan yang terakhir berlaku, pembayaran minimal adalah 10% dari saldo terhutang atau sekitar Rp 800 ribu. Perhitungan 10% ini tentunya sudah termasuk bunga bulanan yang kalau diperhatikan jumlahnya hanya berkurang beberapa ratus atau ribu perak dari sebelumnya jika kita hanya melakukan pembayaran minimal.</p>
<p>Saya berasumsi bahwa jika bisa mengajukan perubahan status saldo terhutang tersebut menjadi pinjaman tanpa agunan untuk periode 24 bulan, maka uang cicilan akan berkurang menjadi sekitar Rp 400-500 ribu per bulan. Lebih ringan kan?</p>
<p>Tapi, ternyata&#8230; skema pembayaran yang diajukan officer tersebut adalah melakukan pembayaran sebesar Rp 2,5 juta per bulan untuk sisa saldo terhutang di atas.</p>
<p>Ada yang aneh? Huahhh&#8230;. saya langsung ngomel begitu mendengarnya dari Mama. </p>
<p>Plisss deh! Bukannya memperingan beban pemakai KK, kok yah malah memperberat. Yah, memperingan beban si bank sih karena kredit cepat ditutup dan mereka tidak repot bolak-balik melakukan penagihan.</p>
<p>Terus terang saya sangat kecewa sebagai pemakai KK tersebut sejak tahun 2003 dan tidak pernah bermasalah dengan pembayaran sebelumnya. Kapan pun ditelpon oleh marketing bank itu, dengan senang hati saya mendengarkan celotehannya walaupun bosan dengan penawaran yang sama. </p>
<p>Jadi ingat, sebulan sebelum mengundurkan diri dari pekerjaan, saya sempat menelpon bank tersebut beberapa kali untuk mengajukan penutupan salah satu KK yang kebetulan masa iuran tahunannya adalah bulan depan. </p>
<p>Mati-matian saya ngotot buat nutup, gak kalah mati-matian sang officer bank buat meyakinkan supaya KK tersebut tidak ditutup dengan alasan bahwa saya akan melewatkan penawaran luar biasa yang bisa diberikan oleh jenis KK tersebut.</p>
<p>Beberapa kali menelpon dan selalu gagal karena saya capek ngomong sampai berbusa tapi selalu ditangkis oleh officer bank. Hingga akhirnya sang officer menawarkan bahwa KK ditutup saja tahun depan saat KK expired dan untuk iuran tahunan sekarang dibuat gratis dengan persyaratan bahwa dalam jangka waktu 3 bulan harus ada pembelanjaan minimal Rp 5 juta. </p>
<p>Ampun! Itu sih penawaran iuran gratis berbalut hutang. Akhirnya saya menyerah dan membayar iuran tahunan KK ini. </p>
<p>Nah, setelah pengajuan permohonan keringanan pembayaran bisa dikatakan gagal, saya memutuskan untuk membayar keseluruhan sisa saldo terhutang KK di atas. Saya bilang ke Mama untuk sekalian menutup kedua KK dari bank asing itu.</p>
<p>Menurut Mama, saat proses pembayaran,  officer yang menanganinya sempat menolak untuk meloloskan permohonan penutupan kedua KK. Katanya, &#8220;Sayang Bu, nanti kalau mengajukan lagi susah loh persetujuannya. Apalagi anak Ibu sudah jadi nasabah kami cukup lama.&#8221;</p>
<p>Mama sih jelas kesal. Harusnya saat beliau mengajukan permohonan keringanan beberapa waktu sebelumnya diluluskan kalau memang pertimbangannya demikian. Ini kok seolah-olah apa pun agenda yang nasabah ajukan dengan niat baik sekali pun selalu dipertimbangkan berdasarkan keuntungan bank dan bukan &#8220;mutual benefit&#8221; alias keuntungan kedua belah pihak. </p>
<p>Hmm, apa memang begitu yah kalau berurusan dengan bank apa pun terutama untuk masalah kredit? </p>
