<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anakboncel.net &#187; Facebook</title>
	<atom:link href="http://anakboncel.net/tag/facebook/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anakboncel.net</link>
	<description>A cup of coffee is enough</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 00:47:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Maaf, Lagi Sibuk Ngegame!</title>
		<link>http://anakboncel.net/2010/01/maaf-lagi-sibuk-ngegame/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2010/01/maaf-lagi-sibuk-ngegame/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 00:26:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[kelahiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/2010/01/maaf-lagi-sibuk-ngegame/</guid>
		<description><![CDATA[Maaf&#8230; pemilik blog gi sibuk ngegame di FB. Wkwkwk.. sebenarnya gi malas nulis sih. Ada cerita tapi kalo malas nulis kan percuma. Tul gak? Tau nih bawaan siapa kok jadi pengen ngegame terus. Yah sebenarnya sih selain ngegame juga sibuk berdoa supaya jenjang karir di Oriflame bisa sampai 21% sebelum due date melahirkan (kira-kira tanggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf&#8230; pemilik blog gi sibuk ngegame di FB. </p>
<p>Wkwkwk.. sebenarnya gi malas nulis sih. Ada cerita tapi kalo malas nulis kan percuma. Tul gak?</p>
<p>Tau nih bawaan siapa kok jadi pengen ngegame terus.</p>
<p>Yah sebenarnya sih selain ngegame juga sibuk berdoa supaya jenjang karir di Oriflame bisa sampai 21% sebelum due date melahirkan (kira-kira tanggal 24 Mei 2010). Hehe, soalnya agak berharap bonusnya bisa buat nambah-nambahin duit buat beli persiapan kelahiran. </p>
<p><span id="more-881"></span></p>
<p>Merasa bersalah juga karena buat calon bayi yang satu ini Mamanya gak bisa keluarin duit lagi untuk sekedar beli baju bayi dan perlengkapan lain karena sudah pensiun dari kerja kantoran.</p>
<p>Barang-barang punya kakaknya sudah dilungsur ke orang lain sih. Jadi calon adik bayi gak bisa pakai bekas kakaknya. Abis nih emaknya sudah ke-PD-an bakal punya adik cowok makanya barang si kakak pada dilungsurin sebelum pindah ke Paiton. Padahal hasil kontrol dokter tepat di usia 22 minggu yang lalu, calon bayinya cewek (lagi) karena belum keliatan bola-bolanya.</p>
<p>Hehe, apa aja deh! Dapat cewek ya syukur. Dapat cowok ya syukur juga. (Cuma kepikiran kalo dapat cewek lagi dan cerewetnya sama dengan si kakak, wah emaknya bisa tambah lebar mulutnya karena sibuk ngomel terus&#8230;)</p>
<p>Doain yah supaya cita-citanya kesampaian! Amin&#8230; </p>
<p>PS:<br />
Buat yang mau cobain produk Oriflame, silahkan klik langsung di banner pop-up yah!<br />
Buat yang mau join bisnis Oriflame via <a href="http://www.dbc-network.com/index.php?id=betterchances">d&#8217;BC Network</a>, jangan ragu-ragu loh! Klik langsung pada banner Manager 15% di sebelah kiri tampilan blog.<br />
Target bulan Februari &#8211;> Manager 18% (Amin 3x)</p>
<p>Maaf, teteup promosi ada di postingan! Namanya juga usaha&#8230; </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2010/01/maaf-lagi-sibuk-ngegame/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandwith Limit dan Farm Town</title>
		<link>http://anakboncel.net/2009/07/bandwith-limit-dan-farm-town/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2009/07/bandwith-limit-dan-farm-town/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 10:31:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bandwith Limit]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Farm Town]]></category>
