Huahhh lagi nge-chat sama upline tahu-tahu dengar lagu ini…
“I hate the rain and sunny weather. And I hate the beach and mountain too….And I hate everything about you!”
Hehe, jadi teringat masa muda dulu. Kira-kira 17 tahun yang lalu. Wkwkwk… tuwir banget yah?
Eniwei, lagu yang dinyanyikan Ugly Kid Joe ini pernah menjadi saksi sejarah (halah) persahabatanku dengan 3 orang teman SMP, Wina, Anne dan Debbie. Selain itu, lagu ini juga menjadi saksi liburan kita di suatu desa di daerah Sukabumi (hehe lupa namanya).
Kenapa sih liburan ke Sukabumi saja diingat-ingat sih Ke?
Soalnya, itu sekali-kalinya nyokap kasih ijin ke daku buat liburan bareng teman-teman tanpa ditemani orang tua.
Hehe, sebenarnya sih kalau mau jujur, daku agak sedikit white lie soal liburan ini. Bilang ke nyokap kalau orang tuanya Anne akan ikut menemani. Padahal sih, setelah kita diturunkan di sana, Papanya Anne pulang ke Jakarta. *Maafkan anakmu ini Ma! Abis pengen banget liburan gak ada ortu.*
Apa sih yang kita kerjakan selama liburan itu?
Gak macam-macam kok! Liburan sekolah yang satu minggu itu dipakai untuk menelusuri perkampungan, naik bukit, pergi ke area rekreasi di Sukabumi yang konon katanya angker (itu juga baru tahu setelah beberapa tahun kemudian ada tayangan misteri di TV).
Wah seru banget!
Selama di sana kita dijamu oleh keluarga Anne dengan menyenangkan. Tidur di rumah kayu yang bawahnya kandang ayam. Untung jaman dulu belum merajalela yang namanya virus flu burung jadinya gak takut. Cuma yah baunya itu gak nahan.
Nah, dimana sih andil lagu “Everything About You”? sampai bisa bikin daku teringat masa lalu?
Sekitar tahun segitu tuh kan lagi tren yang namanya head-banging. Lagu yang dinyanyikan Ugly Kid Joe ini kan menurut kita sangat cucok buat head-banging.
Jadi di suatu siang, kita berempat menghibur diri dengan main kartu di teras rumah sambil setel kaset kompilasi hasil rekaman Wina. Ketika lagu ini keluar, spontan kita ber-head-banging sambil jejingkrakan di atas lantai kayu. Saking ‘hot’nya, daku bertabrakan dengan salah seorang temanku. Dan gubrakkk… dia mental, daku mental. Untung masih sempat dipegang oleh teman yang lain sehingga tidak terjadi kecelakaan yang gak penting.
Oya, selama liburan ini sempat terjadi cimonlok loh. Cinta monyet di lokasi. Hehe…Gak berlanjut sih. Tapi seru juga tuh melihat teman yang bergetar-getar hatinya.
Wina dan daku bahkan sempat berkenalan dengan seorang cowok yang menurut kita “cool abis” saat perjalanan ke area wisata. Cowok ini ceritanya sedang liburan juga ala backpacker dengan beberapa temannya. Cerita punya cerita sih dia akan mengakhiri perjalanannya di daerah Bogor akhir minggu. Huahhhh… mau dong ikutan ke Bogor!
Akhirnya, ketika tiba waktu liburan sudah habis dan harus balik ke Jakarta, kita tidak mau dijemput. Ceritanya nekad mau naik bis ke Bogor demi mencari cowok itu. Bodoh banget gak sih? Bogor kan luas… mau nyari dimana coba? Tapi lagi-lagi kita sok yakin gitu.
Setelah sampai stasiun Baranangsiang, kita bingung mau kemana lagi mencari cowok itu. Ya iyalah! Kenapa juga pas kenalan gak tanya alamat dan no telpon kan? Kebodohan anak SMP.
Ujung-ujungnya? Kita pulang juga ke Jakarta naik bis. Dan berhubung duit sudah minim, kita naik bis Miniarta jurusan Bogor-Lebak Bulus. Huhuhu… cowok “cool abis” kemana sih lu?
Walau tidak kunjung bertemu dengan cowok itu lagi, secara keseluruhan liburan kita membawa kenangan indah kok. Buktinya, sampai sekarang daku masih ingat kan?
Satu lagi lanjutan kebodohan daku dan Wina. Selama 1 minggu setelah liburan itu, kita berdua pakai hansaplast di atas jidat dengan posisi diagonal.
Mau tahu apa sebabnya?
Hihihi…soalnya pas kita kenalan sama tuh cowok, dia sedang pakai hansaplast (dulu namanya masih handyplast) di posisi yang sama. Jadi, kita berharap dengan melakukan hal yang sama, kita bisa bertemu dia lagi.
Bodoh kan? *ngikik geli…..*








