Hari ini bangun pagi dalam keadaan lelah lahir dan batin.
Setelah mengalami situasi “dingin” (hmm mau dibilang panas, tidak ada adu mulut yah), akhirnya aku memutuskan untuk langsung ngomong ke dia. Aku katakan padanya tentang mengapa aku bosan dicela dan bahwa sesekali aku pun ingin dipuji.
Walaupun sudah tidak menolak sentuhan, namun aku bagaikan berbicara dengan mannequin. Aku terus berkata. Aku ungkapkan semua yang kurasakan selama 5 tahun menikah dengannya. Dia tetap tak bergeming sedikit pun hingga aku lelah. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti berbicara dan menutup pembicaraan ini dengan perkataan, “Yah sudah. Kalau kamu maunya begini, lebih baik yang di perut dikeluarin aja sekalian.” Aku masuk ke kamar dan menangis.