<p>Padahal kalo gak salah ada regulasi yang mengatur masalah keringanan pembayaran kredit tertunggak. Hehe, ada yang tahu masalah ini dengan jelas? Mohon dibagi informasinya.</p>
<p>Akhirnya, berhubung Mama terus ngotot dan berubah menjadi galak, permohonan penutupan kedua KK saya diloloskan. Bravo Mum! You&#8217;re the best! Huahh&#8230; akhirnya saya bisa bernapas lega. </p>
<p>Beneran deh! Kalau bisa, jalani kehidupan tanpa kartu kredit. Rasanya nikmat banget kok *menerawang* (teringat saat belum kenal kartu kredit)! Pakai aplikasi kredit buat beli rumah dan mobil saja. Hal lainnya mending gunakan kartu debit atau uang tunai. </p>
<p>Nah, sekarang saya masih ada agenda lain untuk menutup 2 kartu kredit lagi dari 2 bank berbeda. Doain yah prosesnya mudah (termasuk pelunasannya <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ). Amin&#8230; </p>
<p>PS:<br />
Yang bikin tambah kesal adalah setelah kartu kredit ditutup pun, entah kenapa tenaga marketingnya kembali rajin menelpon. Berhubung sudah hapal nomornya, yah gak diangkat. Siapa suruh nelpon-nelpon diriku lagi? Yuk, mari&#8230; </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2009/12/curhat-kartu-kreditku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengen Bubur Ayam Nih!</title>
		<link>http://anakboncel.net/2009/12/pengen-bubur-ayam-nih/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2009/12/pengen-bubur-ayam-nih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 04:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[bubur ayam]]></category>
		<category><![CDATA[bubur ayam Cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=851</guid>
		<description><![CDATA[Bubur ayam atawa Chicken Porridge merupakan salah satu makanan yang menjadi favorit saya sepanjang masa.
Jadi ingat sewaktu hamil anak pertama. Hampir setiap hari saya memilih menu bubur ayam sebagai sarapan pagi apalagi pilihan ini didukung dengan adanya penjual bubur ayam di daerah Pasar Rebo (lokasi kantor yang dulu) yang rasanya maknyooss di mulut saya.  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bubur ayam atawa Chicken Porridge merupakan salah satu makanan yang menjadi favorit saya sepanjang masa.</p>
<p>Jadi ingat sewaktu hamil anak pertama. Hampir setiap hari saya memilih menu bubur ayam sebagai sarapan pagi apalagi pilihan ini didukung dengan adanya penjual bubur ayam di daerah Pasar Rebo (lokasi kantor yang dulu) yang rasanya maknyooss di mulut saya.  </p>
<p>Biasanya, kalau sedang ada jadwal beli bubur ayam itu, saya terima titipan dari teman sebanyak 3 porsi (karena maksimal cuma 4 porsi yang bisa dibawa ibu hamil hehe&#8230;).</p>
<p>Dan, sebelum buka penawaran untuk titipan, harus terlebih dahulu dipastikan kalau waktu sebelum jam masuk kantor masih lama. Maklum, jam kerja dimulai pukul 07.30 teng dan lewat dari waktu itu bisa kena akumulasi keterlambatan yang berbuah surat peringatan.</p>
<p>Hmm, kalau ingat rasa bubur ayam buatan Pak Gendut di Pasar Rebo itu, saya langsung ngeces nih. *glek&#8230;*</p>
<p><span id="more-851"></span></p>
<p>Bubur ayam (alias buryam) yang dijual Pak Gendut ini sejenis dengan bubur ayam Cirebon. Rasanya sih tidak jauh beda dengan buryam Cirebon lainnya tapi yang bikin maknyoosss adalah sambal kacangnya. Nyam, nyam&#8230; kalau sedang beli buryam ini, saya pasti minta sambal 4 sendok makan. Hehe, sampai suka dibilang sama teman kantor kalau saya itu bukan makan buryam tapi bubur sambal.</p>