		<category><![CDATA[idwebhost]]></category>
		<category><![CDATA[web hosting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=713</guid>
		<description><![CDATA[Bandwith Limit Sudah ketiga kalinya saya dapat peringatan &#8220;bandwidth limit&#8221; dari webhosting provider Anakboncel. Jatah bandwith Anakboncel untuk sebulan sesuai dengan paket hosting yang diambil adalah 1 GB. Dan dilihat dari &#8220;record&#8221; yang ada, hingga tanggal 24 Juli ini, bandwith yang tercapai sudah lebih dari 825 MB. Kok bisa? Pikir-pikir aneh gak sih? Perasaan blog [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bandwith Limit</strong></p>
<p>Sudah ketiga kalinya saya dapat peringatan &#8220;bandwidth limit&#8221; dari <a href="http://idwebhost.com">webhosting provider</a> <a href="http://anakboncel.net">Anakboncel</a>. Jatah bandwith <a href="http://anakboncel.net">Anakboncel</a> untuk sebulan sesuai dengan paket hosting yang diambil adalah 1 GB. Dan dilihat dari &#8220;record&#8221; yang ada, hingga tanggal 24 Juli ini, bandwith yang tercapai sudah lebih dari 825 MB. Kok bisa? </p>
<p>Pikir-pikir aneh gak sih? Perasaan blog ini sepi pengunjungnya deh! Apalagi kalau dilihat dari traffic rank versi Alexa yang terus membesar angkanya sejak saya jarang blogwalking.  </p>
<p>Coba, saya tanya yah pada para pengunjung blog yang berkenan menyempatkan diri untuk membaca posting ini. Mohon jawab yang jujur <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><span id="more-713"></span></p>
<p>Blog Anakboncel ini menurut kalian menarik atau tidak?<br />
Apa &#8220;selling point&#8221; dari <a href="http://anakboncel.net">Anakboncel</a> yang bikin kamu selalu &#8220;gregetan&#8221; pengen terus kembali ke sini?</p>
<p>Hehe, pasti semua akan jawab untuk pertanyaan pertama dengan gelengan kepala. Pertanyaan kedua mungkin akan dijawab dengan kening berkerut karena bingung dan gak enak mau jawab &#8220;tidak ada yang bikin gregetan&#8221;. </p>
<p>Karena sepi pengunjung, makanya saya tiadakan deh Rss Feed dari <a href="http://anakboncel.net">Anakboncel</a>. Hehe, soalnya pas dipajang juga gak ada yang berminat buat &#8220;Subscribe to <a href="http://anakboncel.net">Anakboncel</a>&#8220;. Hmm, kayaknya cuma <a href="http://unidede.com">mbak Ade</a> doang yang subscribe. <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tuh kan, makanya bingung banget kenapa kok bisa dapat peringatan &#8220;bandwith limit&#8221;. Huhu&#8230; penting gak sih tambah bandwith per bulannya?</p>
<p>Mikir-mikir dulu ah!</p>
<p>Tapi, kalau benar-benar kejadian bandwith limit Anakboncel habis sebelum mulai tanggal 1 Agustus, sebelumnya saya mohon maaf jika blog ini tidak bisa diakses hingga awal bulan nanti. </p>
<p>Dan buat yang sudah sudi dan sering mampir kemari, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Mungkin saya harus buat jajak pendapat mengenai <a href="http://anakboncel.net">Anakboncel</a>. Hmm, mungkin menjelang ulang tahunnya deh. *masukin agenda dulu*</p>
<p><strong>Farm Town</strong></p>
<p>Masih ingat posting berjudul <a href="http://anakboncel.net/2009/05/akibat-facebook/">&#8220;Akibat Facebook&#8221;</a> di mana saya bisa bertemu dengan teman SD dan kemudian setelah curhat baru ketahuan kalau saya dan dia sama-sama menaruh hati walau akhirnya tidak kesampaian? </p>
<p>Nah sejak itu kita jadi lumayan sering berkirim pesan menanyakan kabar diri dan keluarga masing-masing yang pada akhirnya menuntut saya untuk sering &#8220;login&#8221; ke account FB minimal satu kali sehari. Well, I wasn&#8217;t a FB addicted like most people. </p>
