Nyambung ah curhat kuliner alias pengalaman saya seputar jajanan di Surabaya (terutama yang keliling di sekitar rumah mertua).
Peringatan! Ceritanya bakalan panjang. Jadi siapin secangkir kopi buat temani kamu ngebaca posting ini.
Nah, tahun baru kemarin mendadak suami mengajak pulang ke Surabaya. Mendadak karena baru selesai beres-beres rumah jam 4, sudah harus berangkat ke tempat bis jam 4.30. Jadi ngebut banget milihin baju saya dan Dira untuk dibawa berlibur selama 3 hari.
mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini
Akhirnya….. saya dan Dira sampai juga di Paiton.
Hari Minggu malam, tepatnya pukul 20.40, saya dan Dira menginjakkan kaki di rumah dinas Papa Poet. Kali ini kita kembali ke Paiton untuk menetap (gak cuma liburan seperti bulan Januari 2009 yang lalu).
Setelah resmi mengundurkan diri dari kantor, saya disibukkan dengan kegiatan mengantar Dira ke sekolah untuk gladi bersih acara perpisahan tahunan. Hitung-hitung latihan awal sebagai ibu rumah tangga
.
Hari Selasa setelah selesai sekolah, saya dan Dira jalan-jalan ke Citos untuk bermain di Timezone. Hehe, terus terang agak memaksakan diri juga main ke sana karena gaji terakhir belum masuk juga dan dompet sudah menipis. Tapi, alhamdulillah, we had so much fun playing around Timezone.
Hari Rabu sore Papa Poet tiba di Jakarta. Wiihhhh iya dong! Mamanya minta dijemput khusus. Kalau gak dijemput, nanti gak jadi loh ke Paiton.
Lucu deh saat Dira bertemu dengan Papanya kembali setelah berpisah selama 5 bulan. Saat itu saya dan Dira sedang membeli donat J Co di terminal 3 bandara Soekarno-Hatta. Papa Poet ternyata sudah tiba dan menunggu di luar terminal. Saat melihat Papanya melalui jendela J Co, Dira langsung histeris memanggil Papa dengan nada suara campuran antara “excited” dan manja. “Papa, itu Papa. Papa, itu Papa, Ma! Papa! Papa!” Aku hanya tertawa sambil bersyukur kalau Dira masih ingat sama wajah Papanya.
mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini