Tag-Archive for » Oriflame «

Peringatan! Konten posting ini isinya promosi.

Jadi, kalo ndak mau baca, yah silahkan lihat-lihat posting yang lain.

Tapi…. SANGAT DIANJURKAN untuk membaca isi posting berikut. Mana tahu, kamu jadi tertarik untuk ikutan bisnis si cantik untuk menambah uang saku. (Eh, sapa yang cantik? Wkwkwk….)

Siapa pun boleh kok bergabung di bisnis ini. Pria, wanita, tua, muda… kecuali yang belum punya KTP yah.

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Koneksi internet di rumah kalo siang hari sering kali menyebalkan. Kalo gak lama, ya putus…

Pasti gara-gara banyak yang onlen deh. *menggerutu*

Hmm, keknya yang internetan siang gini di kompleks bukan anak-anaknya. Kan baru pulang sekolah jam 2-an. Apa ibu-ibunya? *mikir mode on*

Oops, look whose talking! Wkwkwk…

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Pada kenal dong dengan Dini Shanti?

Salah satu internet marketer yang cukup terkenal di Indonesia.

Yang New Gold Director di Oriflame melalui sarana online business d’BC Network.

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Ada yang suka baca majalah atau tabloid?

Kalau saya paling suka baca majalah Femina karena setelah membandingkan sekian banyak majalah yang beredar saat ini, hanya Femina yang isinya enak dibaca, enak dilihat dan tidak “terlalu” penuh dengan iklan. Masih “manusiawi” (hehe kalau boleh saya pakai istilah ini).

Eh, majalah Femina juga merupakan salah satu majalah langganan Mama saya loh! Sewaktu masih menjabat status resmi Ibu Rumah Tangga “Muda”. Wkwkwk…. lucu juga kalau ingat masalah ini. Soalnya dulu saya suka curi kesempatan untuk membaca majalah ini dari koleksi beliau. Sekarang (waktu masih di Jakarta sih), Mama yang suka pinjam majalah ini ke saya.

Loh, kok ngomongin majalah sih? Hehe, saya gak dibayar kok sama Femina. Dan sebenarnya juga bukan soal majalah yang mau dibahas, tapi mengenai topik dari artikel dalam majalah Femina edisi no. 31/XXXVII bertajuk “Bisnis 5M. Ratusan Ribu Jadi Miliaran. Mungkinkah?”

Ada yang baca?

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Sering dengar gak perkataan ibu-ibu seperti ini, “Kalau gak nyicil, mana bisa punya barang begini Bu!”?

Nah, tempat di mana saya sekarang berdomisili, ada satu nama yang cukup terkenal khususnya di kalangan ibu-ibu kompleks (tidak cuma kompleks saya saja loh!), yaitu Ibu Pandu.

Mengapa beliau terkenal? Alasannya berkaitan dengan kalimat pembuka posting ini. Hehehe….

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Category: Terkini  Tags: , ,  45 Comments

Kalau ingat tanggal 25, mendadak ingat waktunya gajian. Hiks…

Hari ini tanggal 25 Juni dan ini untuk pertama kalinya sejak terjun ke dunia kerja di September 2001, saya tidak terima gaji sendiri. Hiks…

mau baca lanjutannya gak? silahkan klik di sini

Category: Curhat  Tags: ,  31 Comments

Haduhhh…. ngantuk banget! Mana capek pula!

Hehe, maklum, tadi siang abis seru-seruan ngerasain yang namanya ikutan order ke Oriflame Bulungan. Untuk yang pertama kalinya. Dan yang terakhir kalinya? Xixixi… lihat-lihat keadaan nantinya deh. *beneran deh! saya paling anti dengan yang namanya keramaian massa, apalagi yang isinya mayoritas perempuan…*

Jadi, ceritanya hari ini saya ikut yang namanya training presentasi. Diadakan oleh Boss Family dan berlangsung di Oriflame Bulungan.

Dengan mengenyahkan rasa malas berangkat dari rumah akibat hawa liburan yang sangat kental menggantung di pelupuk mata sejak pagi hari, akhirnya saya sampai juga di Bulungan pukul 09.30 pagi. Untung saya bisa nebeng dengan Mama yang kebetulan ada acara arisan di daerah Pramuka sehingga tidak perlu berjuang ekstra untuk naik bis/taksi.

Ketika menginjakkan kaki di dalam gedung Oriflame, suasana mendadak berubah dari keramaian khas suara lalu lalang kendaraan menjadi keramaian suara manusia dengan ciri khas ceracau perempuan (ha ha ha…. secara dirinya sendiri juga perempuan yah).

Ampun! Baru kali ini saya lihat konsultan Oriflame tumpah ruah di suatu tempat untuk melakukan transaksi pemesanan barang dalam rangka mengejar tutup poin. Mayoritas bergender perempuan, namun… cukup banyak juga loh yang bergender laki-laki.