<p>Namun, rupanya nasib berkata lain. Halah! Maksud saya begini. Hari Senin yang lalu saya baca update di wall downline Oriflame, neng Nana, mengenai level yang dia capai dalam permainan Farm Town.</p>
<p>&#8220;Hmm, apa pula Farm Town ini?&#8221; pikir saya.</p>
<p>Saya sudah mencoba beberapa permainan di FB seperti Restaurant City, Poker, Mafia Wars (hmm benar gak namanya?), de el el, tapi belum ada yang bisa membuat saya mengalihkan perhatian dari mini game hasil free download. </p>
<p>Gara-gara penasaran sama permainan Farm Town ini, akhirnya saya menceburkan diri untuk terlibat dalam di dalamnya. </p>
<p>Hasilnya? Dari Senin siang hingga hari ini, saya merasa wajib dapat gelar &#8220;Addicted to FB&#8221; atau lebih tepatnya &#8220;Addicted to Farm Town in FB&#8221;. Wakakak&#8230;. Sumpah! Baru kali ini account FB saya dalam kondisi aktif. Tapi, aktif di game Farm Town-nya, bukan sibuk update status wall. </p>
<p>Kenapa saya suka main Farm Town ini? Waduh, banyak alasannya. Salah satunya adalah karena permainan ini menawarkan keindahan gambar grafik dan kesempatan buat pemain untuk mengatur strategi untuk kelangsungan hidup pertaniannya. Belum lagi keseruan yang terjadi saat kita dikontrak orang lain untuk membajak atau memanen hasil pertanian mereka. Ketangkasan mata dan tangan menjadi modal utama untuk mendahului pemain lain yang juga mencari uang atau pengalaman di tempat yang sama. </p>
<p>Hal lain yang penting untuk permainan ini adalah kecepatan akses internet yang kita pakai. Kalau internet lemot, wah jangan harap pekerjaan kita di pertanian lain bisa diselesaikan dengan cepat dan menghasilkan uang banyak. Ini berdasarkan pengalaman saya selama 2 hari main Farm Town dengan akses internet lemot. Bikin capek.</p>
<p>Hehe, gimana? Tertarik ikutan main Farm Town juga? Bisa lihat screenshotnya di bawah ini. Maaf kualitas gambarnya jelek karena saya simpan sebagai file GIF.</p>
<p>Gambar pertama adalah pertanian saya yang didatangi orang lain. Hehe, ada yang harus dipanen. Cuma saya bingung mau &#8220;hire&#8221; yang mana karena cuma sedikit yang harus dipanen.</p>
<p><a href="http://s296.photobucket.com/albums/mm178/thepoets/?action=view&#038;current=FarmTown3-1.gif" target="_blank"><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm178/thepoets/FarmTown3-1.gif" border="0" alt="Photobucket"></a></p>
<p>Gambar kedua ini adalah &#8220;market&#8221; atau pasar di mana kita bisa menjual hasil panen, mencari pekerjaan atau orang yang akan dikontrak untuk mengerjakan pertanian kita. Lihat saya (Uke) lagi nongkrong di depan menunggu pekerjaan.</p>
<p><a href="http://s296.photobucket.com/albums/mm178/thepoets/?action=view&#038;current=FarmTown2-1.gif" target="_blank"><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm178/thepoets/FarmTown2-1.gif" border="0" alt="Photobucket"></a></p>
<p>Gambar ketiga adalah tempat di mana saya bekerja mencari uang atau pengalaman (untuk menaikkan level).</p>
<p><a href="http://s296.photobucket.com/albums/mm178/thepoets/?action=view&#038;current=FarmTown1-1.gif" target="_blank"><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm178/thepoets/FarmTown1-1.gif" border="0" alt="Photobucket"></a></p>
<p>Menarik kan? </p>
<p>Ada yang mau ikut menceburkan diri ke permainan Farm Town? Hehe, jangan lupa &#8220;add&#8221; saya sebagai &#8220;neighbour&#8221; yah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2009/07/bandwith-limit-dan-farm-town/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dukungan untuk Prita Mulyasari</title>
