Tag-Archive for » Facebook «

Maaf… pemilik blog gi sibuk ngegame di FB.

Wkwkwk.. sebenarnya gi malas nulis sih. Ada cerita tapi kalo malas nulis kan percuma. Tul gak?

Tau nih bawaan siapa kok jadi pengen ngegame terus.

Yah sebenarnya sih selain ngegame juga sibuk berdoa supaya jenjang karir di Oriflame bisa sampai 21% sebelum due date melahirkan (kira-kira tanggal 24 Mei 2010). Hehe, soalnya agak berharap bonusnya bisa buat nambah-nambahin duit buat beli persiapan kelahiran.

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Bandwith Limit

Sudah ketiga kalinya saya dapat peringatan “bandwidth limit” dari webhosting provider Anakboncel. Jatah bandwith Anakboncel untuk sebulan sesuai dengan paket hosting yang diambil adalah 1 GB. Dan dilihat dari “record” yang ada, hingga tanggal 24 Juli ini, bandwith yang tercapai sudah lebih dari 825 MB. Kok bisa?

Pikir-pikir aneh gak sih? Perasaan blog ini sepi pengunjungnya deh! Apalagi kalau dilihat dari traffic rank versi Alexa yang terus membesar angkanya sejak saya jarang blogwalking.

Coba, saya tanya yah pada para pengunjung blog yang berkenan menyempatkan diri untuk membaca posting ini. Mohon jawab yang jujur :D .

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Kemarin siang dapat cause invitation di FB mengenai dukungan untuk Prita Mulyasari. “Hmm, siapa sih dia? Masa caleg sih? Kan dah lewat Pemilu Legislatifnya.” pikir saya saat membaca invitation tersebut. Kemudian saya klik “Ignore”. Maklum, saya sedang sibuk sekali membereskan rumah, mengatur barang-barang sambil mengurus anak jadi gak sempat sama sekali menonton televisi.

Sore hari suami menonton saluran berita TransTV. Dan dia berkata, “Kenapa sih kasus Prita ini? Kayaknya rame banget?” Saya menoleh ke arah TV. “Prita?” pikir saya. “Eh ini kan yang tadi di FB? Ada apa yah? Rame kenapa yah?” Duduklah saya di depan TV menyaksikan pemberitaan mengenai Prita Mulyasari.

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Hari ini mau cerita apa yah?

Hehe, saya kembali ngeblog nih… padahal kemarin sudah berjanji kalau hari ini cuma mau melakukan pekerjaan kantor. Beneran deh! Kemarin tuh niat kalau hari ini mau menyelesaikan dokumen yang masih pending di meja. Nyatanya kok malah buka halaman “Write Post” yah?

Anyway, I met my old friend from elementary school in Facebook (FB). Hah? So what? Nothing special about it. Well, kinda special for me because I’ve been looking for him for years.

Nah ya… kenapa coba saya nyariin dia? Pasti ada apa-apanya deh! Emburrr! Benar sekali!

Jadi sekitar 1 dekade yang lalu, teman saya ini, sebut saja E, pernah menelpon ke rumah. Saya kaget banget saat dia menyebutkan namanya. Gak nyangka kalau dia menelpon loh secara saya pindah dari Banjarbaru (Kal-Sel) ke Jakarta hampir 1 dekade juga. Nah, dari perbincangan yang hanya berlangsung 20 menit itu, dia meninggalkan no telp dan alamat sambil berpesan kalau saya ke Jogja harus mampir ke kosnya.

“OK deh!” jawab saya sambil menuliskan no telp dan alamat tersebut di buku coret-coret.

Terus terang saya lupa dengan catatan no telp dan alamat tersebut hingga beberapa tahun yang lalu saya mendapat tugas dari kantor untuk training di Jogja. “Oya… kan ada teman SDku di Jogja. Wah kayaknya dikasih no telp deh. Dimana yah?”

Setelah mengorek ingatan, hwaradalahhh… rupanya buku core-coret tersebut masih ada di mantan pacar saya yang pertama (sebelum bapaknya Indira). Haduhhh! Kenapa gak dibalikin yah sama dia? Gak mungkin pula saya minta kembali secara dulu alasan kita putus tidak baik.

Hal ini kemudian terlupakan seiring berlalunya waktu.

Hingga…. suatu hari saya lihat daftar teman dari seorang teman SD (yang lain) di Facebook. “Wah, ada teman SD saya yang masih berdomisili di Kalimantan Selatan nih.” pikir saya.

Bermula dari situ, akhirnya saya bisa bertemu dengan teman SD lain-lain seperti I dan N. Pada si N lah akhirnya saya bisa bertanya mengenai E. Rupanya, si N akhirnya bertemu dengan E dan bilang kalau saya mencari dia. “Kamu sign up aja di FB. Banyak ketemu teman-teman lama loh!” Konon begitu promosi N kepada E.

