Ceritanya di kantor suami sedang ada sayembara yang bertema “Kelola Limbah Rumah Tangga”. Hadiahnya? Katanya sih akan ada bonus tambahan untuk THR. Bener gak yah?
Nah, karena ada sayembara ini, biasa deh, suami ribut. “Hayo, hayo… sampahnya dipisahkan yang benar. Sampah yang bisa didaur ulang dipisah sama sampah organik yah!” katanya.
“Boleh aja sih dipisah-pisah. Tapi tempat sampah buat sampah daur ulang mana?” tanya saya. Jawabannya? Cengiran lebar dari suami. Akhirnya, sementara ini, tempat sampah untuk sampah daur ulang kita gunakan kantong plastik bekas.
Sebenarnya di depan tiap rumah dalam kompleks sudah disediakan satu buah tempat sampah besar yang akan diambil oleh petugas secara harian. Jadi manajemen sampah di perumahan ini cukup bagus dibandingkan perumahan real estate di Jakarta yang biasanya hanya 3-7 hari sekali. Dan, sehubungan dengan wacana sayembara di atas, tempah sampah di depan rumah sudah ditempel dengan stiker bertuliskan “Sampah Basah”.