		<link>http://anakboncel.net/2009/06/dukungan-untuk-prita-mulyasari/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2009/06/dukungan-untuk-prita-mulyasari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 00:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan pers]]></category>
		<category><![CDATA[Prita Mulyasari]]></category>
		<category><![CDATA[UU ITE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin siang dapat cause invitation di FB mengenai dukungan untuk Prita Mulyasari. &#8220;Hmm, siapa sih dia? Masa caleg sih? Kan dah lewat Pemilu Legislatifnya.&#8221; pikir saya saat membaca invitation tersebut. Kemudian saya klik &#8220;Ignore&#8221;. Maklum, saya sedang sibuk sekali membereskan rumah, mengatur barang-barang sambil mengurus anak jadi gak sempat sama sekali menonton televisi. Sore hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin siang dapat cause invitation di FB mengenai dukungan untuk Prita Mulyasari. &#8220;Hmm, siapa sih dia? Masa caleg sih? Kan dah lewat Pemilu Legislatifnya.&#8221; pikir saya saat membaca invitation tersebut. Kemudian saya klik &#8220;Ignore&#8221;. Maklum, saya sedang sibuk sekali membereskan rumah, mengatur barang-barang sambil mengurus anak jadi gak sempat sama sekali menonton televisi.</p>
<p>Sore hari suami menonton saluran berita TransTV. Dan dia berkata, &#8220;Kenapa sih kasus Prita ini? Kayaknya rame banget?&#8221; Saya menoleh ke arah TV. &#8220;Prita?&#8221; pikir saya. &#8220;Eh ini kan yang tadi di FB? Ada apa yah? Rame kenapa yah?&#8221; Duduklah saya di depan TV menyaksikan pemberitaan mengenai Prita Mulyasari.</p>
<p><span id="more-515"></span></p>
<p>Pertama dengar beritanya, saya terhenyak. Waduh, masa cuma gara-gara email mengeluh mengenai servis suatu instansi ditahan. Aneh! Tambah lama mendengar berita ini saya tambah gemas, sebal, kasihan, de el el. Gemas sama UU ITE yang dipakai untuk menjerat Prita. Sebal sama alasan yang dipakai RS Omni Internasional Tangerang beserta para pengacaranya yang jelas mengada-ada. Kasihan kepada mbak Prita, yang sebenarnya nyaris menjadi korban malpraktek karena ketidakprofesionalan tenaga kesehatan di RS tersebut, malahan ditangkap karena menyampaikan &#8220;keluhan&#8221;.</p>
<p>Saya tambah sebal lagi saat menonton Metro TV dimana pihak pengacara dari RS Omni Internasional berbicara. Bapak Pengacara mengatakan bahwa kasus ini termasuk pencemaran nama baik karena ada kata &#8220;Penipuan&#8221; yang dikaitkan dengan RS tersebut di dalam email Prita.</p>
<p>Kemudian si Bapak ini bolak balik mengatakan bahwa hasil lab trombosit 27000 yang dipermasalahkan Prita memang tidak bisa diminta karena belum divalidasi oleh dokter. Saya jadi mikir lagi, &#8220;Lah terus, kalau belum divalidasi, kenapa bisa dipakai sebagai dasar untuk &#8220;merumahsakitkan&#8221; Prita? &#8221; Lebih aneh lagi, katanya hasil lab tidak bisa dicetak karena &#8220;lagi-lagi&#8221; belum divalidasi oleh dokter. Hah? Kayaknya di RS mana pun, laboratorium bisa kok dimintakan untuk mencetak hasil periksa darah tanpa perlu validasi dokter. Itukan seharusya sudah menjadi bagian dari pelayanan.</p>