Tadinya saya pikir saya bisa segera memesan barang sebelum training untuk tutup poin bulan April. Tapi melihat situasi yang sangat ramai, ditambah dengan fakta bahwa ini adalah pengalaman pertama untuk melakukan order langsung di kantor Oriflame, saya langsung ciut. Waduh… harus mulai dari mana nih? Gimana caranya mau order? Ujung-ujungnya yah saya langsung naik ke lantai 2 untuk mengikuti training.

Setelah melampaui training seru selama lebih 2 jam, dengan pembawa materi mbak Meuthia Rizki, saya kembali tergoda untuk melakukan order lagi. “Hmm, daripada besok-besok malah saya lupa order dan akhirnya performance discount raib, mendingan dibela-belain deh!” begitu pikir saya.

Alhamdulillah, saya ketemu dengan teman kuliah dulu, Niken, yang menawarkan untuk ikut order barang dengan menggunakan nomor antriannya. Setelah mengambil COF (Consultant Order Form) yang ternyata berharga Rp 100/lembar (padahal yah kalau dapat dari pesanan barang via telpon, ini COF sering disia-siakan alias masuk tong sampah), saya langsung mengisi kode-kode barang yang hendak dipesan sesuai dengan kekurangan jumlah BP (Business Point) untuk tutup poin.

*Ini catatan khusus buat mbak Ade. “Mbak, dah aku tupoin yah sekalian!”*

Karena waktu menunggu panggilan untuk nomor antrian yang dimiliki Niken masih lumayan jauh, akhirnya kami (Niken, Mia, saya dan satu lagi downline Niken yang saya lupa namanya) memutuskan untuk makan siang di Blok M Plaza. Hehe, secara tak terduga, ternyata saya mendapat traktiran makan siang dari Mia yang katanya besok berulang tahun.

“Huhu… thanks yah Mi! Baru aja kenal offline hari ini, sudah ikutan ditraktir. Jadi gak enak! Nanti gantian deh aku traktir kalau bonus Oriflamenya sudah 6 jutaan juga kayak kamu. ;)

Setelah makan siang selesai, Mia kembali naik ke lantai 2 untuk ikut kegiatan training offline Boss Family yang lainnya. Sementara Niken mulai memasuki antrian pesanan dan saya luntang lantung menantinya (akibat tidak bisa duduk sama sekali). Akhirnya, pukul 16.30 kita dipanggil untuk mengambil barang pesanan. Dan pukul 17.000 saya bernapas lega dan memutuskan untuk pulang ke rumah dengan taksi (yang menjadi pilihan akibat kaki gempor gak duduk-duduk dari tadi).

“Gak lagi-lagi deh order langsung ke Bulungan, apalagi akhir bulan menjelang tupo begini. Enakan juga pesan lewat telpon. Tinggal dial, sebutin kode dan informasi lain-lainnya, terima barang keesokan harinya sekalian bayar.”

Hmm, tapi yang seru dari pengalaman hari ini adalah hasil pengamatan yang saya lakukan, yaitu :

  • Konsultan Oriflame berasal dari berbagai kalangan dan usia, mulai dari anak sekolah/kuliah, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, de es te.
  • Gak cuma perempuan yang bisa bergabung di bisnis Oriflame ini kok! Bahkan laki-laki pun bisa sukses dengan bisnis ini. Ha ha… saya tadi sempat takjub melihat seorang bapak yang membawa kedua anak lelakinya, sibuk melakukan pendaftaran member baru dan mengatur-atur pesanan barangnya (entah itu milik customer atau titipan upline/downlinenya yah)
  • Takjub melihat salah seorang Director di Oriflame yang statusnya baru kuliah semester awal dan memiliki penghasilan lebih dari 5 jeti sebulan. Hebat euy! Apakah saya yang umurnya hampir 2 kalinya bisa melakukan hal yang sama? Semoga! Dengan ijin Allah, tentunya.
  • Terlihat para lelaki yang dengan setia menunggu istri/pacar mereka selesai melakukan transaksi, duduk dengan wajah ceria/bosan/mengantuk. Bahkan, anak-anak pun ikut menemani ayah/bunda/kakaknya loh! Mulai  dari usia bayi hingga usia remaja. “Papil mau gak yah kalo disuruh menanti seperti ini? Hehe yang ada daku ditinggalin kemana kali….”
  • Saya mendapat sharing ilmu yang berharga dari hasil obrolan dengan Mia dan Niken. Thanks yah! Buat saran dan petunjuknya.
  • Dan yang paling akhir… toiletnya Oriflame Bulungan kurang bagus tuh! Harus dibuat lebih bagus dan lebih bersih lagi. *saran penting dari penggemar toilet*

Yah demikianlah saya sampai laporan hasil kunjungan saya ke Oriflame Bulungan hari ini, sekaligus order perdana di kantor Oriflame. Semoga bermanfaat bagi Anda semua. Saya, Uke, melaporkan kepada Anda dari rumah mertua Anakboncel.

