Hayooo! Siapa yang besok mau merayakan hari tatih tayang?
Unjuk jempolnya! Kamu? Kamu? Atau kamu?
Sudah siap apa saja nih buat besok? Rencana sudah matang? Dompet masih terisi penuh (soalnya sudah tengah bulan kan?)? Rayuan gombal sudah dihapalkan?
Kalau daku sih, dari dulu (waktu mulai mengenal namanya pacaran) sampai sekarang (punya suami dan anak 1) tidak pernah buat rencana istimewa buat merayakan valentine day.
Kenapa yah? Coba kita telaah pelan-pelan.
Yang pertama. Pada dasarnya romantis dan suka mengumbar tatih tayang. Trus juga pandai berkata-kata (alias merayu) dan gaul. Hasilnya? Bikin saya cemberut terus kalau lagi jalan sama dia. Soalnya hampir semua cewek di daerah kita dia kenal. Kalau hanya sekedar menyapa sih, OK lah! Tapi kalau sudah diselipin teasing etc, wah keluar deh bibir monyongku.
Malah pernah nih, sekali waktu kita makan di Dunkin Donuts (hehehe 10 tahun yang lalu belum ada JCo atau gerai donat lainnya sih), nah ketemu tuh teman ceweknya. Dikenalkanlah diriku ini olehnya kepada para teman ceweknya. Apa yang terjadi? Daku dilirik sinis sama 3 orang cewek itu. Sebal Esmosi jiwa rasanya! Untungnya masih bisa ditahan.
Alhamdulillah, akhirnya daku putus juga dengannya setelah 4 tahun menjalin hubungan. Dikasih jalan oleh-Nya untuk meninggalkan dirinya.
Yang kedua. Mantan musuh bebuyutan di SMA. Sudah jutek, bikin sebal, pelit, belagu pula. Masa nih, pas jaman SMA, dia pernah bilang ”Amit-amit kalau gue dicium elu!”
Sekarang? Huahahaha… Kualat dia! Rasain! Emang enak!
Soalnya, di masa kini dia malah diciumi melulu sama daku. Hehe… (maaf yah Pa! buka aib…
)
Eniwei, Papanya Dira ini orangnya kebalikan dari yang pertama. Gak pintar merayu. Keluar kata cinta, sayang dan kata manisnya saja susah banget. Heran gak sih kenapa daku mau nikah sama dia?
Tapi, pernah sekali terjadi keajaiban. Tgl 14 Februari 2001, dia datang ke rumahku bawa setangkai bunga mawar.
Wah! Hati rasanya senang banget! Soalnya dalam sejarah tidak ada seorang pun yang pernah kasih diriku bunga mawar. Jadi kebayang dong bagaimana hati ini rasanya berbunga-bunga.
Tapi (sekali lagi tapi), itu cuma kejadian satu kali dalam sepanjang sejarah hubungan kita. Soalnya sejak saat itu hingga sekarang sudah menikah, dia gak pernah kasih bunga mawar lagi. Hiks hiks…
Yang parah nih, kalau kita bernostalgia soal ini, eh dianya lupa. Pasti nanya, “Emang gue pernah bawain elu bunga mawar?” Gubraaakkkk!!! Akhirnya daku cemberut lagi gara-gara dia lupa momen indah tersebut.
Daku hanya bisa bertanya-tanya dalam hati, “Why man can forget easily over sweet memory? While woman tends to remember everything in details.”
Jawabannya? Coz man uses left brain and woman use right brain. Betul gak?
Oya, pernah aku bertanya, “Sebenarnya Papa cinta gak sih sama aku? Kok gak pernah bilang ‘aku cinta padamu’?”
Dijawabnya, “Emang perlu yah kata-kata?” Gubrakkk lagi!!! Benar-benar deh itu Bapak! Bikin gemas!
Tapi, yah itulah Papanya Dira. Dari dulu sampai sekarang.
Gak suka basa-basi dan merayu. Masih tetap jutek (terkadang). Gak lucu. Gak seru. Gak romantis. Gak pinter cari duit (kekekek… just kidding!) Jarang telpon Mamanya Dira buat sekedar bertanya, “Sudah makan belum?”.
Tapi (lagi), I love him much for no specific reason.
So, when I get upset to him, having bad thoughts about this and that, only a feeling of my pure love to him, the emotion calms down.
Do you feel the same way to your loved ones?
Love is so beautiful. Love can conquer everything.
If only we have “so many loves” to share with others, world will become more peaceful.
So, let me say ”Happy Valentine Day” for all of you.
Buat yang tidak merayakannya seperti daku, jangan bersedih. Gak cuma momen Valentine Day kok kita bisa ber-tatihtayang. Setiap hari bisa kok! Setuju?
PS: “So many loves” di sini bukan berarti kamu bisa dengan semena-mena punya pacar banyak yah. Buat yang belum menikah, cari referensi sebanyak-banyaknya dan pilih yang terbaik. Tapi jangan mendua, meniga, dstnya. Hehe, sedih rasanya diduakan. Apalagi ditigakan, diempatkan, de el el.