<p>Ketika pihak perwakilan konsumen berbicara dengan konteks yang sangat masuk akal, Bapak Pengacara Omni ini tidak bisa melakukan serangan balik. Malahan kembali mengemukakan masalah mengenai kata &#8220;Penipuan&#8221;, &#8220;Pencemaran Nama Baik&#8221; dan &#8220;Hasil lab yang belum divalidasi oleh dokter&#8221;. Aduh Pak! Pak! Dari sudut mana pun, kalau dipikir beribu kali, tetap saja saya merasa tuntutan kepada Prita terlalu mengada-ada. UU ITE yang konon dipakai untuk menjerat Prita, kok saya baca di lintas berita Metro TV, baru akan berlaku 2010 yah?</p>
<p>Btw, berita yang di detiknews.com mengenai <a href="http://www.detiknews.com/read/2009/06/03/180638/1142241/10/rs-omni-cabut-gugatan-bila-prita-tak-minta-hasil-lab-trombosit">tuntutan Omni akan dicabut jika Prita tidak meminta hasil lab 27000</a> itu aneh gak sih?</p>
<p>Hahhhh&#8230; mengerikan juga yah kalau tiap kali pasien/keluarga pasien yang &#8220;sudah&#8221; atau &#8220;nyaris&#8221; menjadi korban ketidakprofesionalan tenaga kesehatan dan instansi kesehatan jadi tidak bisa menyampaikan keluhan ke media karena takut dituntut balik.</p>
<p>Bagaimana juga dengan nasib para blogger kayak saya ini yang suka berkeluh kesah di sini? Bisa saja kan keluh kesah yang saya sampaikan menyangkut suatu instansi &#8220;berduit&#8221; yang bisa menuntut secara hukum.</p>
<p>Buat apa ada UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen kalau pada akhirnya harus mengalami nasib seperti Prita Mulyasari? Padahal, cukup banyak kasus serupa yang dialami oleh orang lain yang berujung pada kecacatan dan bahkan kematian, yang kebetulan tidak terpublikasi seperti kasus ini. Apakah nyawa manusia semakin tidak berharga yah?</p>
<p>Mungkin yang menjadi dasar mengapa Prita dituntut adalah keberaniannya untuk menyampaikan keluhannya di <a href="http://suarapembaca.detik.com/read/2008/08/30/111736/997265/283/rs-omni-dapatkan-pasien-dari-hasil-lab-fiktif">Suara Pembaca detik.com</a> sehingga pihak RS Omni Internasional menjadi was-was dengan publikasi &#8220;negatif&#8221; ini.</p>
<p>Padahal, menurut saya pribadi, keputusan RS ini untuk menuntut Prita malah menunjukkan kalau RS berada dalam pihak yang bersalah. Bukankan yang bersalah biasanya bersuara paling &#8220;vokal&#8221;?</p>
<p>Saya salut dengan keberanian Prita Mulyasari. Semoga beliau kuat menghadapi cobaan ini.</p>
<p>Terima kasih untuk <a href="http://dinishanti.com/mendukung-prita-mulyasari-sepenuh-hati/">posting dari mbak Dini Shanti</a> yang menginspirasi posting ini. Begitu juga dengan <a href="http://tikabanget.com/2009/06/01/satu-lagi-korban-uu-ite-ituh/">posting dari Tika</a> mengenai kasus Prita.</p>
<p>Ada yang punya keberanian sebesar &#8220;Prita Mulyasari&#8221;? Berikan dukungan yuk untuk beliau dengan memasang banner di blog kita. Banner bisa diambil <a href="http://ibuprita.suatuhari.com/2009/06/01/banner-untuk-mendukung-ibu-prita-mulyasari/">di sini</a>.</p>
<p>Dukungan lainnya juga bisa kita berikan melalui <a href="http://apps.facebook.com/causes/290597/58996745?m=6d54c0aa">cause di FB</a>.</p>
<p>Ada yang mau ikutan <a href="http://politikana.com/baca/2009/06/04/pasien-inilah-saatnya-berbondong-bondong-berobat-ke-rs-omni-international.html">berbondong-bondong berobat ke RS Omni Internasional Tangerang</a>?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2009/06/dukungan-untuk-prita-mulyasari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akibat Facebook&#8230;</title>
		<link>http://anakboncel.net/2009/05/akibat-facebook/</link>