Pagi ini saya baca posting di blog Muzda yang baru saya temukan saat blogwalking. Tema posting sih tentang R.A Kartini, sang pencetus emansipasi wanita di negeri ini.

“Hmm.. common posting nih keknya. Walau pun judul postingnya menarik juga ‘Hey, Kartini digugat..’,” pikir saya pada awalnya. “Paling juga gak jauh-jauh dari cerita perjuangan Kartini, surat-suratnya, dan hal-hal biasa yang umum dibahas selama ini,” pikir saya lebih lanjut.

Namun, setelah membaca lebih lanjut lagi… yaiks… ternyata… dalam euy! And truly madly deeply… I really love when she wrote these sentences:

Sekali waktu di televisi aku pernah mendengar Butet Kertaredjasa berkata, bahwa kodrat wanita itu hanya ada dua, hamil dan menyusui.
Menurutku, ini sanjungan yang luar biasa pada wanita. Menjadi Ibu bukan merupakan takdir yang membatasi geraknya, tapi justru merupakan kelebihan.

Dan inilah mungkin yang mendorong Kartini untuk menikah, dijodohkan atau tidak,…

Seketika luluh lantaklah air mata saya. Hehe… salah bahasa yah? Maksudnya, air mata saya kontan menetes satu per satu.

Ihhh cengeng banget yah? Wkwkwk….

Abis, gimana saya gak mau nangis… karena ternyata, selama menunggu datangnya masa pensiun dini dari dunia kerja yang sudah dijalani hampir 8 tahun, saya masih menyimpan keraguan akan peran baru saya nanti sebagai ibu rumah tangga (istri sekaligus ibu).

Kebayang kan? Tiap bulan terima gaji, mendadak harus menadahkan tangan ke suami. Kalau mau beli apa pun, terutama keperluan Dira, saya lebih senang menggunakan uang sendiri daripada meminta suami. Mau tutup poin buat bisnis saya ini, juga pakai uang sendiri (Untungnya buat tutup poin sudah bisa sedikit tercover dengan performance discount deh. Semoga tetap lancar bisnisnya. Amin.). Dan dalam 1 bulan lagi… hehe, saya bakalan menjadi seorang istri yang menanti dinafkahi suaminya. *heleuh bahasanya…*

Suami bahkan akhir-akhir ini sering bertanya kepada saya, “Mama siap gak jadi ibu rumah tangga? Nanti kamu stress lagi di rumah terus. Soalnya biasa kerja kantoran sih!”

Dan jawaban saya selalu standard dan terdengar klise, “Siap gak siap, yah tetap harus dijalankan toh?”

Saya sangat ingin menjadi ibu rumah tangga. Itu cita-cita terpendam saya dari dulu. Saya masuk dunia kerja setelah lulus kuliah lebih dikarenakan keinginan orang tua, terutama Mama, yang mendoktrin bahwa jaman sekarang akan lebih baik kalau perempuan juga bekerja. Lagi pula, selain belum ada rencana menikah, mau apa saya kalau bengong di rumah setelah lulus kuliah?

“Jangan seperti Mama nih! Dulu mau jadi guru, tapi sama Papa disuruh jadi ibu rumah tangga saja! Sekarang menyesal rasanya kalau ingat. Apalagi jaman sekarang Uk! Kalau perempuan gak ada pegangan sama sekali, susah kalau tiba-tiba ditinggal suami,” begitu ujarnya selalu.

Hmm, make sense! Kita tidak pernah bisa menerka kemana jalan hidup kita akan mengarah dan berakhir bagaimana kan?

Sebenarnya keraguan saya muncul karena di pikiran terus melayang-layang pertanyaan “Bisa gak yah saya jadi seorang “housewife” sekaligus “a mom” yang baik?”

Saya sangat sadar kalau menjadi seorang istri dan sekaligus ibu yang baik merupakan sebuah tantangan yang lebih berat daripada menjadi seorang pegawai/manager/direktur atau bahkan pemilik usaha mandiri sekali pun. Saya bahkan lebih deg-degan dibandingkan saat saya mau diinterview untuk suatu posisi di perusahaan tertentu. Jantung saya bahkan berdebar lebih kencang tiap kali ingat akan tanggung jawab dari profesi baru tersebut dibandingkan saat saya diajak bicara sama si bule dan dia berkata, “Look at into my eyes when I talk to you!” (And I win over him coz I dare myself to stare directly into his very own eyes as requested. Ha ha…)

Gimana gak deg-degan. Gimana gak berdebar. Tantangan profesi sebagai istri dan ibu itu tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada suami, keluarga dan masyarakat yang notabene manusia juga. Namun juga harus dipertanggungjawabkan ke hadapan Sang Khalik. “Apa saja yang sudah kamu ajarkan pada anakmu? Apa saja yang sudah kamu lakukan kepada anakmu? Apakah anakmu kau ajarkan untuk mengenal-Ku?” Beragam pertanyaan seperti terngiang di telinga.