<p>Setelah pindah ke kantor yang lebih jauh dari Pasar Rebo, saya tetap usaha untuk menyempatkan diri membeli buryam tersebut setidaknya seminggu sekali. Sayangnya, bukan si Pak Gendut lagi yang jualan karena beliau pulang kampung dan usaha dilanjutkan oleh saudaranya. Yah, rasanya agak beda sih tapi masih tetap bikin ngeces kok&#8230;</p>
<p>Nah, kenapa coba saya mendadak cerita soal buryam?</p>
<p>Ceritanya kemarin setelah selesai berenang pagi sama Dira, saya mampir ke Resto di dekat kolam renang. Niatnya sih mau minum teh manis hangat. Tapi, karena bos pabrik sedang menjamu tamu untuk sarapan, para pelayan Resto sibuk melayani mereka. </p>
<p>Karena kelamaan bengong, saya jadi berkhayal makan buryam. Itu juga gara-gara melihat dari kejauhan sebuah piring berisi makanan yang sedang mengepulkan asap panasnya. Aduh! Coba itu isinya buryam yah. Nyam, nyam&#8230;. keknya enak nih makan buryam abis berenang.</p>
<p>Akhirnya setelah 15 menit dicuekin sama pelayan, saya dan Dira beranjak pulang. Mending bikin teh manis hangat di rumah deh hehehe&#8230;.</p>
<p>Sampai di rumah, saya langsung ribut. &#8220;Pa, beli bubur ayam Pa. Keknya enak deh makan bubur ayam. Beli kek dimana.&#8221;</p>
<p>&#8220;Mana ada yang jual bubur ayam di Paiton. Adanya di Surabaya,&#8221; jawab suami.</p>
<p>Saya tak percaya. Saya sms 2 orang tetangga teman bergosip. &#8220;Di Paiton ada yang jualan bubur ayam gak?&#8221;</p>
<p>Dari 2 orang ini, saya mendapatkan jawaban pertama, &#8220;Aduh, maaf saya gak tahu.&#8221; Jawaban kedua lebih panjang. Isinya, &#8220;Gak ada Tan yang jualan buryam. Aku juga pernah cari yang jualan buryam dari Paiton sampai Probolinggo.&#8221;</p>
<p>Huahhhh&#8230;. sebal!!!! Masa gak ada yang jualan buryam di Paiton? Payah!</p>
<p>Akhirnya setelah membaca komentar 2 orang teman di Facebook yang mengusulkan untuk bikin buryam sendiri, saya turun ke dapur juga untuk membuatnya dengan berbekal resep hasil browsing.</p>
<p>Hasilnya? Yah&#8230; lumayan deh buat memenuhi &#8220;kepengenan&#8221; untuk sementara waktu. Cuma yah itu, kurang pernak-perniknya seperti emping, kacang kedelai, kerupuk dan sambal kacang ala buryam Pak Gendut. Hehe, memang&#8230; kalo hidup di daerah terpencil seperti Paiton, terkadang perlu lebih kreatif supaya bisa memenuhi &#8220;kepengenan&#8221;.</p>
<p>Mau lihat buryam buatan saya? Oopss&#8230; sayang sekali lupa difoto soalnya keburu kebelet dimakan. </p>
<p>Walau sempat dikomentarin, &#8220;Bubur ayam apaan nih?&#8221; (dan dijawab &#8220;Yah namanya juga mendadak dan gak ada niatan bikinnya. Makan aja deh.&#8221;, eh setelah makan suami malah bilang, &#8220;Cari resep bubur ayam Samarinda dong Ma. Enak loh!&#8221; </p>
<p>Halah&#8230; kenapa dia jadi pengen bubur ayam yang lain? <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Btw, gak ngetop keknya buryam ala Kalimantan yah? Soalnya browsing di Oom Google gak ketemu resepnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2009/12/pengen-bubur-ayam-nih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