		<comments>http://anakboncel.net/2009/05/akibat-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 06:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anakboncel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakboncel.net/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini mau cerita apa yah? Hehe, saya kembali ngeblog nih&#8230; padahal kemarin sudah berjanji kalau hari ini cuma mau melakukan pekerjaan kantor. Beneran deh! Kemarin tuh niat kalau hari ini mau menyelesaikan dokumen yang masih pending di meja. Nyatanya kok malah buka halaman &#8220;Write Post&#8221; yah? Anyway, I met my old friend from elementary [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini mau cerita apa yah? </p>
<p>Hehe, saya kembali ngeblog nih&#8230; padahal kemarin sudah berjanji kalau hari ini cuma mau melakukan pekerjaan kantor. Beneran deh! Kemarin tuh niat kalau hari ini mau menyelesaikan dokumen yang masih pending di meja. Nyatanya kok malah buka halaman &#8220;Write Post&#8221; yah?</p>
<p>Anyway, I met my old friend from elementary school in Facebook (FB). Hah? So what? Nothing special about it. Well, kinda special for me because I&#8217;ve been looking for him for years.</p>
<p>Nah ya&#8230; kenapa coba saya nyariin dia? Pasti ada apa-apanya deh! Emburrr! Benar sekali!</p>
<p>Jadi sekitar 1 dekade yang lalu, teman saya ini, sebut saja E, pernah menelpon ke rumah. Saya kaget banget saat dia menyebutkan namanya. Gak nyangka kalau dia menelpon loh secara saya pindah dari Banjarbaru (Kal-Sel) ke Jakarta hampir 1 dekade juga. Nah, dari perbincangan yang hanya berlangsung 20 menit itu, dia meninggalkan no telp dan alamat sambil berpesan kalau saya ke Jogja harus mampir ke kosnya. </p>
<p>&#8220;OK deh!&#8221; jawab saya sambil menuliskan no telp dan alamat tersebut di buku coret-coret.</p>
<p>Terus terang saya lupa dengan catatan no telp dan alamat tersebut hingga beberapa tahun yang lalu saya mendapat tugas dari kantor untuk training di Jogja. &#8220;Oya&#8230; kan ada teman SDku di Jogja. Wah kayaknya dikasih no telp deh. Dimana yah?&#8221; </p>
<p>Setelah mengorek ingatan, hwaradalahhh&#8230; rupanya buku core-coret tersebut masih ada di mantan pacar saya yang pertama (sebelum bapaknya Indira). Haduhhh! Kenapa gak dibalikin yah sama dia? Gak mungkin pula saya minta kembali secara dulu alasan kita putus tidak baik.</p>
<p>Hal ini kemudian terlupakan seiring berlalunya waktu. </p>
<p>Hingga&#8230;. suatu hari saya lihat daftar teman dari seorang teman SD (yang lain) di Facebook. &#8220;Wah, ada teman SD saya yang masih berdomisili di Kalimantan Selatan nih.&#8221; pikir saya.</p>
<p>Bermula dari situ, akhirnya saya bisa bertemu dengan teman SD lain-lain seperti I dan N. Pada si N lah akhirnya saya bisa bertanya mengenai E. Rupanya, si N akhirnya bertemu dengan E dan bilang kalau saya mencari dia. &#8220;Kamu sign up aja di FB. Banyak ketemu teman-teman lama loh!&#8221; Konon begitu promosi N kepada E.</p>
<p>Setelah info dari N itu, akhirnya E buka account di FB. Dan orang pertama yang dia cari adalah saya <img src='http://anakboncel.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Dan sejak itulah akhirnya kita berkirim message hingga hari ini.</p>
<p>Setelah kita bercakap-cakap melalui tulisan, terbukalah motivasi mengapa dulu E pernah menelpon saya. Ternyata eh ternyata, dia pernah naksir diri saya ini. Huhuhu.. kenapa gak dari dulu bilangnya? Pas kita masih jaman lucu-lucunya itu.</p>
<p>Soalnya saya dulu juga &#8220;have a crush on him&#8221; tapi gak berani menaruh harapan karena kurangnya rasa percaya diri. Lagi pula, ada seorang teman cewek saya yang naksir E mati-matian. And I was her love messenger. </p>
<p>Nasib&#8230; nasib&#8230;</p>