Ampunnn!!! Pusing lagi deh! Gak heran deh bawaannya jadi sakit melulu yah?

Ya sud lah! Dipikirin amat sih Mama Indira…

Yang jelas, saya sangat berterima kasih kepada Muzda dengan adanya postingannya tersebut. Setidaknya saya semakin yakin bahwa profesi yang akan saya jalani nanti memang takdir yang memiliki berbagai kelebihan.

Doain yah saya bisa lulus dari tantangan ini, dan dapat mempertanggungjawabkan hasilnya, terutama di hadapan-Nya.

Amin…

Doain juga yah bisnis d’BC dan Dynasis saya bisa jalan dan terus berkembang. Huehehe… teteup deh promosinya gak ketinggalan. Yah namanya juga usaha…

Hore!

Akhirnya blog baru saya yang berkaitan dengan bisnis online saya di d’BC Network dan tips kecantikan selesai.

Untuk blog ini, saya pakai hosting gratis dari wordpress.com. Maklum, saya ini penggemar setia wordpress. Selain itu, hehe… terus terang saya agak bingung sewaktu memakai blogspot :P . Sepertinya butuh pendalaman materi dulu.

Akhirnya, saya kembali ke wordpress yang sudah cukup dalam dipelajari dan lebih SEO friendly. Hmm, walaupun kurang nyaman juga karena chat widget seperti Shoutmix, Cbox, atau de el el tidak bisa tampil optimal di blog. Mentok-mentok meebo deh yang tampil di web page.

Tapi, akhirnya sih saya tambahkan juga Shoutmix-nya kok! Hanya, kalau mau meninggalkan pesan di blog ini, kamu harus klik icon “View Shoutbox” terlebih dahulu. Window baru berisi shoutbox-nya akan muncul. Dan tadaaaa…. tinggalkan pesan deh buat saya di sana.

Tanpa berpanjang tulisan lagi, yuk kunjungi blog baru saya. Klik langsung pada screenshot berikut ini yah!

 

 Ditunggu kunjungan dan komennya di blog baru saya yah.

Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah…

Akhirnya level Oriflamenya sampai 12% juga setelah berdiam diri di level 9% selama 6 bulan.

Senang banget pas dengar mesin penjawab Oriflame mengucapkan, “Poin jaringan Anda 2405…. dst”. Saya langsung berdiri dan teriak “Yippieee!”. Cat Emoticons

Benar-benar lupa kalau saya menelpon Oriflame di kantor. Pppfffh…. untung gak ada si bule! Cat Emoticons

Tiga bulan pertama di level 9% saya sangat semangat berjibaku untuk mencapai level 12%. Tapi gagal terus. Satu jaringan naik luar biasa, sementara jaringan lainnya kolaps. Huahhh… rasanya gemes banget! Akhirnya tiga bulan terakhir kemarin, saya pasrah! Terserah deh mau level berapa tutup poinnya. Cat Emoticons

Dan, ternyata, hari ini telpon Oriflame, saya dapat kabar mengejutkan itu. Rupanya, buat saya, segala sesuatu kalau saya kejar secara paksa, tidak pernah berhasil. Tapi, saat saya pasrah dan menyerahkan semuanya kepada-Nya, hasilnya malah sangat baik. Tanda-tanda apakah ini? Cat Emoticons

Hehe! Sepertinya itu adalah hadiah ulang tahun dari Allah buat saya. Alhamdulillah!

Dan, bersamaan dengan posting ini, saya mau mengucapkan terima kasih buat para downline, cucu downline dan jaringan mereka yang terus mendukung. Biar lambat, tetap sampai juga! Cat Emoticons

Buat mbak Ade, Maya, mbak Nita, Nana, mbak Puspa Dewi dan lain-lain yang namanya tidak bisa aku sebutkan semua. Arigato! Tararengkyu! Terima kasih! Buat semangat dan usahanya. Kalian semua memberikan semangat dan dukungan yang tembus ke hati saya. Kalau tak ada orang-orang hebat seperti kalian, hiks, mungkin level saya hanya akan jalan di tempat. Cat Emoticons

(Halah, berasa kayak caleg kasih orasi ajah!)

Yuk, kita “Go Diamond” bersama-sama! Love you all Cat Emoticons!

And best wishes for all of us! Cat Emoticons

Anakboncel