Setelah info dari N itu, akhirnya E buka account di FB. Dan orang pertama yang dia cari adalah saya ;) . Dan sejak itulah akhirnya kita berkirim message hingga hari ini.

Setelah kita bercakap-cakap melalui tulisan, terbukalah motivasi mengapa dulu E pernah menelpon saya. Ternyata eh ternyata, dia pernah naksir diri saya ini. Huhuhu.. kenapa gak dari dulu bilangnya? Pas kita masih jaman lucu-lucunya itu.

Soalnya saya dulu juga “have a crush on him” tapi gak berani menaruh harapan karena kurangnya rasa percaya diri. Lagi pula, ada seorang teman cewek saya yang naksir E mati-matian. And I was her love messenger.

Nasib… nasib…

Yang lebih bikin geleng-geleng kepala (berusaha untuk menyadarkan diri), ternyata E adalah original version dari tipe cowok yang saya sukai. Dan hampir semuanya klop dengan apa yang tampak pada my Hunny Papil. Sama-sama punya mata bagus, berkulit gelap (bukan hitam banget yah! wkwkwk…), rambut agak bergelombang, berbintang scorpio.

Bwahahahaha….. saya cuma bisa merasa geli setiap baca message di FB dari E. Tambah banyak yang kita buka, tambah banyak hal yang bikin geli.

Seperti contoh, saat kita sudah menginjak SMP kelas 1, E sering sekali main ke kelas saya di 1B. Alasannya macam-macam dan yang paling sering adalah bercanda dengan N (yang kebetulan teman sekelas saya). Jadi teringat betapa seringnya dulu dia menggoda saya saat sedang main ke 1B. Dan biasanya saya menanggapinya dengan pura-pura marah (marah tapi senang hehe..).

E juga cerita kalau dulu sempat ikut mengantar karangan bunga yang dipesan oleh mama saya bersama dengan alm. ibunya ke rumah saya. Katanya, “Aku maksa ikut sama ibu tuh. Cuma supaya bisa curi-curi pandang ke anak yang punya rumah.”

Ada senangnya dan ada sedihnya membaca tulisan E di message FB. *sigh*

Senangnya karena tidak menyangka bahwa ada juga cowok yang bisa menyukai saya padahal saat itu saya chubby banget. Bahkan salah seorang teman main kami di kompleks (hehe iya, kita juga tinggal di kompleks perumahan yang sama), sebut saja Is, suka memanggil saya “Amak” alias si Endut. Tiap kali main bersama, pasti Is tidak lupa selalu menyindir soal kegendutan saya sehingga lama-kelamaan saya jadi menjauh dari teman-teman main.

Sedihnya karena tidak menyangka kalau E ternyata mencari saya cukup lama hingga mendapatkan no telp. Tapi nyatanya, saat dia sudah bisa menghubungi saya dan meninggalkan no telp, eh sayanya malah lupa dan mengabaikannya.

Yah, mungkin ini yang namanya jodoh berkelit alias gak jodoh. Hehehe….

Tapi, dibalik cerita saya di atas, saya cuma mau menyinggung sedikit sisi positifnya dari punya account di Facebook. Kita bisa ketemu dengan teman, mulai dari yang lama sampai yang baru. Bisa komeng status orang sesuka hati. Bisa main game buat mengenyahkan kebosanan. De el el.

Sisi negatifnya? Alhamdulillah sejauh ini saya belum merasakannya. Tapi, menurut teman kantor saya, ada seorang cewek yang pernah dipecat dari kantornya karena isi status FBnya. Hehe, jadi berhati-hati yah kalau share status di FB. Ini pesan khusus buat yang masih bekerja sama orang lain. Buat yang mau resign kayak saya sih, sering-sering deh login ke account FBnya. Wahahaha….

Oya, sedikit melenceng nih. Pernah loh ada yang buat account FB atas nama bos saya. And you know what? (No!!!) Profile pic yang dipasang adalah foto bugil yang diganti kepalanya dengan wajah si bos. Jahat banget yah! Si bos baru tahu soal ini setelah ada orang kantor saya yang bilang.

Namun, setelah anak si bos mencoba menelusuri, rupanya account tersebut telah dihapus. Siapa tersangkanya? Yah si bos curiga sih dengan seseorang di kantor, tapi tidak etis rasanya kalau beliau melemparkan tuduhan tanpa bukti mendasar. Akhirnya, hal ini cuma dishare ke kita dengan pesan supaya lebih berhati-hati dengan orang-orang di kantor.

Yah sudahlah! Lagi-lagi saya bikin posting melenceng sana sini. Silahkan dinikmati. Jangan lupa komengnya yah!

Anakboncel