<p>Yang lebih bikin geleng-geleng kepala (berusaha untuk menyadarkan diri), ternyata E adalah original version dari tipe cowok yang saya sukai. Dan hampir semuanya klop dengan apa yang tampak pada my Hunny Papil. Sama-sama punya mata bagus, berkulit gelap (bukan hitam banget yah! wkwkwk&#8230;), rambut agak bergelombang, berbintang scorpio. </p>
<p>Bwahahahaha&#8230;.. saya cuma bisa merasa geli setiap baca message di FB dari E. Tambah banyak yang kita buka, tambah banyak hal yang bikin geli. </p>
<p>Seperti contoh, saat kita sudah menginjak SMP kelas 1, E sering sekali main ke kelas saya di 1B. Alasannya macam-macam dan yang paling sering adalah bercanda dengan N (yang kebetulan teman sekelas saya). Jadi teringat betapa seringnya dulu dia menggoda saya saat sedang main ke 1B. Dan biasanya saya menanggapinya dengan pura-pura marah (marah tapi senang hehe..).</p>
<p>E juga cerita kalau dulu sempat ikut mengantar karangan bunga yang dipesan oleh mama saya bersama dengan alm. ibunya ke rumah saya. Katanya, &#8220;Aku maksa ikut sama ibu tuh. Cuma supaya bisa curi-curi pandang ke anak yang punya rumah.&#8221; </p>
<p>Ada senangnya dan ada sedihnya membaca tulisan E di message FB. *sigh*</p>
<p>Senangnya karena tidak menyangka bahwa ada juga cowok yang bisa menyukai saya padahal saat itu saya chubby banget. Bahkan salah seorang teman main kami di kompleks (hehe iya, kita juga tinggal di kompleks perumahan yang sama), sebut saja Is, suka memanggil saya &#8220;Amak&#8221; alias si Endut. Tiap kali main bersama, pasti Is tidak lupa selalu menyindir soal kegendutan saya sehingga lama-kelamaan saya jadi menjauh dari teman-teman main. </p>
<p>Sedihnya karena tidak menyangka kalau E ternyata mencari saya cukup lama hingga mendapatkan no telp. Tapi nyatanya, saat dia sudah bisa menghubungi saya dan meninggalkan no telp, eh sayanya malah lupa dan mengabaikannya. </p>
<p>Yah, mungkin ini yang namanya jodoh berkelit alias gak jodoh. Hehehe&#8230;.</p>
<p>Tapi, dibalik cerita saya di atas, saya cuma mau menyinggung sedikit sisi positifnya dari punya account di Facebook. Kita bisa ketemu dengan teman, mulai dari yang lama sampai yang baru. Bisa komeng status orang sesuka hati. Bisa main game buat mengenyahkan kebosanan. De el el.</p>
<p>Sisi negatifnya? Alhamdulillah sejauh ini saya belum merasakannya. Tapi, menurut teman kantor saya, ada seorang cewek yang pernah dipecat dari kantornya karena isi status FBnya. Hehe, jadi berhati-hati yah kalau share status di FB. Ini pesan khusus buat yang masih bekerja sama orang lain. Buat yang mau resign kayak saya sih, sering-sering deh login ke account FBnya. Wahahaha&#8230;.</p>
<p>Oya, sedikit melenceng nih. Pernah loh ada yang buat account FB atas nama bos saya. And you know what? (No!!!) Profile pic yang dipasang adalah foto bugil yang diganti kepalanya dengan wajah si bos. Jahat banget yah! Si bos baru tahu soal ini setelah ada orang kantor saya yang bilang. </p>
<p>Namun, setelah anak si bos mencoba menelusuri, rupanya account tersebut telah dihapus. Siapa tersangkanya? Yah si bos curiga sih dengan seseorang di kantor, tapi tidak etis rasanya kalau beliau melemparkan tuduhan tanpa bukti mendasar. Akhirnya, hal ini cuma dishare ke kita dengan pesan supaya lebih berhati-hati dengan orang-orang di kantor.   </p>
<p>Yah sudahlah! Lagi-lagi saya bikin posting melenceng sana sini. Silahkan dinikmati. Jangan lupa komengnya yah! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakboncel.net/2009/05/akibat-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
